REPEATING TIME

REPEATING TIME
Diantara Orang Licik



Anak buahnya menghampiri bossnya, khawatir bila terjadi seseatu dengan boss."apakah anda tidak apa-apa boss "


"Bagaimana kamu tahu trik yang kumainkan ini.." tanya boss penjahat sambil menyingkirkan tangan anak buahnya yang menyentuh dirinya khawatir.


Bos para penjahat bertanya-tanya kenapa Near bisa tahu hal itu padahal belum ada yang mengalahkannya sejauh ini dalam permainan batu, gunting, kertas.


"Cara yang kau gunakan saat ini sangat mudah bahkan anak kecil tahu akan trik ini." Near mengejek boss tersebut.


Salah satu anak buahnya tidak terima ketika bossnya diejek seperti anak kecil.


Segera dia beranjak mau membukam mulut Near, tapi sebelum beranjak bos itu sudah menghentikannya terlebih dahulu karena bossnya penasaran dengan penjelasan Near akan triknya. "Tunggu kita dengarkan penjelasanya lebih dulu"


Anak buahnya hanya bisa menuruti perkataan bossnya dan segera duduk."i..iya bos "


"Pada awalnya aku tidak tahu dan bingung kenapa kita harus menggengam kerikil saat mengeluarkan batu padahal kita bisa saja tidak menggunakannya. Terlebih lagi dengan peraturan aneh lainnya" ucap Near menjelaskan


Boss penjahat dan anak buahnya mendengarkan secara seksama penjelasan Near.


"Saat aku menentukan pilihan pertamaku, saat itulah aku baru menyadarinya ketika aku mencari kerikil yang kecil dalam kantung itu " Near memungut kantong yang dibuangnya dan menunjukkan kantong hitam itu.


"kenapa dengan kantung dan kerikil itu. Apakah ada hubungannya dengan trik boss" tanya anak buahnya penjahat tersebut yang ikut penasaran rahasia bosnya selalu menang permainan ini.


"Ini juga mau dijelaskan...jangan memotong pembicaraan. Dengarkan saja " Near kesal karena tiba-tiba anak buah penjahat itu memotobg pembicaraan.


"Huuuu...diam saja sana " sorak teman anak buah penjahat yang bertanya tadi sambil melempar kerikil disekitar pada anak buah yang bertanya tadi.


Anak buahnya malu mendapati sorakan tersebut sehingga dia menutupi mukanya. Sedangakan boss penjahat tersebut hanya bisa diam ketika triknya terbongkar semua oleh Near.


"Bisa dilihat dari kantong ini. Jika kalian memilih batu maka otomatis kalian akan mencari kerikil tersebut. Saat itulah aku menyadarinya, saat mencari kerikil yang sangat kecil itu nampak tanganku yang sedang mencarinya kan " Near menunjukkan tangannya yang kelihatan diluar kantong sedang mencari kerikil.


******


"Jika saja aku tidak memilih batu maka tidak akan terlihat sedang mencari kerikil tersebut dilihat dari luar. Itulah keuntungan boss yang pertama apalagi dia memiliki keuntungan yang lain yaitu dia memilih setelah aku "


"Ohhh.." anak buahnya baru paham yang terjadi.


"Keuntungan kedua yang dimiliki boss kalian yaitu peraturan jika kami sama-sama mengeluarkan antara batu, gunting, dan kertas maka aku akan kalah "


"Tanpa dijelaskan kami sudah tahu itu " anak buah yang bertanya tadi memoting ucapan Near sehingga membuat teman penjahat yang lain marah karena sedang asik-asiknya mendengarkan.


Tanpa pikir panjang lagi teman penjahat tersebut segera menggotongnya dan mengeluarkan penjahat yang bertanya tersebut. Tangannya diikat dengan tali dan mulutnya dilakban.


Near terkejut dengan apa yang dilakukan anak buah boss itu kepada temannya.


"Okee... siap tidak ada gangguan " anak buahnya mengacungkan jempolnya tanda masalah terselesaikan dan segera duduk kembali mendengarkan Near menjelaskannya.


