
Dalam perjalanan pulang Near dikagetkan dengan datangnya boss(preman 3), Near sekarang menjadi ketakutan setengah mati.
"Tidak ikut ya, sebaiknya kamu jangan lakukan itu. Karena apa, kamu ingin tahu. Hahaha, itu karena aku belum membalaskan dendamku padamu " ucap preman 3 itu dengan tertawa gilanya
Near yang medengar itu hanya bisa diam membeku. Keringat mengalir deras di tubuh Near.
"Kenapa kamu diam saja. Mana tipuan yang biasa kamu gunakan itu? Hahaha...tenang saja jangan khawatir, aku disini bukan mau membunuhmu tapi aku disini mau memperingatkanmu " ucap preman 3 dengan tersenyum
"Me..mem...memperingatkan hal apa?? " ucap Near yang sedari gemetar ketakutan
"hmmm... untuk acara yang diselenggarakan hari ini tepatnya malam ini " preman 3 itu mengitari Near
(Acara malam ini, apakah yang dimaksut itu adalah acara sekolah ) ucap Near dalam hati
"Bingo, itu adalah acara sekolahmu." Ucap preman 3 seolah dia sudah tahu yang dipikirkan Near
Near yang mendengar itu langsung terdiam.
"Jika kamu diam saja, aku anggap kamu pahan. karna jika kamu tidak datang...kaboom. sekolahmu jadi abu hahhaaaha(tertawa keras ),dan satu hal lagi jangan kamu bilang ini kepada polisi jika kamu ketahuan maka aku tak akan segan-segan hehehe" ucap preman 3 sambil tertawa gila dan berjalan pergi
Near menunduk mendengar itu dia tidak tahu harus apa. Dia hanya bisa melanjutkan pulang. Sesampainya dirumah.
"Selamat datang " ibunya menyambut
Near hanya diam berjalan kekamarnya. Near merebahkan dirinya sambil menutup mata dengan lengannya. Tiba-tiba dia meneteskan air matanya.
"Apa yang harus kulakukan, apa yang harus..." ucap Near sambil menangis
Ibunya yang mendengar itu hanya bisa terdiam dibalik pintu depan kamar Near dengan tatapan sedih.
******
Jam 4, waktu kurang 1 jam dari mulainya acara perkemahan
Near terbangun setelah menangis panjang. Dia beranjak dari kamar tidurnya, dengan linglung dia pergi ke gudang, dia membuka peti tempat liontin itu berada.
"Sepertinya kamu mau gunakan jam itu ya " ucap ibunya yang datang
Near menoleh ke ibunya. Ibunya dengan sedih sesegera datang dan memeluknya anaknya itu.
"Apakah dia mendatangimu?? " tanya ibunya
"He'em " Near hanya bisa mengangguk dalam pelukannya
"Apakah dia mengancammu " ucap ibunya
"he'em " Near mengangguk lagi sambil menahan tangis
"Apakah akan terjadi seseatu jika kamu tidak datang " tanya ibunya lagi
"He'em " Near mengangguk
"Pasti berat ya, maafkan ibumu ini tidak bisa membantumu. Maafkan ibumu ini yang melarangmu, karena aku melarangmu kamu bingung membuat pilihan " ucap ibunya sambil mengelus kepala putranya
"Bukan, bukan seperti ibu. Ibu tidak perlu minta maaf. Aku hanya ingin satu hal dari ibu. Yaitu ibu menyemangati aku menghadapi masalah ini " Near mengeluarkan air matanya sekali lagi dengan keras
"Aku akan selalu mendukungmu nak. Maafkan ibumu ini. saat itu aku terlalu khawatir sehingga aku melarangmu. Tapi ketika melihatmu mulai menangis, jika aku tetap melarangmu kamu pasti tak akan memaafkan dirimu sendiri nanti " ucap ibunya yang mulai menitihkan air mata
"He'emmm, preman itu bilanga akan terjadi menghancurkan sekolah itu jika aku tidak kesana...bagaimana, bagaimana, dan apa yang harus kulakukan ibu " ucap Near sambil menangis
Ibunya mengelus kepalanya dengan lembut.
