
"Diam saja dengarkan aku " bentak pimpinan polisi memukul wajah Big dengan keras.
Pukulan pimpinan polisi membuat Big jatuh tersungkur kebelakang. Membuat Near dan Ardi yang melihatnya terkejut karena kekuatan pimpinan polisi yang sangat hebat.
"Bos dulu tidak seperti sekarang" Big tiba-tiba berbicara setelah sekian lama tidak berbicara.
"Apa maksutmu???" Tanya pimpinan polisi kepaa Big.
Big mulai menitihkan air mata mengingat kenangan dulu.
"Boss dulu adalah seorang yang sangat suka dengan keadilan dirinya tidak suka balas dendam seperti sekarang. Dia menjadi seperti sekarang karena temannya" cerita Big dalam keadaan terlentang habis menerima pukulan pimpinan polisi.
FLASHBACK ON
Ketika Bos penjahat saat masih muda, setelah berteman dengan Big. Bos penjahat memiliki banyak teman disampingnya.
Rata-rata teman yang ada disampingnya, pernah diselamatkan oleh bos penjahat dari para preman.
Tapi suatu hari... teman bos penjahat datang kedirinya dengan penuh luka.
"Heh..heh.."dengan nafas yang tak beraturan berjalan menghampiri bos penjahat yang masih muda.
"Hey apa yang terjadi..." tanya penuh khawatir bos penjahat kepada temannya yang penuh luka.
Segera bos penjahat membantu temannya itu yang akan jatuh tak kuat lagi.
"Aku diserang..." ucapnya terbata-bata lalu pingsan.
"Hey apakah kamu tidak apa-apa" bos penjahat khawatir dengan kondisinya.
********
Terlihat bos penjahat sudah membawanya kerumah sakit terdekat.
"Kamu tunggu saja disini aku mau pergi..." ucap bos penjahat muda kepada Big.
Sebenarnya Big tau bahwa bosnya itu mau membalaskan dendam temannya itu. Big mau menghentikannya tapi dirinya masih malu untuk berbicara.
*********
Dengan keadaan marah dia keluar dari rumah sakit. Didepan pintu rumah sakit ternyata ada temannya yang melihat siapa pelaku penyebab penyerangan ini.
"Apakah kamu yakin mereka yang menyerang..." tanya bos penjahat dengan penuh amarah.
"Iya saya yakin bahwa merekalah yang melakukannya." Ucap yakin temannya itu.
"Baiklah antarkan aku disana"
"Tapi... " temannya itu mau mengatarkannya tapi dia khawati bila terjadi seseatu dengan bos penjahat yang masih baik.
"Tenang saja. Aku sudah menghajar beberapa orang seperti mereka..." ucap bos penjahat menyakinkan temannya itu dengan senyum tulus.
Temannya itu mengangguk mengantarkan bos penjahat ketempat para preman yang dimaksut. Para preman yang dimaksut ini mereka adalah yang telah menghajar teman bos penjahat sampai masuk rumah sakit.
*********
Sesampainya disana tampak para preman sudah berkumpul, tahu akan kedatangan bos penjahat kemari. Tanpa basa-basi dengan kepala yang sudah dipenuhi amarah bos penjahat langsung muncul dihadapan mereka.
"Hei apakah kalian yang sudah menyerang temanku..." tantang bos penjahat dengan suara keras dengan diikuti temannya yang sudah menunjukkan jalan.
Mendengar suara keras itu para preman langsung bersatu mau melawan bos penjahat yang terkenal legendaris melawan banyaka orang.
"Hahhaa... memangnya kenapa kalau iya" tawa para preman itu meremehkan bos penjahat.
Tapi bukannya takut para preman itu malah tertawa dengan keras. Padahal mereka harusnya sudah tahu bahwa yang ada dihadapannya sekarang adalah seorang yang legendaris, pernah melawan banyak orang dan akhirnya dia selalu menang.
Merasa heran melihat mereka tertawa. Karena musuh sebelum-sebelumnya selalu merasa takut ketika berhadapan dengannya.
"Apa kamu tahu kenapa kami tertawa dengan keras begini..." ucap salah satu para preman itu memberikan alasannya.
