
Dengan berat hati dirinya meletakkan buku lama ketempat rahasianya. Dan dibalik pintu kamar ada ibunya yang menangis mengalirkan air mata bahagia mendengar putrinya yang sepertinya akan bahagia.
Mengusap air matanya Kanna beranjak ke meja belajarnya. Membuka buku harian barunya yang dibelikan oleh Near.
Tulisan yang ada dihalaman pertama adalah
[ Kamu mungkin akan lupa ketika bangun besok, besok dan besoknya lagi. Tapi dibalik itu ada suatu yang ingin kuucapkan pada diriku sendiri. Kuatlah kamu mempunyai teman beharga yang menjulurkan lengan menawarkan bantuan kepadamu. Namanya adalah Near, aku berpesan pada diriku sendiri yang ada dihari esok tulislah lebih banyak kegiatanku bersamanya dan jangan lupakan dia]
Kanna tersenyum menulis setiap kata dari halaman pertamanya.
FLASHBACK END
Ternyata yang sedang dipegang oleh Kanna sekarang adalah buku harian yang lama. Sedangkan tulisan tentang Near ada dibuku harian barunya, yang mana buku hariannya itu sekarang tidak ditemukan dimanapun dikamarnya.
Ibunya tahu bahwa putrinya memiliki 2 buku yang sekarang satunya hilang entah kemana. Kanna masih belum tahu bahwa masih ada buku harian baru yang sudah ditulisnya.
Terlalu cepat untuk tahu kebenarannya, ibunya Kanna menyembunyikan bahwa Kanna mempunyai 2 buku dengan berpura-pura seolah tidak ada buku baru hanya ada satu buku yaitu yang sedang dipegangnya.
"Bukannya kamu dari dulu hanya ada satu buku" ucap Ibu Kanna pura-pura heran.
"Hmmm... benarkah begitu. Tapi kenapa ada tulisan seperti ini dihalaman terakhir " tanya Kanna pada dirinya sendiri.
"Hmm...mungkin itu hanya perasaanmu" ibunya mencoba membuat anaknya agar tidak terlalu memikirkan.
"Sepertinya begitu..." Kanna melangkah pergi meninggalkan dapur dengan lesu.
Ayah Kanna akhirnya bisa masuk kedapur. Terlihat ibunya mulai meneteskan air matanya lagi.
"Maaf..maafkan ibu, Kanna. Ibumu tidak berniat menyembunyikan kebenarannya. Melihatmu dulu sangat senang menanti hari besok bersama Near, membuat ibumu ingin memberitahumu kebenarannya." Ibu Kanna terisak-isak menahan suaranya agar tidak kedengaran putrinya.
Ayah Kanna mencoba menenangkannya dengan memeluknya. "Tenang saja Kanna. Pasti Kanna paham dengan tindakan yang kau ambil sekarang."
"Emmm.." Ibu Kanna mengangguk.
**********
Kanna kembali kekamar dengan keadaan lesu. Dia merebahkan dirinya ke tempat tidur sambil melihat buku harian lamanya.
"Apakah benar tidak ada buku harian baru. Tapi kenapa ada tulisan ini... apakah aku tanyakan ke Ardi saja, soal apakah kita pernah membeli buku harian baru. Sepertinya ibu mencoba merahasiakan ini " gunam Kanna masih penasaran.
********
Besoknya Kanna mulai kembali ke sekolah seperti biasanya. Tampak Kanna menjadi pembicaraan dikelas karena dia telah tidak masuk selama 2 minggu. Tapi tidak ada yang berani bertanya karena ketika mereka bertanya selalu tidak dijawab oleh Kanna.
Kanna mulai duduk kembali ketempat biasa. Dirinya sadar bahwa dia harus menjauhi teman-teman menurut informasi dibuku lamanya.
Karena pengalaman masa SMP Kanna sangat buruk. Ketika teman-temannya mulai lelah untuk memberitahu dirinya atau bisa dikatakan bahwa mereka mulai sakit hati karena dilupakan Kanna setiap hari.
Dari pengalaman itu Kanna menghindari teman SMA-nya.
************
Bel masuk sekolah berbunyi.
pelajaran berlangsung seperti biasa seolah tidak ada apa-apa. Kanna yang duduk dibangku paling belakang sendiri menjadi sedih karena harus sendirian dalam kelas yang sepi.
