REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 105



"Tapi boss, benar perkataan dia boss. Kita tidak bisa terima saja jika bos dihina " ucap salah satu anak buahnya membenarkan anak buah yang membantah tadi.


"Aku tau perasaan kalian tapi kita harus berfikir jernih agar kita bisa bertahan melawan mereka berdua " ucap Jarwo dengan serius menatap Near dari tadi.


"Apa maksutmu boss. Apakah kita akan kalah jika melawan mereka berdua. Meskipun Ardi sudah babak belur dan dtambah satunya hanya bisa menggunakan satu tangan saja. Apalagi itu tangan kiri " tanya anak buahnya sedikit ketakutan saat mendengar Jarwo serius.


"Entahlah aku tidak tahu. Tapi yang kutahu hanya satu hal dari orang itu yang ada disamping Ardi. Walaupun menggunakan masker aku tau kalau ia tersenyum. Tapi senyuman itu membuatku merinding. Aku tidak tau lagi bagaimana jika dia membuka maskernya. Apa aku akan gemetar ketakutan " ucap Jarwo sedikit gemetar melihat Near.


Anak buahnya mendengarkan apa yang diucapkan bos Jarwo dan mereka menelan ludah ketakutan mengingat Bos Jarwo juga ketakutan saat melihat Near.


(Aku tidak tau siapa kau tapi kau sedikit menyerupai aura Ardi. Mengingat Ardi saja sudah membuat kami kerepotan, apalagi ditambah satu lagi. Sialll ini membuatku jadi semangat) dalam hatinya ia merasa sedikit senang dan ketakutan.


***************


"Jadi siapakah kau ini. Kenapa kamu membantu Ardi. Jika kau tau ia adalah sang legenda tak terkalahkan saat smp " Jarwo bertanya tentang Near.


"Seperti yang kalian lihat aku lah anak buah Ardi sang legenda." Ucap dengan sombong Near.


(Dasar ia ini malah membuatku terlihat seperti seorang berandalan profesional yang memiliki anak buah) lirik sinis Ardi melihat Near.


Merasakan tatapan marah dari Ardi, Nee hanya bisa tersenyum menggaruk kepalanya meminta maaf. Begitu juga dengan Ardi ia tidak bisa apa-apa kecuali menyetujui rencana Near dan berharap Jarwo dan anak buahnya pergi.


************


"Bohong, yang kami tau bahwa Ardi tidak memiliki anak buah. Ia selalu bertarung sendirian selama ini " ucap anak buahnya yang mengetahui semua informasi tentang legenda Ardi.


"Ooh kau sepertinya tau banyak tentang Ardi. Tapi untuk kali ini kau salah karena buktinya adalah aku. Atau tepatnya hanya aku satu-satunya anak buah Ardi. Dan aku juga disebut sebagai tangan Kanan Ardi " ucap Near tersenyum dibalik maskernya.


"Tidak, tidak mungkin aku salah. Ini berita terbaru bahwa Ardi memiliki seoang tangan kanan" ucap anak buah tadi merasa sedih karena ia menganggap dirinya sebagai penggemar no 1 Ardi tapi tidak tahu kalau Ardi memiliki satu anak buah.


Penggemar itu kenapa ia masuk ke geng Jarwo bukan menjadi anak buah Ardi. Karena maksut penggemar baginya adalah ia harus bisa melampaui Ardi atau lebih tepatnya ia menggunakan Ardi sebagai tujuan memperkuat dirinya.


Tapi karena ia ketakutan saat mau melawan Ardi satu lawan satu. Makanya ia memilih untuk masuk geng Jarwo agar bisa terbiasa melawan Ardi.


***************


"Ohhh jadi kamu adalah tangan kananya, sepertinya aku tidak boleh meremehkanmu. Tapi aku yakin kami bisa menang melawan kalian. Berdasarkan apa yang diucapkan anak buahku tadi, Ardi sudah kelelahan dan kamu hanya bisa menggunakan satu tangan. Oelh katena itu aku yakin kami bisa menang." Ucap Jarwo mencoba mencari tau apakah mereka masih mempunyai kekuatan


Dan kalau bisa ia tidak bertarung saat ini karena Jarwo merasakan perasaan yang tidak enak setelah Near muncul.


