REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 112



Ardi dan Near sekarang sedang berhadapan dengan Jarwo dan anak buahnya. Setelah beberapa kali hampir kalah melawan Jarwo dan anak buahnya, Near dan Ardi sekarang telah mencampai babak akhir melawan Jarwo in the geng.


Near dan Ardi mau mengeluarkan senjata rahasianya untuk melawan Jarwo beserta anak buahnya dalam pertarungan terakhir ini. Mereka berdua akan melawan dengan sekuat tenaga karena jika mereka tidak melawan sekarang mungkin mereka berdua akan kalah.


Hal itu bisa dilihat Ardi dan Near stamina mereka berkurang drastis daripada para anggota Jarwo. Memang tidak bisa mengelak lagi karena Ardi dan Jarwo berhadapan cukup lama.


Apalagi dikelompok Ardi mereka hanya berdua saja yang melawan kelompok Jarwo sedangkan kelompok Jarwo sangat banyak sehibgga mereka bisa mengurangi penghabisan stamina mereka.


Tapi...setelah merasakan adanya bau kemenangan. Bau kemenangan itu hilang dalam sekejap saat Jarwo bertepuk tangan ditengah pertarungan mereka yang menegangkan dan tersenyum licik.


Ternyata Jarwo sudah merencanakan rencana busuk untuk melawan Near dan Ardi. Ia sengaja membiarkan ke-10 anggota lain untuk beristirahat sebagai senjata rahasia dan ke-5 anggota mencegah polisi agar datang terlambat.


Sekarang Ardi dan Near sudah tidak bisa mengharapkan apapun lagi. Bahkan kalau Near menggunkan kedua tangan belum tentu mereka akan menang.


(Sial, apa yang harus aku lakukan lari. Tidak sepertinya kita tidak bisa lari karena pintunya dijaga oleh anak buahnya) dalam hati Near saking bingungnya ia tidak bisa memikirkan apapun saat ini.


"Dasar licikkkk " gunam Ardi kesal.


"Oke lihat wajah kesal kalian, itu membuatku semangat sekali. Hahhaha....tanpa basa-basi lagi kita mulai pertarungannya. Hehehe " Jarwo tertawa kecil penuh kemenangan.


*************


"Apakah kau tidak malu akan dilihat oleh kamera melawan kami dengan cara licik seperti ini " ucap Near kesal karena salah memperhitungkan kalau Jarwo tidak licik seperti ini.


"Hohoho, tenang saja. Itu bisa kita edit nanti. Asalkan ada bukti kalian babak belur, mereka pasti akan percaya dan takut dengan kami. Tidak usah lama-lama. Ayo kita singkat saja rasa sakitmu itu " Jarwo tersenyum licik.


Jarwo memberikan tanda agar semua anak buahnya menyerang Ardi dan Near secara bersamaan. Seluruh anggotanya langsung menuruti permintaannya dan maju bersiap menyerang Ardi dan Near.


"Sialll, aku tidak menfuga Jarwo akan selicik ini. Near apakah kamu masih sanggup." Tanya Ardi kesal.


"Tidak usah tanyakan itu. Bahkan jika aku tidak sanggup apakah mereka akan menyerah begitu saja." Near menempelkan punggungnya dipunggung Ardi.


"Iya betul juga ya. Sekarang tidak ada pilihan lain." Ardi tersenyum sambil menempelkan punggungnya juga.


Sekarang mereka saling mengawasi bagian belakang satu sama lain.


"Jangan terlalu jauh. Jika mereka menjauh tidak usah hiraukan." Nasehat Ardi.


*************


Anggota Jarwo menyerang Ardi dan Near secara bersamaan. Tapi tiba-tiba ada seseorang memanggil Jarwo dari pintu gedung


"Jarwo..."


Jarwo berbalik melihat siapa yang memanggilnya tadi. Terasa suara itu tidak asing ditelinganya. Dan benar ternyata suara itu berasal dari mantan pimpinan gengnya dahulu.


"Boss, bagaimana kamu bisa ada disini " tanya Jarwo gelagapan


"Ohhh itu aku dengar ada suara ribut-ribut disini jadi aku datang kesini karena penasaran. Tapi ternyata ada kamu disini, apa yang kamu lakukan disini. Sudah lama ya kita tidak bertemu " ucap mantan pimpinan geng Jarwo dulu.


"Ohhh disini kami hanya datang untuk melihat-lihat tempat ini. Jadi ayo kita keluar disini biar, teman-temanku ini yang melihat tempat ini. Apalagi kita sudah tidak lama bertemu ayo kita pergi " Jarwo berbohong agar pimpinannya itu pergi.


"Sudah kubilang jangan panggil alu bos lagi. Aku kan bukan bosmu sekarang, kamu bisa panggil Jason sekarang. Tapi siapa temanmu bolehkah aku kenal temanmu " ucap Jason melirik kebelakang Jarwo.


"Ohhh itu bisa nanti atau lain kali. Tapi sekarang kita harus pergi dari sini, mereka sedang latihan pentas untuk drama sekolah " Jarwo mencoba berbohong karena jika Jason(mantan bos) tau kalau ia lagi bertarung dengan Ardi pasti Jason akan menentangnya.


"Ohhh oke kalau gitu maaf telah menganggumu tadi " Ucap Jason didorong oleh Jarwo pergi keluar.


*************


Disaat semua anggota terdiam termasuk Ardi dan Near. Mereka semua terdiam melihat boss Jarwo yang tampak ketakutan dengan kehadiran orang itu.


Melihat kesempatan kalau Jarwo tampak takut, dengan segala cara ia berteriak dengan keras.


"HEYYYYY. TOLONG KAMI, KAMI PERLU BANTUANMU. KAMI SEDANG DIKEROYOK DISINI "


"Eh, siapa tadi " ucap Jason heran dan penasaran mau lihat kebelakang lagi.


"Ah itu mereka sedang lanjutkan latihan." Jarwo berbohong lagi.


"KALIAN LANJUTKAN, AKU AKAN PERGI SEBENTAR " teriak Jarwo kepada anggotanya mencoba agar Jason tidak melihat kebelakang