REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 126



Pria tua itu menyebutkan kalau ada seseoarang pria tua yang berbahaya yang membuatnya jadi terburu-buru untuk segera menghabisi Near dan Jason.


"Awalnya aku akan tenang-tenang saja dan menikmati menyiksa kalian berempat. Tapi saat aku melihat orang yang datang membantu kalian berempat. Aku mengetahui ada seorang kakek tua yang berbahaya disana sehingga aku memutuskan untuk mengerahkan anggotaku menghadang mereka. Tapi sepertinya tidak akan bertahan lama anggotaku melawan mereka. Oleh karena itu aku terburu-buru " Pria tua tersebut mengatakan lagi alasannya.


Sekarang hanya tinggal mereka berdua yang masih bisa berdiri melawan pria tua tersebut. Sedangkan yang lainnya mereka telah dihabisi satu persatu oleh pria tua tersebut yang asalanya entah dari mana tapi ia menyebut dirinya sebagai guru Jarwo.


********


Sekarang dilokasi Polisi dan kepala sekolah mereka sedang berhadapan dengan anak buah pria tua tesebut. Anak buah pria tua tersebut sangat banyak hingga membuat kepala sekolah dan para polis kewalahan melawan mereka.


Sebenarnya mereka mau sampai ketempat Near dan Ardi berada. Tapi dengan intruksi pria tua tersebut anak buahnya menghadang mereka pergi kesana dengan membawa seseorang yang berpura-pura sebagai orang yang akan menunjukkan jalan ditempat Ardi bertarung.


Flashback On


Ketika mereka semua sudah sampai dilokasi tempat anak muda tersebut tunjukkan. Tempat itu arahnya berlawanan dari tempat yang sudah tunjukkan oleh Hana pada awalanya.


Mereka semua sudah lama mengikuti anak muda tersebut tapi tidak ada tanda satupun orang yang sedang berkelahi seperti orang berteriak atau suara pukulan hal tersebut tidak ada tanda-tandanya. Hal itu sedikit membuat para polisi dan kepala sekolah curiga.


*********


Tidak ada pilihan lain selain bertindak mereka para polisi dan anak buahnya akan mengambil tindakan sebelum situasinya jadi rumit dibantu juga oleh kepala sekolah. Tapi saat mau mengambil tindakan, tiba-tiba ada segerombolan dari arah belakang mereka yang jumlah tidak diketahui saking banyaknya orang.


"Tenang dengan begini kita tahu kalau tempat mereka ada disebelah sana. Jadi kita hanya perlu mengalahkannya saja." ucap kepala sekolah menepuk punggung pimpinan polisi.


"Hahahaha, aku suka pemikiranmu kakek. Kita hanya perlu menghabisi mereka saja dan segera menyelamatkan Ardi " ucap pimpinan polisi semangat bertarung.


"Jangan sampai kalah nanti tambah merepotkan " ucap kepala sekolah menyinggung.


"Ayo kita bertarung sekuat tenaga. " pimpinan polisi tersenyum seolah mendapatkan mainan baru.


----------------------


"Jangan kira kalian bisa menghadapi kami " ucap seseorang melangkah kedepan dari anak buah Pria tua tersebut.


"Simpan kata-katamu itu setelah kau mengalahkan kami bodoh " ucap pimpinan polisi melepaskan perlengkapannya agar bisa bertarung dengan leluasa.


"Ayo kita serang mereka semuaaaaa " teriak pimpinan polisi langsung menerjang kegerombolan anak buah pria rua tesebut dengan ganasnya.


Sedangkan anak buah polisi kebingungan tidak ada pilihan lain selain ikut bertarung melawan mereka. Mereka langsung ikut menerobos masuk kedalam gerombolan mereka.


Untuk Kepala sekolah, ia masih dibelakang belum masuk kegerombolan karena ia perlu menjaga Hana yang ada dibelakangnya sekarang. Dan ia masih belum mengurus anak buah yang sudah menunjukkan jalan tadi.


