REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 118



Ardi, Near, Jason dan Dodik sekarang sedang dihadapkan dengan pria tua yang misterius an mengaku kalau ia adalah gurunya Jarwo. Awalnya ia keliatan tidak punya niat bertarung sekalipun.


Tapi setelah beberpa lama berbicara akhirnya pria tersebut mulai menampakkan sifat aslinya. Prua tua tersebut adalah suka bertarung dia akan menantang orang yang dikiranya kuat dan membuatnya jadi pingsan.


Rasa penasaran tentang kekuatan mereka berempat, pria tua tersebut dengan berani menantang mereka berempat. Tapi bisa dilihat dari sebelumnya pria tua tersebut terlalu kuat bagi mereka berempat sehingga tanpa hitungan menit mereka semua sudah tumbang.


Hahaha, tidak kusangka kalian selemah ini padahal kukira kalian kuat. Tapi aku akui kalian lebih baik daripada Jarwo itu. Tapi tetap saja kalian bukan tandinganku. Baiklah mari kita akhiri ini saja biar kalian tidak merasakan sakit lagi. " ucap Pria tua tersebut melemaskan tangannya dan melihat Jason.


Pria tua tersebut sebenarnya sudah tidak berniat bertarung lagi. Tapi karena sudah kebiasaan kalau tidak menghabisinya hingga pingsan maka dirinya tidak bisa menganggap kalau ia sudah menang sehingga ia melancarkan serangan yang terfokus kepada Jason yang tampaknya sudah tidak kuat lagi untuk berdiri.


Dengan terseyum gila Pria tua tersebut berlari dengan cepat kearah Jason yang sedang duduk dilantai karena sudah tidak kuat lagi untuk bertarung saking sakitnya. Near dan Ardi berusaha mencegah Pria tua itu untuk menyerang Jason tapi karena mereka sedikit jauh dari tempatnya makanya mereka tidak bisa tepat waktu menyelamatkannya.


Pria tua tersebut dengan bebas isa melancarkan serangannya kearah Jason tanpa ada kendala. Tapi ketika ia yakin dengan mangsanya yang akan pingsan, jadi ia tidak terlalu melihat sekitarnya.


Yang mana hal itu membuat pria tua tersebut salah memperkirakan kalau Jason yang akan kena pukulannya. Tapi malah Dodik yang kena, karena Dodik melompat sebelum pukulan tersebut sampai diwajah Jason. Sehingga perutnya yang jadi korban.


Pukulan pria tua tersebut membuat keduanya terpental jauh kebelakang. Jason menjadi marah karena temannya yang jadi korban sekarang.


"Jadi kamu yang membuatnya begini " Jason tiba-tiba jadi serius dan mulai meletakkan tubuh Dodik ketempat yang aman.


"Hahaha itu salah dia sendiri. Kenapa ia sampai maju menyelamatkanmu " Ucap Pria tua itu mengelak.


"Kau membuatku marahhhhh " ucap Jason mengengam tangannya menahan rasa kesal.


*************


Jason tidak bisa menahan amarahnya lagi, dengan cepat ia langsung maju menyerang pria tua itu tanpa berfiir panjang lagi. Karena amarahnya sudah menguasai pikirannya, makanya ia tidak bisa berfikir jernih.


"Tunggu Jason " Near berlari menghentikannya begitu juga dengan Ardi tapi itu sudah terlambat.


Jason berlari menghampiri pria tua itu dengan penuh amarah. Dia menyerang secara membabi buta dan cepat ke pria tua. Tapi karena serangan itulah, pria tua dengan mudah menghindari semuanya karena saking mudah ditebak.


Pria tua itu menghindari semua serangannya dengan mudahnya.


"Hey, apa segini kemampuanmu. Bahkan ini tidak ada apa-apanya " dengan sombongnya pria tua itu menghindarinya.


Tapi karena termakan oleh kesombongannya, jadi pria tua itu jadi lengah dan tidak menyadari serangan mendadak Jason. Serangan Jason mengenai wajah Pria tua itu.


"Eh" pria tua itu terkejut.


