REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 179



Near dan Ardi, sekarang berada dipohon besar belakang sekolah. Mereka berdua akan membicarakan sesuatu....


"Akhirnya kita berhasil menyembuhkan Kanna " ucap Ardi termenung.


"Iya, kita telah berhasil. Etah kenapa itu terasa sangat lama setelah dirasakan " gunam Near sedih.


"Eh, apa? " Tanya Ardi tidak mendengar gunaman Near.


"Ah enggak kok... " Ucap Near berpura-pura tersenyum.


"Jadi apa yang ingin kau bicarakan kepadaku? " Tanya Ardi


"Apa kau masih ingat dengan jam antik yang aku ceritakan dulu. Aku telah menggunakan kekuatan itu..... "


Ardi terkejut dengan yang barusan diucapkan oleh Near, dirinya tidak menyangka itu yang akan dibicarakan oleh Near. Setelahnya Near mulai menceritakan alasan kenapa ia menggunakan kekuatan jam antik, ia menceritakan kejadian yang menimpa Kanna jika saja ia tidak menggunakan kekuatan itu.


"Sudah berapa kali kau menggunakannya? " Tanya Ardi tidak bisa menatapnya.


"Emmm, kira-kira berapa ya. Entahlah aku tidak tahu, aku sudah banyak menggunakannya jadi aku tidak tahu berapa kali itu " ucap Near dengan tersenyum.


"Apa yang akan terjadi denganmu? " Tanya Ardi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Keberadaan ku akan hilang diingatan orang-orang, kenangan yang kita bangun akan hilang. Orang-orang tidak akan mengetahui aku, bahkan itu termasuk kau, Kanna dan orang tuaku. Tidak ada yang akan mengingatku " ucap Near menjelaskan.


"Sampai kapan itu terjadi? "


"Aku tidak tahu sampai kapan kutukan ini berjalan mungkin bisa selamanya. Tapi yang kutahu, aku akan menghilang nanti malam hari ini" ucap Near


Ardi terkejut dan tidak bisa berkata-kata. Ia diam, tidak tahu harus bicara apa.


"Aku juga akan memberitahu sesuatu kepadamu yang belum pernah aku ceritakan kepada orang lain "


Near agak terkejut karena Ardi punya rahasia yang ingin dibicarakan kepadanya.


"Sebenarnya, aku melihat kejadian dimana Kanna kecelakaan masa kecilnya, waktu itu aku sangat terkejut baru pertama kali aku melihat kecelakaan tepat didepan mataku. Aku ingin melupakan kejadian itu tapi saat aku mau melupakannya. Kecelakaan itu terus terngiang dikepalaku dan entah kenapa sejak saat itu aku bisa mengingat semua hal yang kulakukan. Saat teman Andi menceritakan kejadian itu, aku baru sadar yang kecelakaan saat itu adalah Kanna " ucap Andi menjelaskan.


Near tersenyum


"Terima kasih telah membicarakan itu padaku Ardi " ucap Near


"Kau juga, terimakasih telah bercerita kepadaku " jawab Ardi


****************


Sore harinya.....


Waktunya semua siswa mulai bersih-bersih. Ardi dan Near pergi kekelasnya Near, mereka disana bertemu dengan Andi.


Akhirnya mereka pergi keluar untuk berbicara


"Apa yang terjadi dengan Kanna, apakah ia pingsan lagi " tanya Andi dengan penuh rasa takut akan membuat kesalahan.


Near tersenyum dan menampar punggung Andi dengan keras.


"Tenang saja, ia baik-baik saja kok. Sekarang di sudah mengingat semua yang terjadi dan ia tidak pingsan lagi. Ia juga sudah mulai menerima apa yang terjadi " jawab Near.


"Syukurlah... " Andi tersenyum lega.


"Sekarang ia ingin bertemu denganmu, ia sedang menunggu mu diruangan klub " ucap Near memberitahu.


"Benarkah, apakah ia sedang menunggu ku " Andi tersenyum senang tidak percaya.


"Iyaaa, sudah pergi sana. Aku akan menggantikan mu disini " ucap Near.


"Baiklah terima kasih yaa " ucap Andi berlari menuju keruangan klub dengan senang.


Melihat Andi pergi untuk menemui Kanna, hal itu membuat nya sedikit kesepian. Dan Ardi melihat hal itu....


"Apa kamu yakin dengan ini Near, bukankah ini hari terakhirmu untuk bisa bertemu dengan Kanna. Setelah itu Kanna tidak dapat melihatmu dan mengingat mu lagi. Apa kau yakin akan membuang kesempatan ini " tanya Ardi


"Gak, apa-apa kok. Jika aku menemuinya lagi. Aku takut, aku tidak bisa melepaskan nya. Biarkan ia menyelesaikan masalahnya juga, lagian daripada bertemu denganku yang akan segera menghilang. Lebih baik ia bertemu dengan Andi yang bisa menemani nya selama-lamanya daripada denganku " ucap Near memaksakan dirinya untuk tersenyum.


