REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 146



Besok harinya


Ardi diperbolehkan untuk datang kesekolah. Dipagi harinya Ardi dengan malas membuka matanya.


"Hahhhh(menghela nafas), waktunya sekolah. Jadi waktu tidur-tidurannya selesai. " ucap Ardi ditempat tidurnya.


Dengan lambat Ardi mencoba untuk bangun. Dia menatap lama keluar jendela.


"Sudah lama sekali, sejak aku melihat pemandangan ini dan sudah lama aku tidak merasakan perasaan malas untuk berangkat sekolah " Ardi tersenyum kecil.


**************


"Aku berangkat " Ardi pamit dengan kedua orang tuanya.


"Iya hati-hati " ucap ibunya yang mendengar anaknya mau berangkat sekolah.


Didalam perjalanan Ardi tampak memperlambat langkahnya agar tidak terlalu cepat sampai sekolah. Didalam hatinya ia masih ragu-ragu untuk bertemu teman-teman dalam sekolahannya. Ia masih memikirkan bagaimana ia akan bertemu dengan teman sekelasnya.


Ardi berkali kali menghela nafas frustasi dengan perasaanya itu. Dia menendang kerikil yang ada dijalan dengan malas.


***********


Sesudah sampai disekolah Ardi langsung pergi kekelasnya untuk bertemu dengan teman sekelasnya. Saat sudah mau dekat dengan kelas Ardi mengambil nafas panjang dan mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja


Dengan tenang Ardi memasuki kelas, saat itu mata semua langsung tertuju kepada Ardi. Ardi berniat acuh tapi tak bisa. Karena saat Ardi masuk kekelas tiba-tiba semua histeris karena mereka semua mengkhawatirkan Ardi.


Mereka berlari dan memeluk Ardi. Mereka semua senang karena Ardi baik-baik saja. Mereka semua bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan Ardi.


Ternyata kabar Ardi yang melawan segerombolan anak nakal itu telah telah tersebar secara tak sengaja. Entah apa yang membuat berita itu tersebar tapi mereka hanya tidak mengenal Near.


"Aku mendengar kalau kau dibantu oleh 3 orang. Kami mengenal 2 orang lainnya tapi siapa satunya kami tidak mengenal siapa dia dan lupa namanya." Tanya teman sekelas secara tiba-tiba.


"Iya siapa dia. Aku lupa namanya " teman lainnya membenarkan.


Ardi tersenyum sedih karena Near tidak bisa diingat oleh teman lainnya.


"Eeeehhh, baiklah kalau kau gak mau bicara. Tapi bagaimana kalau kita pulang nanti pergi kemana untuk merayakan sembuhnya Ardi " ucap salah satu teman sekelasnya dengan semangat.


Semua setuju untuk pergi bersama Ardi. Melihat hal itu Ardi tersenyum karena mereka masih ingat tentang dirinya.


*************


Waktu istirahat telah datang


Teman sekelas Ardi mau mencoba bertanya lanjut tentang bagaimana Ardi melawan anak nakal itu. Tapi Ardi menolaknya, Ardi beralasan kalau ia masih ada urusan dengan guru.


"Eeehhh, kalau gitu besok jangan lupa ceritain betapa kerennya dirimu "


"Eh iya " ucap Ardi pasrah


Dengan terburu-buru ia pergi keluar kelas. Ia berlari kearah belakang sekolah dengan tersenyum dan khawatir. Ia ingat kalau ia masih harus mengumpulkan satu anggota lagi untuk bisa menggunakan ruangan belalang sekolah.


Dengan perasaan khawatir ia mulai dekat dengan ruangan belakang sekolah. Terlihat dari kejauhan ada Near dan Kanna berdiri menunggunya.


"Lama sekali " ucap Near kepada Ardi.


"Maaf " Ardi tersenyum senang.


"Sudah-sudah jangan bertengkar dia kan baru sembuh " ucap Kanna menghentikan pertengkaran mereka.


"Jadi apakah kalian menemukan anggota barunya " tanya Ardi khawatir


"Tenang saja anggota barunya sudah ada dibelakangmu kok " Near menunjuk kearah belakang.


Ardi berbalik dan ia sedikit terkejut kalau Hana sudah ada dibelakangnya.


"Eh....." Ardi menatapnya tidak percaya.