"Apa itu ..." tanya heran bos penjahat yang masih muda.
Sebelum para preman itu menjawab tiba-tiba ada pukulan keras dibelakang bos penjahat. Pukulan itu membuat bos penjahat muda terjatuh tak berdaya tapi bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
"Kalian ini, bagaimana kalau dia menyadarinya..." ternyata yang memukul bos penjahat muda adalah teman yang sudah menunjukkan jalan dimana preman berkumpul.
"Hahaha....tenang saja kami hanya mengalihkan perhatiannya." Ucap salah satu preman senang.
Teman bos penjahat yang menunjukkan jalan itu adalah seorang pengkhianat dan dialah yang sudah memukuli teman bos penjahat sampai masuk kerumah sakit.
"Apakah kamu tahu kenapa temanmu bisa masuk rumah sakit" tanya pengkhianat itu dengan geram.
Bos penjahat tidak bisa melakukan apa-apa sekarang, tapi dalam hatinya dia sangat marah pada dirinya karena merasa mudah dibodohi.
"Itu karena tingkah sok pahlawanmu lah yang membuat teman-temanmu masuk rumah sakit. Semua preman disini sangat kesal dengan sikapmu itu. Jika saja kamu tidak berteman maka teman-temanmu itu tidak menderita." Ucap pengkhianat itu sangat kesal.
Tidak bisa membantah dalam hatinya. Bos penjahat merasa sangat menyesal dan mulai menyalahkan dirinya sendiri karena bersikap sok pahlawan yang bisa melindungi semua orang.
"Ayo kita hajar dia " para preman itu mulai menghajar bos penjahat yang sudah tidak bisa bergerak lagi.
*******
Merasakan firasat buruk Big berkeliling berniat membantu bos penjahat. Tapi setelah mencari kemana-mana belum juga ditemukan keberadaan bos penjahat.
Mau berhenti mencarinya, Big tiba-tiba menemukan segerombolan preman yang sedang bercanda tawa ria dengan tangan penuh darah.
Big segera bersembunyi untuk menghindari perkelahian dengan mereka. Setelah mereka lewat Big segera pergi ketempat dimana mereka berasal.
(Semoga ini tidak seperti yabg kupikirkan) dalam hati Big berharap keselamelatan bos penjahat.
Tapi harapannya sangat berbeda dengan kenyataanya. Dengan langkah berat Big berlari kearah bos penjahat dan membawanya kerumah sakit.
Sejak peristiwa itulah entah kenapa bos penjahat mulai meninggalkan teman-temannya itu. Bos penjahat sebenarnya pergi meninggalkan Big. Tapi Big tidak mau pergi dari bos penjahat, jadi sejak hari itu Big selalu mengikutinya.
Dan peristiwa itulah bos penjahat itu memiliki luka yang membuat dirinya tidak bisa bertarung dengan cepat seperti dulu.
FLASHBACK END
"Saat itulah bos mulai gabung dengan para penjahat dan menyiksa dirinya."
Big mulai menangis menceritakan kejadian sedih itu. Membuat Near, Ardi dan pimpinan merasa iba dengan bos penjahat.
"Akhirnya kamu berbicara lagi.." ucap Bos penjahat sadar dari pingsannya dan tiba -tiba memasuki pembicaraan mereka.
Pimpinan polisi dengan sigap memasang kuda-kuda bersiap dengan serangan kejutan bos penjahat.
"Sudahlah aku tidak akan melawanmu. Bahkan jika aku melawanmu maka kamu yang akan menang karena lukaku dulu " ucap bossnya sedih sambil memijat kakinya.
Big terkejut dengan bossnya yang sudah sadar itu."boss kenapa kamu sudah bangun padahal..."
"Kamu lupa dengan siapa kamu bicara. Akulah si legendaris yang menghadapi para preman dulu " ucap sombong bos penjahat kepada Big.
"Maaf Big... membawamu sampai sejauh ini dan memaksamu bertarung sejauh ini" ucap sedih bos penjahat.
"Emm(mengelengkan kepalanya)... akulah yang harus meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkanmu dulu. Jika saja aku lebih cepat dan berani maka bos tidak akan menjadi seperti ini " Big sedih mengingat peristiwa itu.