
Hari-hari mulai kembali seperti biasanya. Dengan Kanna yang sudah mulai berubah, sekarang ia bisa berinteraksi dengan orang-orang. Kanna juga sudah sembuh, Sekarang dia bisa mengingat tanpa harus menulis dibuku hariannya. Dan sekarang Kanna bisa didekati siapapun tidak seperti dulu.
Andi juga sudah mulai berubah, sekarang ia sudah agak ceria daripada sebelumnya. Karena telah menyelesaikan kesalahpahaman nya, sekarang ia menjadi sedikit lebih dekat dengan Kanna dan Andi yang sekarang selalu mengikuti kemanapun Kanna pergi. Karena bersama terus, mereka sempat dikira pasangan kekasih.
Untuk Ardi, ia masih sama saja seperti dulu. Tidak ada yang berubah, ia masih saja malas seperti biasanya.
Sedangkan untuk Hana, ia juga mulai bisa berbicara dengan teman-temannya dikelas. Dengan bantuan Ardi dan sedikit dorongan dari Kanna. Hana sekarang jadi sedikit lebih berani.
Untuk klub persahabatan, klub tersebut masih tetap dijalankan dengan Ardi sebagai ketua nya, dan ada Andi sebagai anggota baru. Sekarang mereka berempat ( Ardi, Kanna, Hana dan Andi) sudah menyelesaikan masalah yang ada diantara mereka dan sudah berkembang dalam berteman.
****************
Sekarang sudah 1 tahun lebih sejak Near menghilang.
Sekarang mereka berempat sudah lulus SMA. Dan hari ini adalah hari terakhir mereka melaksanakan upacara kelulusan disekolah. Dihari terakhir mereka bersekolah ini banyak yang menangis dan bahagia. Mereka saling mengambil foto untuk terkahir mereka bersekolah.
Seperti biasa, Andi, Ardi dan Kanna populer dikelasnya. Jadi mereka banyak diajak foto bersama untuk tidak kehilangan momen bersama mereka. Begitupun dengan Hana, karena dekat dengan Ardi tanpa disengaja ia juga terseret untuk diajak foto bersama.
(Hana yang sekarang berbeda dengan yang dulu, ia sekarang banyak menunjukkan senyuman nya. Semoga ini jadi kenangan terbaik nya ) ucap Ardi dalam hati.
***********
Setelah berfoto cukup lama, mereka akhirnya berkumpul diruangan klub persahabatan untuk terakhir kalinya. Disana sudah bersih tersisa hanya sebuah rak buku dan beberapa meja dan kursi karena barang-barang lainnya sudah dibereskan karena ruangan klub sudah tidak digunakan lagi.
"Sudah tidak ada barang-barangnya. " Ucap Hana sedih
"Mau bagaimana lagi. Kita kan sudah berjanji untuk tidak merekut anggota baru, jadi tidak ada yang meneruskan klub dan juga ruangan ini akan dipakai oleh klub lain. " Ucap Andi mengingat kan.
Mereka berempat memutuskan untuk tidak merekut anggota lagi karena mereka takut akan banyak anggota yang bergabung. Apalagi banyak anggota yang populer, jadi mereka memutuskan hal tersebut. Selain itu mereka juga ingin tempat tersebut sebagai tempat rahasia mereka dan tidak ingin diketahui oleh orang lain.
"Tidak terasa ya, kita sudah lulus dari sekolah ini " ucap Kanna tersenyum sedih.
"Iya, melihat ruangan ini. Mengingatkan ku akan pertama kali masuk keruangan ini " ucap Ardi
"Iya " balas Hana.
"Baiklah, ayo kita foto bersama untuk kegiatan terakhir kita disini. Diklub persahabatan ini " ucap Andi sambil memegang handphone nya.
Setelah lama berfoto dan berbicara, akhirnya Ardi menyampaikan pidato akhirnya sebagai ketua klub.
