
Mereka bertiga melompat learah Ardi secara bersamaan agar kombo mereka bisa membuat Ardi jatuh.
Tapi hal itu membuat mereka harus kearah yang sama sehingga saat sudah dekat kearah Ardi, mereka saling bertubrukan diudara yanh membuat mereka jadi tidak bisa melancarkan serangan lagi kearah Ardi dan merekapun jatuh dengan kesakitan.
"Aduhhhh..kenapa kalian ikut aku menyerang." Ucap salah satu anggota menyalahkan yang lain.
"Maaf aku tidak tau kalau kau akan melompat " Maaf anggota lain melas.
Sedangkan satu anggotanya hanya bisa terdiam menerima rasa sakit itu.
**************
Ardi terkejut dengan kebidohan mereka yang menyerang dirinya secara bersamaan.
Daing kagetnya ia sampai melupakan soal kondisi Near sekarang. Tapi ada teriakan dari Jarwo yang membuat ia segera sadar bahwa kondisi Near sekarang dalam bahaya.
Dengan cepat ia menoleh kearah Near. Tampak Near sudah tergeletak ditanah dengan Jarwi sudah bersiap menginjakkan kakinya dikepala Near dengan keras.
Jarwo masih belum menyadari kalau Ardi sudah tau kondisi Near sekarang hampir tidak bisa diselamatkan.
Jarwo melancarkan serangan kearah kepala Near dengan menggunakan kakinya. Dengan dilihat oleh anak buah yang lain, anggotanya sangat semangat melihat kemenangan bos Jarwo melawan tangan kanan Ardi sang legenda.
(Sialll aku lengah, kupikir aku bisa membantu Ardi sekarang tanpa meninggalkan mereka tapi aku salah, sepertinya aku tidak bisa membantumu lagi Ardi. Semoga kau selamat keluar dari sini dan maafkan aku. Begitu juga dengan guru. ) Near dalam hati pasrah kalau ia benar-benar akan pingsan sekarang.
**************
Jarak mereka sedikit jauh sekarang, hal itulah yang membuat Ardi tidak bisa menyelamatkan Near sekarang dengan tepat waktu dan tampak Jarwo sudah menyerang Near dengan kakinya.
(Siallll, aku tidak bisa menyelamatkan Near lagi. Ini seperti waktu itu, aku tidak bisa menyelamatkan Near lagi. Ini semua salahku, jika aku lebih kuat dan kuat lagi. Near tidak akan mengalami ini. Lebih cepatlah kakikuuuuuu) Ardi berlari sangat kencang yang ia bisa.
Karena Jarwo membuat Near tersudut dan tak mau Near harus mundur menjauh dari Ardi. Sehingga Ardi tidak bisa datang menyelamatkan Near dengan tepat waktu itu.
Dan inilah kemenangan Jarwo dengan keras ia langsung melancarkan serangan terkuatnya.
"Hyaaaaaaaa " Jarwo menginjakkan kainya dengan keras.
***************
Ardi yang berlari dengan keras walau sudah sedikit dekat tapi ia tidak bisa datang tepat waktu. Dan ia menyadari kalau ia tidak bisa menyelamatkan Near sekarang.
(Waktu, jika aku menyadari lebih awal tadi Near mungin bisa diselamatkan. Siallll, Near jangan keliatan pasrah begitu dong) Ardi melihat Near yang menutup matanya dan keliatan pasrah.
(Melihat kamu yanv pasrah begini membuatku semakin merasa bersalah. Aku mohon selamatkan Nearrrr, aku mohon agar aku bisa berteman dengannya lagi dan bercanda dengannya) dalam hati Ardi mengingat kenangannya selalu bersama sebagai teman.
"Sialll......Nearrrrrrrr bangkitlahhhh " Ardi berteriak putus asa sambil berharap terjadi keajaiban.
************
Teriakan Ardi tidak membuat Jarwo menghentikan serangannya malahan ia semakin mempercepatnya. Hibgga hanya Near sendiri yang bisa menghentikannya.
Near mendengar teriakan Near dan ia sangat terkejut. Ia langsung membuka matanya terbelalak karena didepannya ada sebuah sepatu yang mengarah kepadanya.
Reflek Near menghinari sepatu itu atau lebih tepatnya ia menghindari serangan Jarwo barusan. Dengan menggeser sedikit kepalanya kesamping agar tidak terkena serangan Jarwo.
