
"Eh, tidak saya hanya ingin bisa jadi lebih kuat dan melindungi mereka. Karena kemarin aku tidak bisa melindungi mereka berdua sehingga Kanna jadi masuk kerumah sakit " ucap Near kembali menunduk dengan sedih.
"Tenang saja mereka semua sudah tertangkap jadi kamu tidak perlu meninggalkan temanmu " ucap kepala sekolah enggan untuk mengajari Near.
"Memang mereka sudah tertangkap tapi bisa saja kami akan mengalami situasi yang sama seperti sebelumnya " ucap Near ngotot mau diajari bela diri.
"Untuk kamu tidak perlu balajar bela diri. Kamu bisa memanggil polisi nanti jika disituasi yang sama seperti sebelumnya. Lagian dilihat dari tubuhmu kau kurang cocok untuk belajar bela diri" Kepala sekolah langsung berbicara terus terang.
Mendengar hal itu Near tidak bisa menjawab lagi. Hatinya terasa sakit karena ia tidak bisa belajar bela diri. Dan semua orang tidak mau mengajarinya.
"Ooh gitu, hahaha(senyum dipaksakan). Aku memang tidak cocok untuk belajar bela diri ya. Ya mau gimanal agi kalau sang ahlinya bilang aku tidak cocok. Maaf menganggmu pak, aku pergi dulu " ucap Near pasrah dan berbalik pergin
Saat berbalik Near tidak bisa menyembunyikan rasa tangisnya. Ditahan suara tangisanya, air mata Near terus menetes seiring Near melangkah pergi.
(Emang aku tidak pantas untuk belajar, aku juga tidak pantas untuk berteman, gara-gara aku Kanna jadi masuk rumah sakit lagi.) Near menangis tersedu-sedu.
"Hahhhhhh...apa hanya ini saja keberanianmu. Jika kau berniat belajar bela diri seharusnya kau lebih memaksaku. " ucap Kepala sekolah setelah melihat Near dari belakang yang tampak sedih.
"Eh.." Near terkejut dengan ucapan kepala sekolah barusan.
"Besok pukul 5 pagi kau harus ada disini. Akan aku tunggu, jangan sampai telat " Kepal sekolah mengingatkan.
Mendengar hal itu Near sangat terkejut dan berbalik melihat kepala sekolah.
"Apa bapak serius, mau melatihku " Near tidak menyangka kalau kepala sekolah menerimanya.
"Iyaaa, sudah jangan nagis lagi. Tuh hapus air matamu itu " kepala sekolah menyerahkan sekotak tisu agar Near bisa menghapus air matanya.
"Terima kasih pak, saya akan brrangkat pagi-pagi sekali lagi " Near tersenyum cerah.
"Tapi ingat jangan kau gunakan kekuatan ini untuk kekerasan." Kepala sekolah mengingatkan.
"Iya pak saja janji " Near menunduk berjanji.
[Bel masuk pelajaran berbunyi ]
Near pamit untuk segera mengikuti pelajaran dan masuk kekelas.
"Sudah pak saya pergi dulu. " Near pergi dan menutup pintu ruangan kepala sekolah.
"Hahhhhh, jika dia mungkin akan baik-baik saja. Melihat dia menyerah begitu. Entah apa yang terjadi jika aku ridak menerimanya tadi " kepala sekolah memegang kepalanya pusing.
***********
Esok harinya.
Seperti janji sebelumnya Near sudah datang sebelum pukul 5 dan tempat itu sepi sekali. Tapi tidal lama kemudian kepala seklah datang dengan memakai pakain formal.
Mereka akhirnya memulai dengan pemanasan terlebih dahulu. Kepala sekolah mengajar dengan kerat Near hingga ia pingsan tidak bisa menerima pengajaran lagi.
Beberapa hari melatih dirinya hanya menggunakan tangan kiri yaitu dengan mengangkat beban berat hanya mengunakan tangan kiri.
Mula-mula ia hanya mengangkat beban ringan dan ia lari lebih mudah dari sebelumnya. Tapi setelah berganti hari beban dikakinya dan tangan kirinya ditambah sehingga ia sedikit kesusahan saat berlari, begitu juga dengan mengangkat beban.
