
Jason yang marah akhirnya mulai menyerang Pria tua tersebut dengan membabi buta. Awalnya Near dan Ardi mereka takut kalau Jason menjadi kalah.
Tapi setelah beberapa pukulan yang sudah ia layangkan kearah pria tua tersebut akhirnya ada yang kena. Tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Jason langsung menyerang lagi secara frontal hingga pria tua tersebut tidak terjatuh.
Masih dalam keadaan belum sadar Jason juga tidak menyiakan kesempatan itu juga, dengan serangan sekuat tenaga ia mulai berniat untuk menginjak perut pria tau itu hingga pingsan dan membalaskan apa yang sudah ia lakukan kepada Dodik.
Tapi saat ia menginjak kaki Pria tua tersebut, tampaknya pria tau tersebit masih sadar dan ia dengan kuat menahan kaki Jason. Saat itulah kesadaran Jason sedikit kembali, dirinya tampak ketakutan karena tidak biaa menang. Dirinya sudah pasrah untuk menghadapi kematian.
Melihat wajah putus asa Jason hal itu membuat Pria tua itu tersenyum licik. Sepertinya pria tua itu telah menduga kejadian ini.
"Hahaha, menarik. Sangat menarik melihatmu ketakutan semacam ini. Itu sangat membuatku sangat semangat " Pria tua tersebut tersenyum puas.
"Lepaskan, lepaskannn. " Jason berteriak putus asa untuk mencoba membuat pria tua itu melepaskannya.
Near dan Ardi tidak membiarkannya begitu saja. Tanpa basa basi mereka segera berlari menghampiri Jason yang sudah sangat ketakutan.
Pria tua itu langsung dengan cepat terbangun dan mulai berniat menghajar Jason dengan tangan kanannya yaitu dengan pukulan mematikan. Jason tidak bisa menghindar lagi karena tubuhnya sekarang masih dalam posisi mau jatuh. Dengan cepat pria tua melancarkan serangan kewajah Jason.
"Rasakannn ini. Sekarang mati satu lagi " Ucap pria tua itu dengan gembira sambil melancarkan serangannya.
Saat sudah mulai dekat dengan wajah Jason, pukulan pria tua itu semakin cepat. Jason sudah pasarh tidak kuat lagi, dai mulai memejamkan matanya.
Tapi tiba-tiba ada suara yang datang dari samping kirinya.
"Takkan aku biarkan " ucap Ardi menggertakkan giginya dan mulai melancarkan serangan dari samping pria tua itu.
Jason akhirnya membuka matanya dengan penuh harapan, dia melirik kesamping kiri. Dirinya sedikit ada sepercah harapan.
Dengan terpaksa akhirnya pria tua tersebut menghentikan serangannya dan menghindari serangan dari Ardi yang ada disampingnya. Dan pukulan yang seharusnya mengenai Jason sekarang ia layangkan dengan memukul kesamping. Sehingga pukulan Ardi berhenti dan jatuh kesamping karena saking kuatnya pukulan pria tua tersebut.
Tidak berhenti sampai itu pria tua itu dengan refleks yabg cepat, ia mulai memutar badannya dalam persekian detik dan mengganti posisinya dalam posisi melakukan tendangan berputar, guna menambah kekuatan serangannya.
(Hmm, tidak terpikirkan kalau dia akan menyerang dari sampingku tapi aku jauh lebih berpengalaman darimu. Maka aku tidak akan jatuh dengan pukulan seperti itu saja) dalam hati pria tua tersebut tersenyum sombong membanggakan kemampuan dan pengalamannya.
Tendangan pria tua itu mengarah kepada perut Jason sebelah kiri. Dengan kaki kiri sebagai tumpuan dan kaki kanan untuk menendang Jason. Pria tua tersebut sudah yakin dengan targetnya yang akan mampus.
(Eh, walaupun Ardi menyelamatkanku tapi tetap saja aku akan terkena tendangan ini dan pingsan. Niatku awalnya ingin membantu Ardi tapi keliatannya aku tidak bisa membantu lagi. Tapi memang aku sedikit berharap saat Ardi menyelamatkanku tapi hanya sampai ini saja perjuanganku. Maafkan aku Ardi...dan selamat tinggal harapanku.) Jason dalam hati sudah pasrah dan memlih untuk menutup matanya.