**************
Tampak Jarwo terasa sakit karena kakinya hanya menginjak lantai bukan Near. Dan itu membuat semua seisi ruangan itu kaget karena padahal sudah sangat tipis Near mau kena. Eh tapi malah tidak kena sehingga menimbulkan kehebohan yang melihatnya.
"Sepertinya aku juga tidak bisa membiarkan Ardi bertarung senderian melawan kalian semua" ucap Near tersenyum tenang.
Melihat senyum tenang Near hal itu menbuat Jarwo kesal dengan cepatnya ia menngangkat kakinya lagi dan menginjak kepala Near dengan cepat untuk membuat Near pingsan.
"Boss hati-hati." Teriak anggotanya memperingatkan bos Jarwo.
Tapi ingatan itu tidak didengarkan dan dengan cepat ia mau menyerang Near lagi. Dan hal itu tidak dibiarkan Ardi karena jarak mereka sudah dekat sehingga Ardi bisa dengan cepat menyerang Jarwo.
"Kau kira aku akan membiarkan ini terjadi lagi Hahhh " Ardi menendang kakinya Jarwo yang mana bagian yang sama yabg ditendang Near waktu pertama kali datang.
Ardi menendang kaki Jarwo dan menghajar muka Jarwo dengan keras dan mendorongnya kearah anggotanya agar mereka tidak dapat menyerangnya karena ikut jatuh menerima Jarwo dan hal itu ia gunakan untuk melihat kondisi Near sekarang.
"Near apakah kamu baik-baik saja " Ardi mengulurkan lengannya untuk menolong Near.
Tampak Ardi mengkhawatirkan Near yang terjatuh. Near melihat Ardi yang berdiri didepannya dan mulai terharu.
Near mulai menutup matanya menggunakan lengannya. Ardi terkejut melihat Near menutup matanya, ia khawatir kalau terjadi seseatu apa-apa dengan Near.
"Eh, kenapa kamu menangis. Apakah ada seseatu yang terjadi " Ardi semakin khawatir dengan Near.
Near tersenyum dan masih menutup matanya.
"Bukan bodoh, aku hanya takut kalau aku tidak bisa membantumu lagi. Dan sepertinya hal itu benar-benar tidak terjadi. Aku sangat bersyukur untuk itu "
**************
Jarwo terjatuh sekali lagi sama seperti Near menyelamatkan Ardi tadi. Bedanya sekarang anak buahnya yang berada dibawah.
"Aduhhhhh " ketiga anak buahnya jatuh kesakitan saat menerima Jarwo.
Sedangkan Jarwo ia baik-baik saja karena sekarang jatuhnya beralaskan anak buahnya itu. Segera bangkit agar anak buahnya tidak sakit.
Ketiga anak buahnya yang melawan Ardi tadi langsung menghampiri bos mereka.
"Apakah bos tidak apa-apa " tanya anak buahnya
"Tenang saja kali ini aku baik-baik saja " Jarwo dengan tenang memerhatikan Ardi.
"Maaf boss kami tidak bisa bisa mengalahkan Ardi boss. Karena ia terlalu kuat" ucap anak buahnya melas.
"Tidak apa-apa, dengan ini rencana rahasia kita akan berlanjut. Tunggu saja sampai mereka kalah dan era Ardi diwilayah ini akan hilang." Ucap Jarwo tersenyum licik.
"Siap boss " anak buahnya semangat menyambut era baru.
**************
Ardi tersenyum mendengar hal itu, sekali lagi Ardi menjulurkan lenganmya kearah Near.
"Aku juga seperti dirimu yang takut tidak bisa membantumu juga nanti. Jadi sekali lagi kita akan saling bekerja sama untuk melawan mereka, temanku "
"Hmm(tersenyum)....kalau gitu sekali lagi kita serang mereka dengan kekuatan penuh. Kalau gitu apakah kekuatanmu masih ada" Near menangkap lengan Ardi dan mulai berdiri membersihkan dirinya.
"Hahaha, kamu pikir aku siapa yang menyerah begitu saja. Aku masih memiliki senjata rahasia tau." Ardi juga bersiap bertarung melawan mereka.
"Aku juga memiliki senjata rahasia juga tau " Near menyombongkan dirinya.