"Baiklah pada akhirnya kita akan berpisah dengan ruangan ini. Pada awalnya aku dan Kanna bertemu diluar ruangan ini dan entah kenapa setelah beberapa kejadian aku bertemu dengan Hana lalu kami membentuk klub ini dan bertemu dengan Andi. Walaupun terjadi banyak masalah tapi kita menghadapi itu bersama, sudah banyak kenangan kita disini tidak terhitung banyaknya. Jadi sebuah ketua klub aku ingin mengucapkan terima kasih sudah menjadi anggota klub ini. " Ucap Ardi menundukkan kepalanya.
"Kami juga berterima kasih. Karena klub ini kami bisa menghilang kesalahpahaman, mendapatkan teman dan kenangan yang tidak terlupakan. Aku berharap kalian bisa diterima dikampus pilihan kalian. Oleh karena itu terima kasih semuanya dan selamat tinggal " ucap Kanna menunduk juga diikuti
****************
Beberapa tahun setelahnya
Kanna masuk kedalam kampus, ia bertemu dengan Ardi dan Hana. Mereka bertiga ternyata secara kebetulan masuk kedalam kampus yang sama. Oleh karena itu mereka senang dan akhirnya membentuk klub kecil-kecilan disana.
"Kamu terlambat Kanna " ucap Ardi yang kesal menunggu daritadi.
"Maaf-maaf, aku ada urusan tadi " ucap Kanna tertawa canggung.
"Sudahlah, jangan bertengkar. Ini Kanna bukumu " ucap Hana memberikannya.
"Bagaimana bisa bukumu bisa masuk kedalam tas nya " ucap Ardi heran.
"Hahaha, entah lah aku juga tidak tau. Tau-tau aja sudah ada disana. " Ucap Kanna
"Sudahlah kita pergi. Kamu ada kelas kan, kami tunggu diruang klub. Jadi jangan sampai lupa " ucap Ardi pergi dengan Hana.
"Iya tenang saja" ucap Kanna.
***********
Sekarang Andi sedang kuliah diluar negeri. Ia baru aja keluar dari kelasnya, tampak disana ia juga banyak yang menyukainya. Hal itu terlihat banyak yang mengajaknya untuk pergi bersenang-senang.
Malam udah berlalu, sekarang mereka pulang kerumah masing-masing. Begitupun dengan Andi ia pulang bareng dengan kedua teman cowok nya.
"Enaknya jadi Andi banyak yang suka " ucap salah satu teman nya tiba-tiba.
"Iya tuh, tidak seperti kita yang jones ini " ucap salah satu temannya sedih.
"Hahaha " Andi hanya bisa tersenyum kecil.
"Hei Andi aku penasaran soal ini. Pasti kamu tidak pernah ditolak cewek ya. Pasti enak banget hidupmu " ucap salah satu temannya berteriak menangis.
Tiba-tiba Andi teringat ketika dulu saat Kanna tahu kebenarannya dari Nita.
--------Flashback -----------
Sore harinya ia memutuskan untuk berbicara dengannya. Awalnya Andi hanya ingin berbicara saja dengan tapi ketika mengetahui Kanna sudah ingat semuanya. Entah kenapa ada perasaan egois yang ada dirinya.
"Kumohon jadilah pacarku, aku berjanji akan membahagiakan mu " ucap Ardi menyerahkan kalungnya yang ia ingin berikan dulu
Kanna tidak menjawab, ia tampak kebingungan tidak tahu harus berbuat apa-apa.
"Kamu jangan terburu buru begitu. Aku akan menunggu jawaban mu entah kapan itu. "
"Aku tidak mau. Aku menolaknya " ucap Kanna tegas.
"Eh, kenapa. Apakah itu karena banyak yang menentang. Tapi itukan dulu, mereka belum mengerti. Sekarang teman sekelas kita sudah dewasa dan banyak juga yang mendukung ini" ucap Andi bertanya tanya.
"Tidak bukan itu. Aku tidak mempermasalahkan mereka, dan walaupun aku menemui mu saat masih kecil dulu. Jawaban ku tetap sama, kamu hanya kuanggap sebagai teman berhargai " ucap Kanna
Andi jadi menunduk sedih....