"Ibu pun tidak tahu tapi ada satu hal yang akan kukatakan padamu nak. Turutilah kata hatimu, ibumu ini selalu mendukungmu dan mendoakanmu " ucap ibunya sambil mengecup kepala Near
******
Setelah Near mulai tenang. Dia mendapatkan izin ibunya untuk mengikuti acara itu tapi dengan syarat Near harus menjelaskan apa yang terjadi kepada ibunya. Near mulai menceritakan ketika dia bertemu dengan boss preman itu.
"Terima kasih ibu, telah mengizinkanku " ucap Near yang sedang bersiap-siap
Ibunya tersenyum memandangnya " Near lakukan yang terbaik dan janganlah kamu memaksakan dirimu, apapun yang terjadi nanti fokuslah kepada tujuanmu itu "
Near sempat melihat jam tangan yang dia ambil dari gudang,
"Kamu boleh memakai jam ini , asal hatimu sudah siap akan efeknya " ucap ibunya tegas
"He'em " ucap Near
Near akhirnya memutuskan untuk membawa jam itu. Dia pergi untuk berangkat ke acara itu dengan langkah yang berat.
"Dah ibu " salam Near membuka pintu
"Iya, ibumu ini akan selalu mendukungmu "
******
Near sekarang sudah sampai disekolah. Tampak ada yang mengawasi dari kejauhan.
"Boss dia sudah sampai " ucap salah satu anak buah yang mengintai
"Hahaha laporan yang bagus. sepertinya permainan akan dimulai. Inilah akibatnya jika kau sudah berurusan denganku " ucap preman 3
******
Near berdiri didepan gerbang sekolah mersakan angin yang berhembusan.
(hmmm(tersenyum kecil )...aku berada disini ya. jika kau(preman 3) berani menyakiti salah satu temanku. Aku tidak akan memaafkanmu) ucap Near yang memantabkan diri melawan preman 3
Near masuk dalam sekolah tampak banyak kerumunan kelas 1 yang sangat bersemangat menantikan acara. Dalam kerumunan itu ada Ardi bersama teman-temannya, segera Near menghampir Ardi dan mulai berbicara dalam kerumunan ramai itu.
"Kenapa kamu disini bukankah kamu bilang tidak akan ikut" tanya Ardi
"Sepertinya boss preman itu tahu bahwa kita ada disini. Sekarang mereka lagi mengawasi. Tadi dia menemuiku dan mengancamku jika aku tidak datang nanti ada sebuah bom meledak" ucap Near
"Hmm(tersenyum)...Sepertinya kau habis kesusahan memilih antara ikut atau tidak ya" Ardi tersenyum
"Hmm(tersenyum) jangan khawatirkan itu."
"Apa yang akan kamu rencanakan nanti " tanya Ardi
"Entahlah aku tidak tahu aku hanya menunggu para preman itu. Kamu harus waspada juga selain itu selalu jaga kanna ya "
"Jangan khawatirkan itu, kamu urus saja para preman itu "
"Hey Ardi.."
"Apa.."
"kenapa ya dalam keramaian ini aku merasa kesepian" ucap Near memandang langit
"Entahlah aku juga " Ardi hanya bisa tersenyum menjawab
Near berjalan pergi menghindari kerumunan itu.
*******
Jam 5 sudah tiba mulainya awal acara perkemahan ini dan juga mulainya para penjahat beraksi.
Murid kelas 1 mulai menyiapkan perengkapannya, Kanna tampak antusias dalam acara itu meskipun tidak ditunjukkan di wajahnya. Sedangkan Ardi dan Near masih kepikiran soal penjahat itu.
[Jam 8 dini hari]
acara tersebut masih berlanjut seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda pergerakan preman itu. Near dan Ardi mengawasi tempat sekitar yang mencurigakan
[Jam 11 dini hari ]
Waktunya para murid-murid tidur tapi tetap tidak ada pergerakan. Dimalam yang tenang itu Near dan Ardi tetap mengawasi sekitar. Saat murid tertidur tiba-tiba ada kegaduhan di tempat perempuan. Membuat mereka berdua segera beranjak pergi
"Kanna tidak ada, mungkin dia lagi kekamar mandi" ucap guru
"Tapi sudah lama sekali dia tidak kembali-kembali "