REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 121



Near, Ardi dan Jason. Masih melawan pria tua tersebut dengan segenap tenaga hingga mereka aendiri juga baak belur. Karena saking kuatnya pria tua tersebut bagi mereka.


Untuk Dodik ia sekarang pingsan karena harus melindungi bosnya yaitu Jason dari serangan pria tua tersebut yang mana serangannya membuat Dodik dan Jason terpental sangat jauh kebelakang.


Melihat anak buahnya yang mengorbankan dirinya untuk melindunginya apalagi Dodik terlihat kesakitan sehingga tanpa sadar. Jaso jadi sangat marah dan maju mulai menyerang Pria tua tersebut sendirian dengan brutal.


Dia menyerang ia secara membabi buta. Tapi karena serangan itulah ia dapat mengenai pria tua tersebut, tidak menyiakan kesempatan ini ia melanjutkan serangannya kearah wajahnya hingga pria tua tersebut jatuh.


Tapi kejadian selanjutnya tidak terduga saat Jason mau menendang perut pria tua tersebut dengan cepat pria tua itu menahan hanya dengan tangannya. Sontak hal itu megmbuat Jason jadi sadar dan ketakutan. Ia mulai menarik kakinya untuk lari, tapi sia-sia saja karena pria tua itu terlalu kuat.


Pria tua tersebut langsung menforing kakinya Jason hingga ia terlihat melayang kebelakang. Dengan posisi Jason masih diudara. Pria tau tersebut berdiri dan menyerang wajahnya.


Tapi dihentikan oleh Ardi yang mencoba menyerang dari samping kanan. Karena pengalamannya banyak dengan cepat pria tua tersebut menghajar Ardi dan beralih kearah menyerang perut Jason yaitu menggunakan kaki.


Tapi hal itu juga dihentikan oleh Nee ia menyerang secara tiba-tiba dibelakang Jason hingga pria tua tersebut tidak bisa menangkisnya lagi.


Near berbalik menendamganya sekuat tenaga dan ditahan oleh Ardi lalu dihajar sekuat tenaga oleh Jason hingga pria tua tersebut jatuh pingsan dan tidak berkutik.


Mereka akhirnya bisa tersenyum lega dan memilih untuk membawa Dodik pergi. Tapi saat mau pergi pria tua tersebut bangun lagi dan terlihat ia berjalan sempoyongan seolah sedang melihat zombie.


Mereka bertiga berjalan mundur dengan ketakutan. Ardi yang melihat temannya sudah tidak kuat lagi bertarung ia memajukan diri untuk membuat pria tua tersebut pingsan.


Tapi serangannya tidak kena semua karena pria tua tersenut menghindari semua serangannya dalam sekejap mata. Tapi entah kenapa disatu kesempatan serangan Ardi mengenai wajah pria tua tersebut.


Tapi pria tua tersebut juga memukul perut Ardi secara tiba-tiba hingga membuat Jason dan Near yang tersenyum jadi terkejut karena pria tua tersebut ternyata masih sadar.


Tidak berhenti begitu saja, Pria tua tersebut terus menyerang perut Ardi secara terus menerus hingga Ardi sudah terlihat tidak kuat lagi menahannya. Dengan serangan terakhirnya pria tua itu memukul dagunya keatas, hingga Ardi melompat karena saking kuatnya pukulan itu.


"Sial " gunam Near kesal katena tidak bisa apa-apa.


Karena sekarang Near sedang membopong Jason makanya ia tidak bisa datang membantu seperti sebelumnya. Setelah Ardi sudah kelihatan Jatuh pria tua itu melihat Near dan Jason yang masih berada jauh.


Dia tesenyum licik seolah ini sudah ia rencanakan sejak tadi. Dengan secara peraan ia bersiul sambil berjaan kearah Jason dan Near.


"Aku takjub kalian bisa melawan aku sampai seperti ini. Tapi itu hanya kebetulan saja karena kalian akan mati semuanya. Hehehe " ucap pria tua tersebut.


