
Di masa SMP.
Ardi dan Hana saat itu adalah teman sekelas. Saat itu Ardi sudah terkenal dengan ketampanannya, banyak orang yang mengangguminya.
Tapi Hana tidak terlalu memperdulikan sekitarnya, karena ia adalah orang biasa. Maka dengan hidup tenang-tenang saja tentu itu akan membuat ia akan bahagia.
************
Hidup mereka saling berjauhan hingga takdir yang membuat Hana menjadi memperhatikannya.
Dalam suatu hari sepulang sekolah Hana selalu sendirian. Tetapi saat itu ia menemukan seseorang anak nakal yang sedang merokok didalam kelas yang sepi.
Hana yang melihat itu sebenarnya tidak begitu memperdulikan dengan apa yang mereka lakukan. Hana pulang kerumah tidak menghiraukan mereka.
Tapi anak nakal tadi yang berisikan 3 orang itu terlanjur sudah melihat Hana.
"Hei, hei ada orang tadi " Tampak salah satu anak nakal tadi melihat-lihat bila ada seseorang yang datang dan ia menemukan Hana yang lewat tadi.
"Apa, benarkah ada orang tadi " temannya terkejut takut bila orang tuanya akan dipanggil.
"Tali kelihatannya ia tidak melihat kesini " jawab teman yang lainnya.
"Itu kalau ia benar-benar tidak melihat kesini. Tapi bagaimana kalau ia benar-benar melihat kesini" curiga teman yang mengintai tadi.
"Benar juga sih kalau itu. Bisa gawat jika ia lapor keguru-guru nanti kita dikeluarkan nanti." ucap temannya berfikir negatif.
"Jadi bagaimana ini apakah kita harus menangkapnya " saran salah satu anak nakal tadi.
"Benar itu, sepertinya tidak ada pilihan lain selain membungkamnya " jawab teman yang lain.
"Ayo cepat sebelum ia berjalan lebih jauh lagi." Salah satu anak nakal tadi memimpin operasi penangkapan Hana.
"Iya tunggu sebentar nih " teman yang lain mengikuti dari belakang sambil mematikan rokok yang sudah dihisabnya.
Mereka bertiga mengendap-ngendap dari belakang dengan cepat mau menangkap Hana.
Sedangkan Hana yang berjalan dengan santainya. Tiba-tiba ia merasakan kalau ada seseorang dibelakangnya.
Padahal waktu Sekolah sangat sepi karena sudah sore dan semua anak sudah pulang. Tapi dikeheningan ia merasa mendengar suara langkah jejak kaki yang mengikutinya.
Merasa ada tidak enak Hana dengan cepat menengok kebelakang." Siapa disana " bentak Hana ketakutan.
Tapi tidak ada siapa-siapa disana karena anak nakal tadi dengan cepat bersembunyi dalam sebuah kelas yang masih terbuka.
"Mungkin hanya perasaanku saja. Atau tadi benar-benar ada yang mengikutiku " gunan Kanna pelan merasa tidak enak.
Hana melanjutkan jalannya dan menganggap bahwa tadi itu hanya perasaanya saja."Haduh sepertinya aku tadi sedang tidak enak badan "
Hana sudah berbalik, ini adalah kesempatan untuk anak nakal tadi untuk menyergap Hana dari belakang. Salah satu memimpin mengintruksi agar langsung mendekat sebelum Hana menjauh.
*************
Hana merasakan perasaan yang tidak enak kembali. Entah kenapa badannya merinding dan ketakutan. Merasa sekarang benar-benar ada seseorang dibelakangnya Hana langsung mempercepat jalannya.
Untuk ketiga anak nakal tadi yang melihat jalan Hana semakin cepat. Membuat mereka tidak ada pilihan lain selain menangkapnya dengan cepat.
Karena pemikiran mereka(anak nakal), mereka pikir kalau Hana sudah mengetahui kalau sedang diikuti. Makanya sebelum Hana lari mereka menangkapnya dahulu.
Dengan cepat tanggap mereka menangkap Hana dan membungkam mulutnya agar tidak berteriak.
Hana yang ditangkap itu hanya bisa mencoba memberontak. Tapi apa daya karena merak bertiga sedangkan dirinya hanya seorang makanya ia tidak bisa lari.