Melihat kesempatan itu Jason langsung melanjtkan serangannya kearah perut pria tua itu dengan tangan kiri dan menyerang lagi kearah wajahnya menggunakan tangan kanan agar serangannya lebih kuat.


pukulan telak Jason membuat pria tua itu jatuh kebelakang dengan posisi terlentang. Hal itu membuat Ardi dan Near yang awalnya merasa khawatir jadi tepukau dengan serangan kombo Jason barusan.


(Sial aku lengah, mana mungkin aku aku akan kalah dengan seorang anak kecil macam ini. Padahal aku sudah berpengalaman sekian lamanya ) dalam hati Pria tua itu kesal pada dirinya yang lengah tadi.


Kesempatan datang lagi, keliatannya pria tua itu sudah tidak kuat lagi. Jason langsung menyerang kembali perut pria tua itu dengan kakinya untuk membalaskan apa yang sudah pria tua itu lakukan kepada Dodik.


"Sekali lagiiii " Jason melampias amarahnya pada satu serangan itu.


Tapi keliatannya pria tua itu dengan mudah menahan serangan keras tendangan Jason menggunakan kedua tangannya. Hal itu membuat Jason jadi sadar kembali dari amarahnya tadi.


Ia sadar harus menarik kakinya dan menyerang kembali perut Pria tua itu sampai ia pingsan. Tapi apa daya pria tua itu dengan mudah menahan serangan Jason.


Jason putus asa dan menyerang secar terus menerus kearah perut pria tua itu dengan penuh amarah. Tapi saat ia menarik kakinya lagi, ia tidak bisa menariknya karena kakinya ditahan oleh pria tua itu.


Dengan ketakutan ia menarik paksa kakinya. Tapi karena pria tua itu lebih kuat makanya ia tidak bisa menariknya walaupun sudah sekuat apa ia berusaha.


Melihat wajah putus asa Jason hal itu membuat Pria tua itu tersenyum licik. Sepertinya pria tua itu telah menduga kejadian ini.


Melihat pria tua itu juga tersenyum licik, hal itu membuat Jason jadi ketakutan dengan wajah seram Pria tua itu.


"Lepas, lepaskan, lepaskan kakikuuuu. Dasar lepaskan " Jason mencoba menarik kakinya dengan putus asa dia juga sempat memukul tangan Pria tua itu yang masih memegang kakinya dengan erat.


Tapi karena pria tua itu lebih kuat jadi pukulan Jason tidak berpengaruh apalagi kali ini dia ketakutan sehingga pukulannya jadi berkurang drastis. Mendapatkan pukulan yang lemah, pria tua tersebut tetsenyum puas.


"Hahaha, menarik. Sangat menarik melihatmu ketakutan semacam ini. Itu sangat membuatku sangat semangat " Pria tua tersebut tersenyum puas.


"Lepaskan, lepaskannn. " Jason berteriak putus asa untuk mencoba membuat pria tua itu melepaskannya.


**************


"Sial, Near ayo kita bantu Jason " ajak Ardi pergi.


"He'em. Kita harus cepat ini " Near juga menyetujuinya karena tampaknya Jason tidak bisa menang lagi.


Sudah puas bermain-main dengan Jason pria tua tersebut mulai melepaskan genggaman tangannya dan mulai mendorong tubuh Jason dengan kakinya. Hal itu menyebabkan tubuh Jason terlempar kebelakang.


Pria tua itu langsung dengan cepat terbangun dan mulai berniat menghajar Jason dengan tangan kanannya yaitu dengan pukulan mematikan. Jason tidak bisa menghindar lagi karena tubuhnya sekarang masih dalam posisi mau jatuh. Dengan cepat ia melancarkan serangan kewajah Jason.


(Sialll, mati aku disini. Aku juga tidak bisa bergerak juga) dalam hati Jason sudah berputus asa.


Tapi saat sudah pukulannya mulai mendekat kewajahnya dan Pria tua tersebut juga sudah menentukan kemenangannya. Tapi tiba-tiba ada pukulan yang menghajar wajah pria tua tersebut dengan tangannya dan menendang kaki pria tua itu.