"Ketika boss kalian telah mengetahui bahwa aku tidak memilih batu dengan melihatnya. Maka boss kalian tinggal pilih gunting karena aku pasti akan kalah karena jika aku memilih kertas maka boss kalian tetap menang dan ini juga berlaku jika aku memilih gunting."


"Ta..ta..tapi kenapa kamu bisa mengeluarkan batu saat terakhir tadi padahal aku tidak melihat kamu sedang mencari kerikil itu dalam kantung. Dan kamu juga memilihnya cepat jadi kamu pasti tidak ada waktu untuk segera mengambilnya " tanya bos penjahat itu masih tidak percaya dengan hasilnya.


"Memang jika aku mengambilnya akan kelihatan. Tapi bagaimana jika aku mengambil tanpa pemberitahuanmu " Near tersenyum memberikan teka-teki.


"Kami melihatmu secara terus menerus tanpa berpaling dalam permainan tadi. Jadi haruanya kami nisa melihatmu jika kamu sedang mengambil ditengah jeda permainan tadi "


"Aku tidak bilang mengambil ditengah permainan. tapi aku hanya bilang bahwa aku mengambilnya tanpa pemberitahuanmu saja "


Boss dan anak buah penjahat itu semakin kebingungan dengan penjelasan Near. Karena kapan dia mengambil kerikil tersebut jika tidak dijeda permainan.


"Aku mengambil kerikil itu pada ronde pertama... diawal permainan ini dimulai" senyum licik Near tidak pudar diwajahnya.


"Aku tadi melihatmu membuang kerikil dalam ronde pertama tadi.. mana mungkin kamu menyimpannya" ucap boss penjahat yang melihat secara jelas bahwa kerikil itu telah dibuang bahkan anak buahnya menyetujui bossnya bahwa Near tadi sempat membuang kerikil setelah kekalahannya.


"Oooh itu....hal itu mungkin terjadi karena aku mengambil dua kerikil dalam kantung secara bersamaan pada ronde pertama. Jadi aku hanya membuang satu kerikil dan yang satunya lagi aku genggam terus sampai pada ronde tiga" ucap Near


*******


"Satu kerikil dalam kantung itu tidak aku ambil untuk mengelabui kalian agar kalian percaya bahwa aku sedang tidak memilih batu karena berat dalam kantung akan kerasa ringan jika aku menggunakan semuanya. Dan aku memilih cepat agar boss kalian percaya bahwa aku benar-benar tidak memilih batu." Ucap Near penuh kebanggaan dengan rencananya.


Near sembari menatap bossnya dengan tajam dia berkata "jika kau ingin bertanding tentang siapa yang licik maka kau salah jika memilih aku. Karena aku adalah orang yang paling licik, menurutku"


[clap...clap...clap] bossnya berdiri tepuk tangan kagum dengan rencana Near diikuti oleh anak buahnya.


"Aku mengagumi rencanamu sesuai janji. Maka kami akan melepaskanmu"


"Tapi boss.."anak buahnya tidak percaya dengan apa yang baru diucapkan bossnya karena mereka sudah susah payah menangkap Near tapi dilepaskan begitu saja.


"Cukuup.." bossnya membentak menyuruh anak buahnya berhenti merajuk.


Anak buahnya seketika berhenti membeku saat dibentak bossnya.


"Maafkan anak buahku tadi, seperti yang kami bilang kami akan menepati janji. Tapi kamu juga harus menepati janjimu itu. Sekarang cepat ceritakan jebakanmu itu " boss penjahat itu tersenyum hangat mendengarkan lagi.


(Ayolah kita hanya perlu mendengarkan apa jebakan yang telah kau siapkan dan kami akan segera menghabisimu tanpa ampun) Dalam hati boss penjahat itu masih menyimpan dendamnya kepada Near.


Boss penjahat itu sebenarnya tidak terlalu menghiraukan hasil ronde ketiga. Karena dirinya hanya perlu memenangkan pertandingan ronde kedua agar bisa mendengar Near menceritakan jebakannya itu.


Sehingga para penjahat bisa dengan bebas menghampiri Near dan menghabisinya tanpa ampun.


"Emm...itu " Near tampak.ragu untuk menceritakannya atau tidak. Tapi keraguan itu tiba-tiba hilang dan membuat Near kembali memasang wajah licik.