
Kanna berhenti melangkah dan perlahan berbalik kebelakang, tempat Near berada.
Near melangkah maju dengan cepat. Membuat Kanna ketakutan, dimata Kanna sekarang Near tampak sedang marah.
FLASHBACK ON
Pada waktu SMP Kanna banyak yang mendekatinya karena dia memiliki wajah yang cantik. Mungkin itu menguntungkan jika memiliki wajah yang cantik tapi tidak bagi Kanna.
Memilii wajah yang cantik membuat teman perempuan menjauhinya, dan teman laki-laki banyak yang menggodanya. Awalnya Kanna menanggapi biasa pengakuan dari laki-laki.
Tapi karena pengakuan yang biasa itulah membuat Kanna dijauhi oleh teman perempuannya karena dalam pikiran mereka Kanna bersikap sombong.
Melihat semuanya menjauhinya Kanna mulai merasa terkhianati. Dia membulatkan tekad akan bersikap judes kepada setiap laki-laki. Tetapi itu sudah terlambat karena semua teman perempuannya sudah menjauhi.
*******
Disuatu hari tampak ada seseorang yang mengakui perasaanya kepada Kanna. Tapi dijawab kasar oleh Kanna.
Tampak siswa itu marah tidak terima menerima perlakuan Kanna. Sehingga dia menampar Kanna dengan keras. Kanna jatuh tersungkur dengan keras.
FLASHBACK END
Walaupun lupa dengan kejadian itu. Tatapi dalam hati Kanna dia tetap merakan perasaan waktu itu.
Melihat Near datang dengan cepat membuat Kanna merasakan perasaan itu. Dengan ketakutan dia menutup matanya, takut akan ditampar oleh Near.
Tapi tidak terjadi apa-apa setelah beberapa detik Kanna menutup mata. Karena harusnya Near sudah menampar dirinya.
Dengan perasaan yang takut Kanna mulai memberanikan diri untuk membuka matanya secara perlahan.
Kanna terkejut setelah membuka matanya, karena Near tiba-tiba menjulurkan tangan kearahnya. Kebingungan dengan apa yang terjadi, perasaan ketakutan Kanna mulai hilang.
"Apa ini" ucap Kanna yang bingung dengan apa yang terjadi.
"Tangan" jawab polos Near sambil tersenyum
"Bukan itu, tapi kenapa kau menjulurkan lengan kearahku " Kanna bertanya lagi.
"Oh ini, apakah kamu tidak dengar yang kuucapkan tadi " Near heran karena Kanna tidak tahu.
Kanna menggelengkan kepalanya tidak tahu maksut Near. Karena sebelumnya Kanna menutup matanya takut, otomatis dia juga tidak dengar ucapan Near saat Kanna menutup mata.
"Oke akan kuulangi lagi, Sekarang dengarkan dengan tepat ya " Near mengingatkan Kanna.
Kanna masih bingung, tapi sekarang dia tidak menutupi matanya. Dia mulai berani melihat Near.
"Akan kuulangi dari awal. Aku tidak akan kesusahan dan kerepotan akan hal ini. Karena itu tolong jadilah temanku " Near menunduk menjulurkan lengannya lagi kearah Kanna.
"Eh..." Kanna terkejut, sekilas ingatan Near pertama kali meminta pertemanan ada dipikiran Kanna tapi tetap samar.
Kanna mulai memegang kepalanya pusing menerima ingatan yang samar itu.
"Apakah kamu tidak apa-apa" tanya Near khawatir karena Kanna terlihat sakit.
Merasakan pusing lagi, Kanna tidak bisa menahan rasa penasarannya " apakah, apakah aku kenal denganmu "
Near terkejut mendengar perkataan itu dari Kanna. Near sempat memberitahu kebenarannya tapi ditahan karena Near ingin Kanna tahu setelah dia menemukan buku harian yang dia berikan agar mendapatkan bukti tidak terbantahkan.
"Emmm(menggelengkan kepalanya)... tidak. Kita baru pertama kali bertemu " Near tersenyun canggung.
Melihat Near tersenyum canggung seperti itu membuat Kanna tidak percaya akan ucapannya. Merasa kesal karena tidak ada orang yang memberitahunya tentang kebenarannya.
"KENAPA, KENAPA TIDAK ADA ORANG YANG MEMBERITAHUKAN KEBENARANNYA " bentak Kanna sedih.
"Eh..." Near terkejut dengan bentakan Kanna tiba-tiba.
"Eh..." Kanna sadar dan menutup mulutnya. Tapi dia tetap merasa kecewa sehingga ia langsung menuju kebelakang kelas tempat Ardi berada.
