REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 164



Setelah Andi pergi, Ardi masih berdiri disana.


Ardi: "Near, kamu disana kan " (Ardi memanggil Near seolah ia sudah tahu kalau Near mengikutinya)


Near: "Hehehe, kamu mengetahui ku ternyata "


Ardi: "Jadi tugasku sudah selesai kan. "


Near: "Yeah, terima kasih untuk itu. Sekarang kita hanya menunggu tindakan Andi. "


Ardi: "Aku berharap tindakan Andi tidak membuat penyakit Kanna semakin parah agar kau tidak perlu menggunakan kekuatan jam antik itu "


Near: "Yeah, Semoga saja begitu "


Mereka berdua masih menatap Andi sudah berjalan menjauh.


*************


Keliatannya ucapan Ardi berdampak bagi Andi. Karena Andi tampak melirik Kanna yang fokus pada pelajarannya, tampak tidak ada wajah senyum yang ia tunjukkan tadi diruangan klub


Seharian itu Andi mencoba mengamati Kanna dari jauh. Andi menyadari kalau Kanna tidak mempunyai teman saat berada dikelas.


>Sepulang sekolah<


Andi merebahkan dirinya ditempat tidur. Ia masih teringat dengan wajah senyum Kanna, dan ia juga teringat wajah datarnya yang ada dikelas. Hal itu membuat Andi sedikit kesal karena tidak bisa membantu.


Setelah beberapa lama berbaring ditempat tidur. Andi akhirnya bangkit, ia tampak sudah membulatkan tekad. Ia mengambil album fotonya ketika ia masih sekolah bersama dengan Kanna.


Tampak ada salah satu foto yang isinya adalah foto bersama dengan teman sekelasnya disekolah dasar. Andi mengambil foto itu dan membaliknya.


"Untung saja aku tidak membuangnya"


Ada nomor telepon seseorang dibelakang foto tersebut. Nomor tersebut adalah nomor dari salah satu teman sekelasnya yang mana ia dapat sebelum pindah sekolah.


----------Flashback----------


Andi yang menunggu Kanna untuk datang, tapi ia tidak kunjung-kunjung datang menemuinya. Tapi tiba-tiba ada teman sekelasnya. Ia memberitahukan kalau Kanna bersama seseorang.


Saat mendengar hal itu ia tidak percaya begitu saja. Tapi ketika mereka memberikan sebuah bukti. Hal itu membuat Andi percaya dengan mereka.


Dengan kesal Andi berniat untuk pulang dan tidak menunggu nya lagi.


"Kalau gitu aku akan pulang dulu " (Andi memaksakan senyuman kepada mereka )


"Tapi Andi, kenapa kita tidak bicara sebentar " (Mencoba menghentikan karena ini hari terkahir mereka bertemu)


Saat sudah jauh dari mereka bertiga, Andi langsung pergi ke sebuah gang sepi. Ia melampiaskan kekesalannya dengan menendang sampah yang tersusun rapi.


Tapi saat itu, tiba-tiba salah satu teman sekelasnya tadi memberikan nomor teleponnya kepada Andi.


"Aku harap jika kau memerlukan sesuatu tolong telepon nomor ini. Aku mohon "


"Yah, terima kasih " (Andi sedikit ragu untuk menerimanya)


***************


Andi sudah pulang kerumah, dia langsung rebahan ditempat tidurnya. Ia masih kesal dengan Kanna yang malah jalan sama pria lain dan melupakan janjinya.


Andi dengan kesal melempar buku album foto bersam teman sekelasnya. Tapi saat itu kertas yang berisi nomor telepon jatuh saat itu juga disakunya. Andi meremas kertas tersebut dan berniat membuangnya ke tempat sampah.


"Tapi mungkin ini akan penting nantinya "


Andi ragu untuk membuangnya dan memutuskan untuk menyimpannya di salah satu belakang foto tersebut.