**************


"Hahahaha, apa kamu ingin kami menyerah dengan berkata seperti " ucap Near menebak.


"Tidak kami hanya mengucapkan kebenaran yang terjadi saat ini " ucap Jarwo menanggapi dengan serius.


Jarwo mengangguk mengerti maksut paribahasa Near barusan dengan anggukan serius.


"Begitu juga dengan kami, apa kamu yakin Ardi yang legendaris ini akan kalah begutu saja dengan pukulan kalian. Tentu tidak semudah itu, karena tadi ia sedang menunggu aku dan sekaligus membuat pengumuman " ucap Near tersenyum licik dibalik maskernya.


"Pengumuman" Jarwo dan anggotanya penasaran dengan dimaksut pengumuman maksut Near.


(Apa sih yang dilakukan Near. Apa kamu ingin membuat dia marah. Kalau ingin membuatnya lebih baik nanti saja. Lagian pengumumab apa sih, semoga saja Near tidak memperburuk situasinya) dalam hati Ardi menggerutu melihat Near.


*************


Tiba-tiba ia melirik kearah kamera yang sudah dipersiapkan disetiap pojok ruangan.


Dengan tersenyum ia menjentikkan jarinya.


"Ini akan jadi pengumuman yang pertama dan terakhir untuk saat ini. Jika kalian ingin melawan kami, maka itu akan sia-sia saja. Karena apa, karena kamilah yang pasti menang. Oleh karena itu aku peringatkan jangan melawan kami " Near mengukapkan kalimat terakhir sambil melihat Jarwo lagi.


(Sejak kapan ia tahu kalau aku sudah memasang kamera ditempat ini. Apakah berarti ia sudah tiba diawal tadi. Jadi tentang Ardi menunggu tangan kanannya itu memang benar. Menarik) dalam hati Jarwo mulai tersenyum lagi.


"Oke kalau gitu kita mulai bertarungnya " Jarwo dan anggotanya mulai maju bersiap-siap bertarung


"Ya kita mulai pertarungannya." Begitu juga dengan Near dan Ardi mereka juga mengambil kuda-kuda untuk bertarung


Kecuali Near ia hanya berdiri saja sambil menujulurkan lengan kirinya bersiap untuk bertarung.


***************


Antara Jarwo dan anggotanya sekarang berhadapan dengan Near dan Ardi. Tampak pertandingan ini sangat berbeda sebelum Near datang.


Kali ini mereka lebih serius melawan Ardi dan Near. Lalu Jarwo juga lebih hati-hati dalam membuat langkah karena ia takut akan membuat kesalahan yang membuat mereka kalah.


*************


Setelah lama saling menatap akhirnya salah satu anggota Jarwo mulai maju menyerang Ardi. Begitu juga anggota lainnya termasuk bos Jarwo juga mulai menyerang.


Tapi dengan cepat Ardi mengembalikkan serangannya dan mulai memukul mereka. Sekarang gerakannya lebih baik dari sebelumnya. Sempat ia melirik Near dengan khawatir karena Near mengalami luka ditangan sebelumnya.


Begitu juga dengan Near walaupun hanya menggunakan satu lengan yaitu tangan kiri. Ia tetap bisa mengembalikkan serangan mereka dengan memanfaatkan kakinya.


Near menginjak kaki mereka dan ketika mereka berteriak kesakitan ia langsung memukul dengan cepat mereka. Karena tangan kirinya tidak bisa kuat memukul mereka, dia lebih mengandalkan kecepatan yang ia miliki saat memukul menggunakan tangan kiri.


Atau bisa lebih tepat ia lebih mementingkan berapa banyak pukulan yang ia lontarkan daripada kekuatannya.


Melihat Near bisa mengimbangi mereka hal itu membuat Ardi tersenyum tidak perlu khawatir denganny lagi mulai sekarang.