"Hmmm, kau jahat sekali ya terus terang banget " ucap Andi tersenyum sedih.
"Ehh, maafkan aku. Aku hanya tidak ingin memberimu harapan. Aku hanya ingin tidak terjadi kesalahpahaman lagi, aku ingin menjawab secara tegas mulai sekarang. "
Tidak terasa hari udah agak gelap, dan tiba-tiba ada pengumuman untuk berkumpul dilapangan untuk acara api unggun.
"Kita pergi kesana " ajak Kanna.
"Baiklah " ucap Andi menerima ajakannya.
Saat mereka pergi bersama suasananya agak canggung.
"Apakah kamu menyukai seseorang " tanya Andi secara tiba-tiba.
"Eh, enggak " ucap Kanna dengan panik.
"Hmm(tersenyum), keliatannya sekali kamu berbohong " ucap Andi
"Ehhh, sudah kubilang aku enggak menyukai seseorang " ucap Kanna dengan kesal.
"Sudah kubilang bukan " ucap Kanna kesal dan pergi dengan cepat.
"Hahaha, maaf Kanna " ucap Andi sambil mengejarnya.
Flashback end
"Aku sudah pernah ditolak seseorang kok " ucap Andi tersenyum biasa saja.
"Ehhhhhhhh" mereka berdua sama-sama terkejut nya.
"Bagaimana kamu bisa ditolak, siapa cewek itu. Apakah dia cantik, kenapa kamu bisa ditolak " tanya kedua temannya secara bergantian .
"Rahasia " ucap Andi sambil tersenyum
"Ehhhhhh, pelit " kedua temannya merajuk.
************
Beberapa jam kemudian
Akhirnya Kanna sudah selesai kelasnya dan hendak pergi keruangan klub. Tapi secara tidak sengaja ia telah menabrak seseorang dan keduanya menjatuhkan bukunya masing-masing.
Setelah mereka berdua jatuh bersama-sama. Mereka akhirnya berdiri untuk mengambil barang nya masing-masing.
"Maafkan aku, maafkan aku maafkan aku " ucap laki-laki yang telah menabrak Kanna, laki-laki tersebut bicara dengan gugup.
"Ah enggak papa kok. Aku juga seharusnya minta maaf soalnya aku melamun juga tadi. " Ucap Kanna yang terlalu fokus mengambil barang nya takut ada yang hilang.
Setelah ia mengambil barang-barangnya, ia mulai membantu laki-laki tadi untuk mengumpulkan barangnya juga. Tapi saat merapikan berang laki-laki tersebut ia mulai menemukan barang yang tidak asing didekatnya yaitu sebuah jam antik. Tanpa sadar ia mengambil jam antik yang terasa familiar itu.....
"Ah maaf itu punyaku, itu jam peninggalan orang tauku." Ucap laki-laki itu.
Setelah melihat jam antik itu, ia baru sadar kalau yang menabraknya adalah Near yang berubah penampilan. Near yang dilihatnya sekarang agak seperti pendiam, penyendiri dan malu berbicara dengan orang lain.
Melihat Near, tanpa sadar Kanna memeluknya secara tiba-tiba. Near langsung terkejut dan mau melepaskan nya. Tapi ia tampak tidak tahu harus bagaimana dan akhirnya ia pasrah karena Kanna menangis.
"Bodoh, kemana saja kamu ini. Sudah lama aku mencari mu " ucap Kanna sedih.
"Eh, aku tidak mengerti apa yang kamu maksud. Apakah kita pernah bertemu? " Tanya Near bingung.
Kanna akhirnya mulai melepaskan pelukannya.
"Oh, benar juga. Kamu yang sekarang lupa dengan kami. Tapi tenang saja, aku akan selalu membantu mu dan disisimu kok " ucap Kanna tersenyum senang.
"Eh, membantu apa? " Tanya Near malah tambah bingung...
"Tentu saja. Membantu mu agar memiliki banyak teman. Jadi gabunglah dengan klub kami klub persahabatan." Ucap Kanna.