---------Flashback end---------


Nomor tersebut ia simpan Sampai sekarang. Dengan berat ia menekan nomor tersebut diteleponnya dan memulai menelpon nomor tersebut.


Beep beeep beep


Bunyi telepon tersebut, Andi menunggu agak lama tapi tidak ada yang mengangkat nya.


"Hahaha, mana mungkin ia masih memakai nomor yang sama dengan dulu"


"Halooo....."


"Iya............"


"benarkah ini berbicara dengan....."


---------------------


2 hari ke depannya


Sekolah Kanna mengadakan kegiatan untuk memperkenalkan sekolah mereka pada kepada orang-orang. Untuk menambah minat orang-orang yang mau bersekolah disekolah tersebut.


Kegiatan ini untuk semua kalangan. Baik itu orang tua, anak-anak, dan masyarakat sekitar. Setiap kelas harus membuat sesuatu yang menarik agar orang-orang tertarik pada jurusan mereka.


***********


Dalam waktu tersebut Near dan Ardi masih mengawasi pergerakan Andi dari jauh.


Disuatu tempat yang sepi disekolah.


Ardi : "Jadi bagaimana, apakah Andi ada pergerakan " tanya Ardi sambil rebahan dibawah pohon.


Near: "Belum, sepertinya ia bergerak secara diam-diam. "


Ardi: "Emmm, begitu. Kalau gitu kita tidak bisa mengawasinya ya "


Near: "Yah begitulah, tapi kenapa kamu ada disini. Apakah kamu tidak membantu teman sekelasmu "


Ardi: "Hal itu juga yang ingin kutanyakan kepadamu. Kenapa kamu berada disini juga bukankah kamu juga harus membantu teman sekelasmu "


Near: "Hmm, tidak ada yang menyadari keberadaan ku disana. Ketika aku tanya pada mereka, tidak ada yang menjawab pertanyaan ku "


Ardi lupa kalau Near mengalami kutukan. Jadi ia tidak bisa membantu didalam kelas karena keberadaannya yang tipis dan tidak disadari.


Ardi: "Maaf...." Ardi menyesal mengucapkan pertanyaan tadi.


Near: "Tidak apa-apa(tersenyum sedih). Terus bagaima dengan Hana, apakah ia sudah bersama Kanna untuk menemaninya. Soalnya Kanna tidak bisa bantu dalam kelas kan"


Ardi: "Tenang saja aku sudah memberikan alasan kepada teman sekelas dan mereka setuju akan hal itu."


Near: " Kalau Kanna mereka menyadari kalau Kanna sakit beberapa hari yang lalu. Dan mereka memutuskan untuk membiarkan Kanna untuk istirahat.


*************


Saat mereka asik-asik berbicara, tiba-tiba teman sekelas Ardi datang.


Teman sekelasnya: "Ternyata kamu disini, sudah lama aku cari kamu. Sini ayo kita kelas. "


Ardi: "Ngapain, padahal aku sudah izin kan untuk tidak ikut. "


Teman sekelasnya: "Sejak kapan, kami hanya mengizinkan Hana saja kalau kamu tidak "


Ardi: "Eh, bukannya sama saja. "


Teman sekelasnya: "Yah enggak lah, sudah ikuti aku kesini. Jangan banyak alasan "


Ardi: "Jangan aku kasih tugas yang berat ya."


Ardi merajuk karena istirahat tenangnya diganggu. Near tertawa melihat Ardi ditarik untuk bekerja sedangkan dirinya bisa bersantai ditempat itu.


Near merebahkan dirinya kepohon yang direbahi Ardi tadi. Ia melihat kelangit begitu lama dan tersenyum.


"Jika saja aku bisa melihat ini bersama mu. Pastinya itu akan menyenangkan "


**************


Malam harinya sebelum hari H


Andi mendapatkan telepon dari seseorang yang memiliki nomor yang sama dengan kertas yang ada dibalik foto album.


Andi: "Halo, kira-kira kamu besok bisa datang kapan..."