**************
Selain itu Near juga melatih sedikit tangan kananya dengan menggunakan beban ringan. Hal itu bertujuan agar tangan kanannya tidak cidera dan tangannya juga tidak kalah kuat dengan tangan kirinya.
Sehingga ia bisa bertarung dengan kondisi seperti itu.
"Oke kalau gitu ikuti aku, " Kepala sekolah menunjukkan beberapa pukulan yang mematikan.
"Oke " Tapi ketika Near mencoba hal itu bahkan tidak terlihat sakit.
"Oke teruskan gerakan itu " Kepala sekolah sejenak berfikir untuk membuat cara agar Near bisa membuat lawannya merasakan pukulannya.
Karena dilihat dari sebelumnya saat Near memukul menggunakan tangan kiri, pukulannya tetap tidak keliatan menyakitkan.
(Apa yang harus dilakukan yaaa. Dilihat dari kenyataanya ia tidak bisa memukul dengan kuat. Apa ini karena Near menggunakan tangan kiri, makanya ia tidak terbiasa. Apa yang harus kulakukan agar lawan bisa merasakan pukulan Near) dalam hati kepala sekolah memikirkan agar pukulan Near menjadi mematikan.
***************
Setelah beberapa saat Near melancarkan pukulan yang diajarkan oleh kepala sekolah, dia mengulanginya beberapa kali dan entah kenapa saat kepala sekolah melihatnya. Pukulan Near jadi semakin cepat.
"Tunggu..." Kepala sekolah terkejut dan terpikirkan sebuah ide.
Near menghentikan latihannya dan melihat kepala sekolah yang memghentikannya.
"Emmm " Near kebingungan kenapa kepala sekolah menghentikannya.
**************
Coba kamu pukul ini dengan pukulan tadi tapi kali ini lebih cepat dari sebelumnya. Near bingung dengan maksut kepala sekolah. Tapi Near tetap menuruti perkataan kepala sekolah dan memukul karung yang dibawa oleh kepala sekolah tadi.
Near memukul seperti sebelumnya, tapi sekarang pukulannya malah melambat.
"Teruss, pukul itu terus " kepala sekolah mencoba membuat Near memukul dengan cepat.
***************
Dan hasilnya ia bisa memukul dengan cepat dari sebelumnya. Pukulannya semakin cepat seiring ia memukul.
"Terus pukul karung itu, dan rasakan perasaan pukulan cepat seperti. Mulai sekarang kamu harus memukul dengan cepat seperti ini setiap pagi " kepala sekolah mengarahkan Near.
(Bagus dengan ini kita bisa buat pukulan Near semakin cepat sehingga lawan bisa pingsan dengan pukulannya ) dalam hati kepala sekolah tersenyum melihat pukulan Near yang cepat.
***************
Hari-hari telah berlalu dan Near maaih memukul karung itu dengan cepat seperti ajaran yang telah diajarkan kepala sekolah.
Semula ia terlihat terbiasa dengan itu tapi lama kelamaan setelah hari berlalu. Near semakin bosan dan pegal ditangan kirinya karena terus memukul karung itu.
"Hahhhhh, pak istirahat dahulu pak. Tanganku audah mati rasa ini " ucap Near dengan nafas yang tidak beraturan.
"Oke akan aku beri istirahat lima menit " tegas kepala sekolah.
"Ehhhhh, tambahlah sedikit. Tapi buat apa sih latihan ini. Memang ini untuk membiasakan aku menggunakan tangan kiri dan membuat lawan ko. Tapi apa harus begini...." ucap Near tergeletak dilantai lapangan.
"Apa maksutmu " tanya kepala sekolah.
"Emmm. Maksutku bagaimana kalau aku melawan orang banyak sedangkan kondisiku seperti ini. Mungkin dengan tangan kiri ini aku bisa menghadapi dua atau tiga orang tapi tidak selebihnya. Apakah bapak ada saran jika aku menghadapi mereka " tanya Near mulai duduk kembali dan berharap.
Kepala sekolah jadi sedikit serius dan mulai memikirkan seseatu.