(Ehhhhhhh, apakah ini modus baru untuk menarik banyak anggota. Apa segitu sedikit nya anggota mereka Sampai menyuruh wanita cantik ini untuk berpura-pura mengenal ku. Tidak-tidak aku tidak boleh tertipu ) Near dalam hati kebingungan
"Ah, maaf. Aku tidak punya...."
Saat Near mau menolaknya, Tiba-tiba Kanna memegang tangannya dan berkata "aku mohon jangan menolaknya..."
Saat berkata hal itu entah kenapa itu membuat Near agar tersentuh hatinya. Dan jam antik itu mulai bercahaya dan hilang secara sekejap. Wajah Near tampak sedikit shock karena cahaya itu.
"Eh, apakah kamu tidak apa-apa " tanya Kanna yang melihat Near menjadi bengong.
Entah kenapa sekarang Near mulai meneteskan air matanya, hal itu membuat kaget Kanna.
"Eh kenapa kamu malah nangis. Apa aku berbuat salah. Apa yang harus aku lakukan " tanya Kanna kebingungan.
Tapi tiba-tiba Kanna memeluknya dan berkata....
"Kamu tidak perlu berbuat apa-apa kok. Maaf telah membuat mu menderita selama ini " Near muali menangis
"Tidak apa-apa kok dan selamat datang Near " ucap Kanna memeluk erat Kanna.
Setelah beberapa menit kemudian mereka akhirnya berjalan dan saling berbincang.
"Maafkan aku telah melupakan mu selama ini " ucap Near gugup.
"Ah, enggak papa kok sudah wajar kalau kamu lupa aku. Akhinya kita bisa bersama lagi" ucap Kanna tersenyum memegang tangan Near
"Iya " ucap Near tersenyum bahagia.
-------Flashback---------
Beberapa bulan setelah hilangnya Near.
Near sebenarnya belum sepenuhnya hilang, ada beberapa barangnya masih ada dan ada beberapa yang hilang seperti foto dan yang lainnya yang menunjukkan wujud fisiknya. Tapi kalau barang berupa kenangang seperti buku harian itu masih ada.
Walaupun semua orang melupakannya, tetapi tidak bagi Kanna. Memang awalnya Kanna lupa tentang Near. Tapi lama kelamaan Kanna menemukan beberapa benda dan tempat yang memiliki kenangan antara dirinya dan Near.
Semakin hari Kanna mulai penasaran dan tanpa sengaja Hana menanyakan perihal bolpoin yang dipakai Kanna saat itu yang tampaknya sudah usang. Hana bertanya
"kenapa Kanna tidak membeli yang baru."
"Tidak, aku tidak ingin membuang ini" jawab Kanna
"Eh, apakah ini dari orang yang berharga bagimu ya. Maaf ya, tapi siapa itu. Cerita lah kepadaku " ucap Hana ingin tahu.
"Pemberian orang yang berharga " gunam Kanna
Sekilas ia melihat seorang laki-laki yang memberikan ini padanya.
****************
Hari-hari telah berlalu,
Setelah pulang sekolah
Kanna masih berada dikelas karena ia harus mengerjakan sesuatu dan saat itu ia teringat dengan ucapan Hana yaitu tentang orang berharga yang memberikan ini.
Setelah urusan nya selesai, ia pergi keluar dan mau kembali pulang. Tapi tiba-tiba saat ditengah jalan disekolah nya, tiba-tiba ada bayangan yang sekilas melewati nya dan ketika ia berbalik melihatnya orang tersebut sudah tidak ada.
Saat itu tanpa pikir panjang, Kanna mulai mencari orang tersebut. Ia mencari keseluruh sekolah, memang masih ada orang disekolah tapi ia merasa kalau orang yang ditemui nya saat ini bukan yang melewati nya tadi. Ia akhirnya mencari hingga belakang sekolah dan hasilnya nihil.
Kanna memutuskan untuk pulang dengan sedih, tapi entah apa yang dipikirkannya. Ia ingin mampir keruangan klub sebentar saja.
***************
Saat membuka ruangan klub, ia terkejut ada seorang laki-laki disana.