Near terdiam menunduk tidak mengejar Kanna, dengan tersenyum sedih dia bergunam "Kanna mengalami rasa sakit ini karenaku. Jika saja aku tidak ada..."
********
Ardi sekarang berada dibelakang sekolah. Seperti biasanya dia mulai makan dahulu karena Kanna selalu lama datangnya.
"Tidak seperti biasanya " Ardi heran karena Kanna datang terlambat tapi tidak seperti biasanya karena Kanna datang terlambat sekali.
Tiba-tiba Kanna datang dengan kesal dia tidak menyapa Ardi, Kanna langsung duduk membuka bekalnya dan langsung makan.
"Kemana Near sekarang " tanya Ardi heran karena sekarang Kanna datang sendirian.
"Tidak tahu jawab judes Kanna memakan bekalnya.
Hari itu Kanna dan Ardi tidak saling berbicara satu sama lain. Bahkan sesampainya dikelas Near tampak murung dan Kanna tidak menghiraukannya.
********
Malam harinya Kanna tampak merasa frustasi menutupi wajahnya dengan bantal karena malu.
(Kenapa aku berbicara seperti itu tadi siang dengan Near. Ahhh...bodohnya aku, aku juga berbicara begitu juga dengan Ardi. Pasti dia akan membeciku ) dalam hati Kanna merasa kesal dengan tindakannya sendiri.
"Aku tidak boleh begini " Kanna bangkit menguatkan dirinya dan menuju kemeja belajar.
Kanna mulai membuka buku hariannya.
"Besok aku harus tahu akan situasi yang terjadi hari ini. Dan mencoba untuk berpura-pura tidak tahu kejadian yang terjadi tadi siang."
Kanna mulai menulis detail yang terjadi pada hari ini dan berusaha untuk tidak membuat kesalahan besok.
*********
Besok waktu istirahat Kanna seperti biasanya akan menuju kebelakang sekolah. Tapi hari itu Kanna tampak melirik kearah Near yang berada sampingnya.
Dia sudah membaca buku hariannya, Kanna ingin meminta maaf ketika Near mengikutinya nanti. Tapi kenyataanya malah sebaliknya karena Near menunduk diam saja tanpa mengikuti Kanna.
Merasa perasaan bersalah karena Near tampak sedih mungkin salah satunya karena pembicaraan kemarin.
Kanna mencoba menghentikan Near yang melangkah dengan cepat, tapi apa daya Near sudah bergerak cepat meninggalkan Kanna.
Kanna kesal karena sepertinya Near tidak memperdulikankannya lagi. Dengan menggerutu dia melangkah menuju kebelakang sekolah.
"Aku tidak perlu meminta maaf dengannya. Mungkin ini yang terbaik bagi dirinya dan aku "
Merasa jengkel Kanna datang kebelakang sekolah dengan tergesa-gesa dan duduk memakan bekalnya tanpa menyapa Ardi seperti sebelumnya.
"Apakah kamu tidak apa-apa " tanya Ardi khawatir.
Kanna menjadi sadar ketika mendapatkan pertanyaan dari Ardi. Kanna memegang kepalanya merasakan perasaan bersalah.
(Bodohnya aku, padahal niatku meminta maaf tapi entah kenapa berbicara dengan Near membuatku kesal ) Kanna masih bingung dengan perasaanya sendiri.
Dengan malu-malu Kanna mulai menoleh keArdi.
"Maafkan aku kemarin, sepertinya sikapku kemarin keterlaluan " Kanna menunduk tulus.
"Tidak apa-apa, tidak usah dipikirkan " Ardi berusaha memahami situasi Kanna kenapa bisa begitu.
Kanna merasa lega karena Ardi tidak membeci dirinya. Melihat Kanna selalu datang dengan kesal membuat Ardi penasaran. "Kenapa kamu kelihatannya begitu marah "
"Eh(terkejut)... itu. Itu entah kenapa saat aku berbicara kepada Near membuatku marah " ucap Kanna yang awalnya ragu untuk memberitahu tapi akhirnya dijawab karena dalam hatinya Kanna percaya Ardi.
Mendengar hal itu Kanna merasakan perasaan prihatin dengan hubungan keduanya.
"Kamu sebaiknya bersikap baik-baik kepada Near." Ardi terlihat sedih ketika membicarakan Near.
"Eh, melihatmu berbicara seperti itu seolah karena kamu kenal dengan Near " tatap Kanna mulai curiga ke Ardi sekarang.