*************
Hana langsung dibawa kesuatu kelas yang terdekat agar bisa membuat mereka mengancam Hana nanti, agar tidak dilaporkan keguru kalau mereka merokok tadi.
"Hmmm " Hana mencoba melawan.
Tapi apa daya Hana tidak bisa melawan mereka, meskipun terus melawan. Kekuatan Hana hanya membuat mereka tertawa.
"Tenang saja ini tidak akan lama,hahaha " tawa salah satu anak nakal.
Hana hanya pasrah tidak tahu apa yang akan terjadi dengan dirinya. Dia mulai menangis sedih, memikirkan apa yang terjadi dengan dirinya nanti.
(Seseorang tolong aku kumohon ) dalam hati Hana berharap.
***********
Setelah dibawa kedalam kelas. Dibelang sendiri. Mereka mulai melepaskan sekapan Hana.
"Siapa kalian dan mau apa denganku " teriak Hana ketakutan.
"Jangan pura-pura tidak tahu hah." Bentak salah satu anak nakal.
Hana menjadi terdiam karena karena bentakan tadi. Ia semakin ketakutan dan gemetaran dikelilingi anak nakal.
"Kami sudah tahu kalau kau ini akan melaporkan kepada guru. Kalau kami merokok tadi, jangan pikir kami akan terbodohi dengan tipu dayamu " Salah satu anak nakal tadi memberitahukan alasan kenapa Hana disekap.
"Aku tidak akan memberitahu orang lain. Aku hanya ingin pergi saja. Jadi biarkan aku pergi." Hana sangat putus asa untuk bisa pergi keluar.
"Hah jangan pikir kami akan terbodohi dengan tipumu " anak nakal tadi membanting kursi yang ada dibelakangnya dengan marah.
Kursi yang jatuh itu membuat suara yang keras. Dan suara keras itu membuat Hana menutup matanya, semakin ketakutan karena gertakan anak nakal tadi.
*************
"Maafkan aku, aku janji tidak akan beritahu orang lain. Jadi biarkan aku pergi " Hana memohon sambil menangis
"Hahhhh, kamu pikir kita akan percaya begitu saja. Orang sepertimu ini tidak akan jera jika tidak diberi hukuman." Ucap salah satu anak nakal .
"Hei berikan aku sapu itu " suruh anak nakal keteman satunya.
"Siappp " jawab senang.
"Eh, aku mohon maafkan aku " Hana beranjak berdiri, berniat melarikan diri saat satu orang pergi mengambil sapu.
Tapi usahanya sia-sia karena kedua orang itu terlalu kuat bagi Hana. Mencoba melarikan diri, Hana malah makin jatuh tersungkur kebelakang.
"Tolong...tolong..." teriak Hana putus asa.
************
"Sia-sia saja kamu berteriak, karena dijam segini tidak ada orang." Anak nakal tadi sudah diberi sapu.
"Aku mohon jangan pukul aku. Aku janji tidak akan bilang siapapun." Hana memohon dengan putus asa.
"Sudah terlambat, menyesallah karena telah pulang telat." Anak nakal tadi bersiap-siap akan melayangkan sapu itu untuk memukul Hana.
"Rasakan ini " salah satu anak nakal tadi menarik lengannya bersiap memukul Hana.
"TOLONGGGG" Hana berteriak ketakutan.
(Aku mohon seseorang tolong lah aku ) Hana berharap dalam hati seorang pahlawan datang menyelamatkannya.
*************
Tapi pukulan itu tidak datang-datang juga. Karena takut Hana menutup matanya, jadi ia tidak tahu kondisi sekarang.
Tapi dalam mata tertutup itu Hana mendengar suara seseorang yang kesakitan karena jatuh. Tapi karena masih takut ia tidak berani membuka matanya.
(Apa yang terjadi, kok tidak ada pukulan sama sekali. Apakah terjadi sesuatu. Apakaah aku perlu membuka mataku ) Hana bertanya-tanya dalam dirinya.
"Kamu boleh membuka matamu kok " terdengar suara lembut dari seseorang yang membuat hati Hana tenang.