"Kau jangan berbicara begitu kepada dirimu sendiri. Kau juga telah berjuang begitu keras untuk membuat Kanna kembali lagi... " Ucap Ardi kepada Near.


"Iyaaa, terima kasih. "


Near mulai matanya berkaca-kaca sedih.


"Oh, ya. Kita harus mengirim pesan kepada Hana kalau Andi akan datang " ucap Ardi tiba-tiba.


***************


Disisi lain Andi sedang menuju keruangan klub. Ia senang karena bisa berbicara dengan Kanna seperti dulu lagi, sekarang ia sudah ada didepan ruangan klub.


Jantung nya berdebar kencang mau membuka pintu. Tapi ketika tangan nya mau memegang pintu, tiba-tiba gagang pintu bergerak secara sendirinya dan pintu ruangan klub terbuka.


Tampak Hana keluar ruangan klub...


"Eh, Andi... Kamu masuk aja. Kanna sudah menunggu mu didalam, aku akan pergi keluar " ucap Hana berjalan pergi dengan gugupm


"Ah, iya " Andi juga menjawab dengan gugup juga.


Akhirnya Andi masuk keruangan klub dan tampak Kanna sedang duduk disalah satu kursi dalam ruangan tersebut. Andi dengan gugup, ia juga duduk dikursi dihadapan Kanna. Mereka tidak bisa menatap satu sama lain.


"Ano...." Mulai Andi berbicara dengan penuh kegugupan.


Mereka berdua menghabiskan waktu untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi pada mereka.


*******************


Hari sudah malam


Semua murid bermalam disekolah, mereka merayakan keberhasilan kegiatan yang diadakan hari itu. Mereka membuat api unggun dilapangan sekolah.


Mereka saling berkumpul untuk disekeliling api unggun untuk melihatnya. Salah satunya ada Ardi dan Near mereka berdua berada jauh dari tempat unggun berada.


" Bukannya menenangkan suasana seperti ini " ucap Near.


"Iya, tenang dan damai. Hal itu membuatku tenang. " Jawab Ardi.


Saat mereka menikmati api unggun, mereka melihat Andi dan Kanna sedang mendekat ke api unggun bersama-sama dan mereka berdua kelihatan saling bersenang-senang. Hal itu membuat Near sedikit sakit dihatinya...


"Hei Ardi, aku ada permintaan. Sebelum kepergianku " pinta Near.


"......." Mendengar kepergian Near hal itu membuat Ardi merasa sedih dan tidak bisa bilang apa-apa.


"Aku mohon bantulah Kanna jika ia kesulitan dan temanilah dia jika ia kesepian. Lalu 1 lagi, teruskan klub persahabatan dan jadilah ketuanya " pinta Near dengan mata yang berkaca-kaca.


Ardi terkejut dengan permintaan terakhir. Tapi melihat mata Near yang berkaca-kaca, hal itu membuat Ardi tidak bisa menolaknya.


"Baiklah..." Jawab sedih Ardi, ia tidak berani menatap Near lama-lama lagi.


"Terima kasih, telah memenuhi permintaan egois ku" ucap Near tersenyum


Ardi takut dirinya tidak bisa menahan air mata nya lagi ketika melihat Near.


***************


Dan tiba-tiba ada pengumuman acara penutupan, yaitu kembang api.


Mereka mulai menghitung mundur secara bersama-sama, untuk pertunjukan kembang api.... Dan meletus lah kembang api tersebut menghiasi malam itu.


"Bukannya kembang apinya begitu indah Ardi " ucap Near


Ardi terfokus melihat kembang api jadi ia tidak melihat Near.


"Iya kembang api begitu indah...."


Tapi ketika Near menanyakan itu kepadanya, sejenak ia melihat Near untuk menjawabnya.


Tapi ketika ia mau melihat Near, Near sudah tidak ada disana. Sekarang hanya ia sendiri yang ada disana.


Tiba-tiba Hana datang memanggil Ardi...


"Ardi, kamu kemana saja. Kucari kamu tidak ada dimana-mana " gerutu Hana.


Hana awalnya kesal, tapi ia tiba-tiba terkejut. Karena Ardi menatap nya dengan penuh air mata di pipinya.


"Eh, apa yang terjadi dengan Ardi. Kenapa kamu menangis " tanya Hana khawatir.


"Entahlah aku tidak tahu. Entah kenapa hatiku terasa sakit dan air mataku ini tidak bisa berhenti, seperti nya aku kehilangan sesuatu yang berharga bagiku tapi apa itu. Aku hanya merasa ingin menangis dengan keras dan sekeras-kerasnya" ucap Ardi bingung sambil mengelap air matanya yang terus jatuh.


Hana dengan iba memeluk Ardi dengan erat.


"Sudahlah, tenang. Nanti kamu akan ingat apa yang hilang itu " ucap Hana menenangkan nya.


Dimalam itu Ardi menangis dan ada yang tersenyum senang melihat pertunjukan kembang api. Dihari itu Near mulai menghilang diingatan semua orang termasuk Kanna dan yang berhubungan dengannya. Mereka semua tidak akan mengingat Near mulai sekarang....