Kepala sekolah menyadari hal tersebut dan segera berjalan kearah Hana yang ada dibelakangnya. Dan benar saat semua lengah, anak muda yang menunjukkan jalan tadi ingin menyandra atau menyekap Hana agar membuat polisi dan kepala sekolah berhenti menyerang sehingga ini akan jadi kemenagan yang mudah bagi mereka.


Dia segera mengendap-endap dibelakangnya untuk menangkap Hana agar tidak berkutik lagi saat disekap. Saat mau dekat dengan lokasi Hana, ia langsung melompat kearah Hana tapi tiba-tiba ada kepala sekolah yang sudah ada didepannya entah bagaimana saking cepatnya ia sudah ada didepan.


"Eh..." anak muda tersebut terkejut.


Kepala sekolah langsung menangkap kepala anak muda tersebu dengan telapak tangannya guna menghentikannya. Setelah menangkap kepala anak muda tersebut dengan erat ia mencengkram kepalanya hingga ia tidak bisa bergerak.


"Adudududuhh, kenapa kamu bisa ada disini " tanya anak muda itu kesakitan dengan cengkraman erat pria tua tersebut.


"Hmmm, kau juga ngapain disini " tanya kepala sekolah balik.


"Itu bukan urusanmu kakek tua " anak muda itu memaksa melepaskan tangan pria tua tersebut.


Tapi bukannya lepas malah kepala sekolah mencengkram erat kepala anak muda tersebut. Hingga membuat anak muda tadi kesakitan tidak bisa bergerak memohon ampun. Hana hanya bisa terkejut melihat kekuatan sebenarnya dari kepala sekolah. Ia sekarang tau kenapa Ardi meminta bantuannya sekarang.


"Ampun kek, lepaskan sakit. Toleng lepaskan kekkkk " ucap anak muda tadi meminta belas kasian.


"Apa kamu sudah tau kesalahanmu." Ucap kepala sekolah bertanya.


"Iya kekkk, maafkan akuuu " ucap Anak muda tadi pasrah.


"Okelah kalau gitu. Aku lepaskan tapi ingat jangan diulangi " kepala sekolah memperingatkan.


Tapi itu hanya akal-akalan Anak muda tersebut untuk membohongi kepala sekolah sehingga ia bisa menyerang saat ia lengah.


(Kau pikir aku akan menyerah begitu saja kakek tua. Kau hanya kebetulan dapat menangkap kepalaku tadi. Jika saja kepalaku tidak engkau pegang maka mati kau saat ini. Aku harus cepat menyerangnya, dia hanyalah kakek tua yang lambat menyerang ) dalam hati anak muda merencanakan rencana busuk.


Kepala sekolah langsung melepaskan cengkraman tangannya dari anak muda tersebut. Setelah lepas sepenuhnya dengan cepat anak muda tersebut melanglah kedepan menuju kearah perutnya, ia mengeluarkan pukulan terkuatnya untuk segera menghabis kepala sekolah dengan sekali pukulan.


(Maafkan aku kakek tua. Jika sajakau tidak menghalangi makau kau bisa menikmati hidup dengan tenang ) dalam hati anak muda sambil mengeluarkan pukulannya.


Pukulan anak muda tersebut mengenai perutnya secara tepat. Hal itu membuat Hana terkejut karena serangan cepat itu.


"Kepala sekolah..." jerit sedikit dari Hana saking terkejutnya.


Sama dengan Hana anak muda tersebut juga terkejut secara tiba-tiba karena pukulan tercepatnya telah ditangkap oleh kepala sekolah dengan enteng.


"Ba...ba...bagaimana bisa kamu menangkap serangan tadi " anak muda tergagap takut.


"Itu terlalu muda bagiku, kau seribu tau lebih cepat untuk berhadapan denganku anak muda " ucap kepala sekolah tersenyum ramah sambil mengenggam erat tangan anak muda itu.


Hana sekarang jadi lega begitu juga dengan pimpinan polisi ia sempat melihatnya karena ia mendengar jeritan kecil Hana tadi. Jadi mau tidak mau ia harus melihatnya.Tapi sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kepala sekolah.