(Bahkan tidak ada dari mereka yang mau duduk denganku) ucap Kanna dalam hati melirik tempat duduknya yang kosong tidak ada siswa yang ada.
Kelas berlangsung seperti biasanya dengan Kanna tidak tahu bahwa nanti ada Near yang akan duduk disampingnya.
***********
(Jika ibu tidak ingin memberi tahu maka aku harus mencarinya sendiri) Kanna bertekad mengukapkan kebenarannya.
Ketika sudah sampai dibelakang sekolah tempat biasanya. Ada seseorang yang sudah datang kesana. Orang itu membelakangi tempat Kanna berada. Tampak dia sedang makan siang.
Melihat orang itu, Kanna merasakan ada seseatu dalam hatinya. Secara tidak sadar Kanna mulai bergerak menghampirinya.
"Near..." ucap Kanna spontan melihat orang itu.
Orang itu terkaget dengan suara itu. Dia menoleh kearah Kanna berada. Ternyata orang yang sedang makan adalah Ardi.
"Eh.." Kanna terkejut dan kembali sadar.
"Kamu lama sekali, sudah lama aku menunggumu " ucap Ardi dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Hehhh(terkejut)...Ardi. Kenapa kamu disini" tanya Kanna bingung dengan kedatangan Ardi tiba-tiba.
"Kan kita bisanya selalu makan disini. Apa kamu tidak menulis itu dibuku harianmu" ucap Ardi menjelaskan situasinya.
Masih tidak tahu apa-apa Kanna mencoba mengiyakan dan segera duduk makan bersama Ardi. Tampak Kanna tersenyum karena suasananya berbeda sekali dengan dikelas.
Tapi ditengah-tengah senyuman Kanna tampak Kanna mendapatkan ingatan yang samar tentang Near. Tapi Kanna masih belum mengingat jelas wajah ataupun nama Near hanya sebagian saja seperti tangan dan punggung Near yang diingat Kanna.
**********
Sesudah menyantap makanannya. Ardi tiba-tiba bertanya kepada Kanna.
"Siapa yang kamu sebut tadi "
"Eh..siapa" Kanna bingung dengan maksut Ardi.
"Bukannya kamu memanggilku dengan nama orang lain tadi. Siapakah dia..." tanya Ardi mencoba mendesak Kanna agar berbicara.
Tapi Kanna tampak benar-benar lupa, nama yang dia ucapkan ketika memanggil Ardi tadi.
"Hmmm... entahlah aku sendiri tidak ingat. Aku tadi secara tidak sengaja bilang itu tapi entah kenapa ya aku bergerak sendiri " Kanna bertanya-tanya bingung dengan tindakannya sendiri.
Mencoba untuk tidak memaksa Kanna, apalagi Kanna belum lama ini keluar dari rumah sakit. Jadi Ardi tidak membicarakan Kanna yang tadi menyebut Near.
"Ya sudahlah. Mungkin aku salah denger tadi."
Suasana menjadi hening. Kanna sekarang yang memulai pembicaraan.
"Apakah kita pernah membeli buku bersama ataukah kau pernah memberiku sebuah buku " tatap Kanna ke Ardi.
Terkejut mendengar hal itu, Ardi bisa tenang. "Tidak, kenapa memangnya "
Kanna menatap mata Ardi dengan serius mencoba mencari tahu apakah yang dibilang Ardi itu bohong atau tidak.
"Tidak apa-apa kok hanya tanya saja " ucap Kanna memalingkan wajahnya.
Kanna melihat bahwa Ardi benar-benar serius bahwa Ardi tidak pernah membelikan buku hariannya.
(Kelihatanya aku memang tidak punya buku harian yang baru. Mungkin tulisan itu juga ulah isengku dulu) ucap Kanna menyerah mencari tahu tentang tulisan dihalam terakhir dibuku harian yang lama.
Ardi memang tidak bohong, dirinya menyatakan kebenarannya bahwa dia tidak pernah membelikan Kanna buku harian sama sekali. Karena yang membelikan buku harian yang baru adalah Near, dirinya hanya mengantarkan saja untuk membeli buku tersebut.
Ardi mulai menyadari seseatu ketika Kanna bertanya akan hal itu.
(Kenapa Kanna bertanya hal itu. Apakah mungkin dia kehilangan buku harian yang dibelikan oleh Near.)