Near dan Jason secara refleks mereka memilih untuk melangkah mundur demi menghindari pertarungan sebisa mungkin dan menunggu bantuan akan datang.


"Kalian mau kemana hah. Tidak ada jalan keluar lagi sekarang. Hahaha. Jadi kita percepat saja kekalahan kalian ini oke " ucap Pria tua itu dengan tersenyum bersemangat.


"Bagus, kalian harus raku seperti ini baru enak untuk dipukuli. Hahaha " Pria tua itu mau bersiap untuk berlari mengejar mereka berdua.


Tapi saat mau berlari sekuat tenaga entah kenapa pria tua tersebut malah jatuh kedepan dengan posisi tengkurap, wajahnya terkena lantai dahulu sehingga membuatnya semakin kesakitan.


Near dan Jason terkejut melihat pria tua tersebut jatuh seprti itu. Tapi setelah melihat lebih teliti lagi ternyata ada Ardi yang mengenggam kaki Pria tua itu saat mau mengejar Near dan Jason.


Tampaknya Ardi masih belum menyerah dengan menghambat pria tua itu. Pria tua itu malu dan semakin kesal dengan Ardi sehingga segera berbalik melihat Ardi dengan geram.


"Jangan melihat kesana, kamu masih ada urusan denganku disini " Ardi mengenggam erat kaki pria tua tersebut untuk mencegahnya mendatangi mereka.


"Kamuuuu, " pria tua itu geram dan sangat marah kepada Ardi.


"Jangan kau apa-apakan teman-temanku " Ardi kesakitan dengan susah payah ia menahan pria tua tersebut.


Near dan Jason terharu dengan pengorbanan Ardi mereka tidak kuat untuk menahan tangisnya karena melihat perjuangan Ardi.


"Ardi sudah cukup kamu berhenti saja. Kamu sudah terlihat babak belur gitu lebih baik kamu diam saja nanti tambah parah. Dia biar kami yang urus jadi jangan memaksakan dirumu lebih dari ini. Kumohon " teriak Near berharap Ardi melepaskan kaki pria tua tersebut


"Tidak, sudah terlanjur aku babak belur macam gini. Jadi lebih baik kalian berdua lari saja. Aku akan menahannya jadi pergilah " Ucap Ardi memperat gengaman dikaki pria tua tersebut.


"Hehehe, sepertinya kamu mempunyai teman yang baik disisimu ya. Sebaiknya kamu dengarkan ucapan mereka. Apa kamu tau kalau kau tidak bisa menahan aku kan " tawa pria tua tersebut mengejek.


"Aku tau itu tapi demi mereka aku akan menahanmu sebisa mungkin. Aku tidak ingin lari lagi " ucap Ardi menyakinkan dirinya.


"Membosankan, aa satu hal yang ingin kuberi tahu kepadamu. Kalau kau tidak bisa menahanku lebih lama dari ini " pria tua tersebut dengan kuatnya ia menarik kakinya.


Tapi tidak sesuai dugaanya, ia kira dirinya dapat menarik kakinya dengan mudah. Eh tapi ternyata sulit, ia mengira jika Ardi sudah babak belur dan tidak bertenaga lagi maka ia dengan mudah melepaskan genggaman Ardi.


"Kalian semua larilah " teriak Ardi dengan putus asa.


"Hmm, julukan sang legenda bukan hanya omong kosong saja. Kau bisa menahan aku sekuat ini padahal tubuhmu babak belur begitu. Inilah hormatku kepadamu, aku akan serang kamu dengan sekuat tenaga. " pria tua tersebut tersenyum.


Mereka berdua tidak bisa meninggalkan Ardi begitu saja. Apalagi jika ia lari maka ia tidak bisa tepat waktu karena ia harus membawa Jason yang masih lemah karena pertarungan itu.


Tapi tiba-tiba pria tua tersebut dapat berdiri dengan teraenyum. Hal itu sontak membuat mereka berdua kehilangan harapannya. Mereka berdua melihat kearah Ardi, yang terlihat Ardi sudah jatuh tidak sadarkan diri ditempatnya.