
Near masih heran(kenapa big bisa dikalahkan dengan begitu mudah bahkan jika kepala sekolah menggunakan senjata bukankah dia seharusnya masih bisa bergerak melawan karena pertarungan mereka tidak begitu lama)
Near akhirnya sadar dengan rencana licik boss penjahat. "Hey kakek cepat segera kau menyingkir dari sana. Cepattt " teriak Near yang masih tidak bergerak memperingatkan kepala sekolah.
Boss penjahat tiba-tiba tersenyum licik dalam keterpurukannya. "Sekarang saatnya "
Kepala sekolah menoleh kearah Near berada. Dia bingung dengan apa yang dibicarakan Near. Sehingga dia tetap diam disana.
Keterdiaman kepala sekolah membuat Big dengan bebas melancarkan pukulan kearah perut kepala sekolah menggunakan kekuatan penuh.[bugg..]
"Ouch...." pukukan big yang keras membuat kepala sekolah tersentak membuka mulutnya terkejut dengan rasa sakit.
Kepala sekolah dengan memegang perutnya, dia jatuh melayang kebelakang. Big segera berdiri setelah memberikan pukulan itu dan kembali kesisi bosnya. Big percaya diri bahwa pukulannya itu tidak akan bisa membuat kepala sekolah bangkit kembali minimal beberapa jam.
"Hahaha...bagus Big. Kamu melakukan seperti yang sudah kuajarkan kepadamu. Inilah akibatnya jika berhaapan denganku " tawa bos penjahat penuh kemenangan
"Hei kakek tua apakah kamu tidak apa-apa "teriak Near khawatir mendengar suara pukulan yang keras.
Tapi teriakan Near tidak dijawab oleh kepala sekolah. Kepala sekolah sekarang masih shock dengan apa yang terjadi pada perutnya yang terkena pukulan keras big. Apalagi kepala sekolah tersebut sudah tua, jadi sekarang dia tidak bisa melakukan apapun.
"Hei kakek. Apakah kamu bisa mendengarku." Teriak lagi Near memastikan.
Tetap saja tidak ada jawaban dari kepala sekolah. Bos penjahat dengan tawa jahatnya lagi mulai mengejek.
"Hahahh, dia tidak akan menjawabmu. Karena dia terkena pukulan keras big ini. Kamu tahu tidak ada yang pernah lolos ketika sudah terkena pukulan big."
"Siall..kenapa kamu bermain licik dengan orang yang sudah tua. Jika kau ingin bermain lagi maka tunggu aku saja " teriak Near frustasi dengan kelicikan boss penjahat yang tidak ada habis-habisnya.
"Hahaha, aku adalah orabg yang tidak memandang umur untuk menjadi licik. Apalagi aku sudah melihat dirinya menghajar habis-habisan anak buahku. Tapi tenang saja aku akan cepat mengakhiri ini "
Boss penjahat selangkah demi selangkah maju mendekati tubuh kepala sekolah yang sudah tidak berdaya itu.
"Apa yang mau kau lakukan hah. Dia tidak ada kaitannya dengan masalah kita " teriak Near takut terjadi apa -apa pada kepala sekolah.
"Hohoho tenang saja aku akan mengurusmu juga kok tapi setelah aku mengurus dia" bos penjahat jongkok memandang rendah kepala sekolah.
Near mencoba menggerakan tubuhnya untuk bangkit menyelamatkan kepala sekolah tapi Near tetap tidak bisa karena tubuhnya sudah penuh dengan luka dan memar."siall..."
*******
"Hmm(tersenyum sinis)... kau bilang bahwa aku harus menyerah. Aku akan balik kata itu sekarang, karena kaulah yang harusnya menyerah " boss penjahat menatap sinis kepala sekolah.
Dengan penuh amarah dia menarik lengannya mengambil persiapan untuk menghajar lagi kepala sekolah tersebut.
"Hei kau jangan lakukan itu. Hei kau boss penjahat berhentilah " teruak Near mencoba membuat bos penjahat berhenti.
Tapi perkataan Near tidak dia dengarkan karena sekarang lengannya sudah penuh niatan untuk menghabisi kepala sekolah.
"Rasakan ini.." boss penjahat melacarkan pukulan kearah wajah kepala sekolah.
"Hei..." teriak Near masih mencoba menghentikan didetik-detik akhir.
