
"Menarik sekali, hehehe. Mari kita lihat apakah tangan kananmu itu dapat membuat perubahan dan mengalahkanku. Apakah keputusanmu itu sudah benar, ayo kita lihat " ucap pria tua tersebut tesenyum licik dan sudah tidakdabar bertarung.
Jason yang melihat pria tua itu bersemangat, hal itu malah semakin membuat Jason semakin khawatir terhadap Near.
"Near sebaiknya kamu jangan melawan dia, sepertinya dia akan serius melawan. Sebaiknya kamu pikirkan lagi untuk berhenti melawan dia " Jason memperingatkan lagi.
"Memang apa yang berubah jika dia bersemangat atau serius. Dia akan tetap mengejarku dan mengalahkan kita. Meskipun kita berlutut menyerah, menurutmu dia akan membiarkan begitu saja " ucap Near tajam.
Jason terdiam mendengar perkataan Near barusan. Dia tidak bisa membalas perkataan Near.
"Hahahaha, sepertinya kamu lebih mengenal diriku ya. Benar sekali aku akan tetap menyerang kalian hingga ke ujung dunia. Aku akan melakukan itu...hahaha " pria tua itu tertawa keras membayangkan kalau Near dan Jason kalah.
Jason terdiam menunduk mendengar perkataan Pria tua itu. Dirinya semakin terpuruk karena tenaganya tidak kuat lagi bahkan tubuhnya sudah babak belur begitu juga dengan Near. Ia sadar kalau mereka tidak bisa menang melawan pria tua itu, Jason juga tidak bisa mengalahkan Near karena ia mengira kalau kekalahan ini karena dirinya yang sangat lemah.
(Jika saja aku kuat, hal ini tidak terjadi. Jika saja aku kuat... ) dalam hati Jason menyalahkan dirinya.
"Ini bukan karena kelemahanmu, ini bukan karena kau lemah... tapi ini karena aku tidak menggunakan rangan kananku dari awal. Jika saja aku menggunakannya " Near mengucapkan itu sambil melayang tinju kirinya kearah pria tua yang masih tertawa terbahak-bahak.
Dengan tangan kanannya yang masih menahan tangan pria tua. Dia melancarkan serangan dipipi kanan pria tua itu. Tapi seperti biasa walau pria tua itu tampak sedang lengah, tetap saja pria tua itu bisa menangkap serangan Near dengan tangan kirinya.
Pria tua itu sedikit terkejut dengan serangan Near. Bukan karena serangannya yang terjadi secara tiba-tiba melainkan serangan tangan Near begitu kuat yang mana tangan kirinya hampir tidak bisa menahan serangan itu.
"Heheheh, serangan kejutan seperti itu tidak bisa menahan seranganku. " ucap Pria tua itu tersenyum kaku sambil kesusahan menahan tangan kiri Near.
Near tersenyum setelah mendengar perkataan pria tua itu. Bukannya menarik tangannya ia malah mendrong tangan kirinya terus kearah wajah pria tua itu.
Dengan dorongan Near, pria tua itu tampak sedang kesusahan menahan tekanan yang diberikan tangan kiri Near. Pria tua itu tidak bisa menahan tekanan tangan kiri Near karena ia sudah terbiasa menggunakan tangan kanan untuk menahan dan memukul sehingga ia tidak bisa maksimal jika menggunakan tangan kiri saja.
Sedangkan Near ia sudah terbiasa menggunakan tangan kiri sejak tangan kanannya diperban. Sehingga tangan kiri Near tampak seperti tangan kanan baginya dengan kekutan yang sama kuatnya.
Pria tua itu tampak sudah bisa menahan tekanan Near barusan walau agak kesusahan menahan. Ia tidak berencana menarik tangan kanannya karena ia sadar jika dirinya menggunakan tangan kanan untuk menahan serangan Near. Itu malah melukai harga dirinya yang terlihat lemah karena kalah dengan tangan kiri saja.