Saat ia sudah yakin dengan kekalahannya, secara tiba-tiba Jason merasakan ada seseorang yang menyentuhnya dipunggung. Perasaan ini seolah ia sedang mendorong Jason agar balik menyerang lagi. Merasakan perasaan seperti itu Jason membuka matanya terkejut.
Jason sedikit terkejut dan mulai tersenyum lagi mendengar kata-kata Near. Tanpa basa-basi lagi Near langsung melebarkan kaki kanannya kearah samping dengan kaki kiri sebagai tumpuan, dan mulai menyerang pria tia tersebut dengan melakukan tendangan menyamping.
Karena Near sedikit lebih cepat dari pada pria tua tersebut makanya serangan Near lebih kena dahulu dari pada tendangan pria tua tesebut. Tendangan Near mengenai perut pria tua tersebut sehingga tendangan pria tua itu untuk mengenai Jason jadi gagal.
(Sial aku tidak menduga kalau si tangan satu ini cepat gerakannya. Aku jadi tidak menyadarinya tadi. Apalagi aku tidak merasakan kehadirannta tadi. Sial aku terlalu ceroboh tapi, jangan remehkan aku. Aku tidak akan kalah dengan pukulan seperti ini) dalam hati Pria tua tersebut menyalahkan dirinya sendiri, tapi sepertinya ia masih mempunyai rencana untuk menyerang Jason lagi.
Jadinya pria tau tersebut jatuh kesamping karena tendangan keras Near. Tidak berhenti sampai sampai itu pria tua itu mencoba bangkit kembali sebelum mencampai tanah dengan cepat menggunakan tangannya sebagi tumpuan untuk berdiri, tidak usah repot-repot jatuh duhulu.
Berniat mau menyerang lagi, hal itu tidak dibiarkan oleh Ardi. Ardi yang mengetahui kalau pria tua tersebut masih tidak menyerah, dengan menjatuhkan dirinya ketanah ketempat pria tua itu akan jatuh.
Setelah jatuh mendorong dirinya untuk bisa ada dibawahnya ia langsung mendorong tubuh Pria tua tersebut dengan kedua kakinya agar tidak bisa melancarkan serangannya kembali kearah Jason.
Pria tua tersebut terkejut dengan kehadiran Ardi yang tiba-tiba dibawahnya. Karena saking terkejutnya Pria tua tidak bisa berfikir apa-apa lagi.
"Sekarang giliranmu Jason serangalah dengan serangan terkuatmu " Near mendorong tubuh Jason dengan tangan kirinya yang lemah.
"Iya terima kasih " Jason membuka mata membulatkan tekadnya dan mulai mengepalkan tangannya.
Jason langsung melancarkan serangan kepada pria tua tersebut dengan serangan terkuatnya. Pria tua tersebut tidak bisa berkutik lagi, dengan serangan Jason pria tua tersebut jatuh melayang kebelakang.
"Ini untuk Dodik dan Jarwooooo " teriak Jason dengan lantang.
************
Pria tua tersebut akhirnya jatuh juga kelantai. Setelah sekian lama mereka bermusuhan akhirnya mereka bisa membuat jatuh pria tua misterius.
Jason tersenyum bahagia karena dapat bisa mengalahkan pria tua tersebut dengan kedua tangannya.
"Akhirnya kita bisa mengalahkannya " ucap Jason sudah tidak kuat lagi dan mau jatuh kelantai.
Tapi ditahan oleh Near dan Ardi. Mereka tersenyum bahagia karena mereka dapat pulang dengan selamat.
"Kamu sudah berusaha keras ya Jason " ucap Ardi tersenyum.
"Iya, kamu sudah banyak membantu kami, terima kasih " Near tersenyum bahagia.
"Kalian...tidak aku yang seharusnya berterimakasih padamu. Terima kasih telah membantuku tadi " Jason dibopong oleh Near dan Ardi.