Tapi tepat sebelum mengenai wajah kepala sekolah tiba-tiba tangan boss penjahat dihentikan oleh seseorang.
Bos penjahat terkejut dengan tangannya yang dihentikan. "Kenapa kamu menghentikanku.." dengan kesal mau memarahi orang yang sudah menghentikan serangannya.
Tapi kemarahan yang mau dia ucapkan terhenti karena bos penjahat tau bahwa yang sekarang dihadapannya adalah seorang polisi dengan melihatnya saja.
Tidak bisa berdikiran jernih bos penjahat langsung melayangkan tinjunya ke pimpinan polisi agar tangannya dilepas."lepaskan aku.."
Tapi kecepatan pukulan bos penjahat tidak ada apa-apanya bagi pimpinan polisi. Sebelum tepat mengenai wajahnya pimpinan polisi, dengan cepat pimpinan melontarkan pukulan yang membuat boss penjahat terjatuh kebelakang sebelum pukulannya mengenai wajah pimpinan.
Pukulan keras pimpinan polisi membuat bos penjahat jatuh berguling kebelakang berkali-kali sampai dia jatuh dengan posisi tengkurap.
"Sepertinya aku salah orang yah. Masa bos bisa dikalahkan semudah ini " provokasi pimpinan kepada bos penjahat agar dia tidak membuat renacana licik.
"Sialll... beraninya kau meremehkanku polisi " teriak kesal boss penjahat sambil mengelap hidungnya yang berdarah.
Near menjadi bingung karena tiba tiba tempat itu menjadi ramai saja.
*******
Tepat dibelakang pimpinan polisi ada seseorang yang datang terlambat yaitu Ardi yang sedang kelelahan habis berlari.
"Maaf terlambat memberikan bantuan " teriak Ardi dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"Hahaha kamu lemah sekali ya " ejek pimpinan polisi agar suasananya menjadi cerah.
Near sekarang paham akan situasinya setelah mendengar suara Ardi."kamu lama sekali " teriak Near menangis karena sekarang sudah aman.
Ardi mendengar suara yang sudah tidak terasa asing ditelinganya. Dengan ceoat dia mencari sumber suara itu. Ditemukanlah Near yang tergeletak tak berdaya dalam gedung itu.
"Near..." Ardi terkejut dengan kondisi Near yang sudah babak belur.
Ardi langsung berlari dengan ceoat mau menyelamatkan Near. Tapi boss penjahat tidak membiarkan hal itu.
Boss penjahat berdiri mau menghentikan Ardi menyelamatkan Near. Tapi rencana itu gagal karena pimpinan polisi tidak membiarkan bos penjahat bergerak bebas.
Ketika boss penjahat berlari mau menghentikan Ardi. Tiba-tiba pimpinan dengan cepat sudah ada didepannya untuk menghentikan rencana boss penjahat.
Tidak membiarkan lewat dengan sekuat tenaga pimpinan polisi memukul keras dagu bos penjahat sampai membuatnya meloncat kebelakang.
"Ouch..." boss penjahat terkejut menerima pukulan keras seperti itu.
Ardi sekarang berada ditempat Near berada.
"Near... apakah kamu tidak apa-apa " tanya Ardi khawatir melihat Near yang sudah penuh luka.
"Aduh(kesakitan)...kamu terlambat Ardi " Near tersenyum agar Ardi tidak terlalu khawatir.
"Iya. Maafkan aku terlambat " Ardi tersenyum senang tidak terjadi hal kritis.
********
Boss penjahat jatuh pingsan sama seperti apa yang telah dilalui dengan kepala sekolah.
(apa yang telah terjadi disini mengapa ada bebapa orang pinysan disini. Apakah ini ulah boss penjahat.. tidak mungkin dia akan menyerang anak buahnya sendiri) pimpinan polisi terkejut melihat banyak orang yang terjatuh pingsan.
Pimpinan polisi masih bingung dengan keadaanya sekarang. Apalagi dalam orang yang pingsan itu juga ada seorang pria tua atau kepala sekolah.
Masih berfikir tentang apa yang sudah terjadi. Tiba-tiba entah kenapa ada seseorang dengan nafas berat mengepal tangannya. Terlihat seseorang itu sedang marah sambil melihat kearah pimpinan.