
Esok harinya
Semua siswa disekolah membersihkan seluruh sekolah, sesuai bagian-bagian yang sudah ditentukan oleh sekolah.
Semua kegiatan berjalan biasa , seolah tidak ada terjadi kecelakaan kemarin. Near tidak mengunjungi ruangan klub waktu istirahat. Hanya ada Ardi dan Hana yang ada disana, mereka berdua hanya makan dan diam.
***************
Pulang sekolah...
Near menunduk dengan lesu, ia berjalan-jalan tanpa arah. Saat ia sadar, Near sudah ada didepan rumah sakit tempat Kanna dirawat. Near melihat rumah sakit itu lama sekali hingga akhirnya ia memutuskan untuk duduk sebentar dikursi depan rumah sakit.
Ia melihat mobil yang lewat sampai waktu udah menjelang malam. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari rumah sakit itu dan pulang kerumah.
Ia melakukan hal tersebut esoknya dan esoknya lagi. Hingga tidak terasa sudah 3 hari berlalu. Near tidak berani masuk, karena ia sudah berjanji kepada ayahnya Kanna untuk menjauhi Kanna. Jadi ia hanya bisa menunggu didepan rumah sakit sendirian untuk menenangkan hatinya.
***************
Dihari Ke-3
Near datang lagi dirumah sakit, saat itu tepat cuacanya agak berawan. Near melihat rumah sakit agak lama dan memutuskan untuk duduk dikursi rumah sakit. Ia mulai melihat mobil yang lewat lagi seperti sebelumnya.
"Near " panggil Ardi tak jauh dari tempat Near duduk.
Near menoleh sebentar dan hanya bisa tersenyum sedih. Ardi mulai mendekati Near dan duduk disampingnya.
"Apa yang kamu lakukan disini "
"Aku hanya duduk disini... " Jawab singkta Near.
"Apa kamu tidak mau masuk kedalam? "
"Tidak, aku tidak mau "
"Hmmm, begitu.... "
Perbincangan mereka berhenti sampai itu saja. Ardi juga mulai menunggu disana dan melihat mobil yang lewat bersama Near.
******************
"Jadi benar kalian yang duduk, menganggu rumah sakit ini " Ucap Ayah Kanna marah.
Mendengar suara Ayah Kanna sontak membuat mereka berdua otomatis berdiri dan menunduk takut.
"Maaf om, tapi saya sudah sampai barusan. Kalau kemarin tidak om. "
Mendengar itu, Near agak kesal dan melirik tajam ke Ardi. Ardi hanya bisa memalingkan wajahnya.
"Udah-udah, tidak penting kalian berdua atau sendiri. Sekarang kalian ikuti aku " Ayahnya Kanna mulai berbalik menuju rumah sakit.
"I...iya om " Jawab mereka berdua.
******************
"Aku sudah tahu kejadiannya " ucap ayah Kanna memunggungi mereka berdua dan terus berjalan.
Mereka berdua terkejut dengan pernyataan tersebut.
"Maafkan kami om, kami tidak bisa melindungi Kanna " ucap Near menunduk merasa bersalah begitu juga dengan Ardi ia merasa bersalah juga.
Near dan Ardi tidak bisa bilang apa-apa. Mereka hanya terdiam mengikuti ayah Kanna.
*******************
Mereka bertiga akhirnya sudah sampai diruangan Kanna dirawat. Mereka masuk kedalam dan melihat Kanna yang masih berbaring ditempat tidurnya. Kanna mengalami koma yang tidak bisa diketahui kapan ia akan bangun lagi. Melihat hal tersebut membuat hati Near menjadi sakit dan tidak bisa bilang apa-apa.
"Aku tidak tahan melihat ia begini sejak kecilnya. Selalu berbaring dirumah sakit tidak berdaya, tidak bisa tertawa bersama teman-temannya. Hanya bisa melihat kenangan disebuah buku saja. " Ucap Ayah Kanna dengan mata berkaca-kaca.
Mereka berdua hanya bisa berdiam diri mendengar hal itu dan mereka tidak bisa berbua apa-apa selain melihat Kanna koma.
********************
Setelah lama disana, Near dan Ardi akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah sakit tersebut agar tidak menganggu Kanna yang sedang sakit.
Saat berada didepan rumah sakit tiba-tiba mereka bertemu dengan Andi yang terlihat mondar-mandir ingin masuk. Saat mereka berdua ingin keluar tidak sengaja mata mereka bertemu satu sama lain.
"Kamu.... " Ucap Ardi terkejut.
Mereka bertiga akhirnya mampir kesebuah taman untuk saling berbincang. Mereka sudah lama tidak berbincang sejak peristiwa tersebut.
"Jadi bagaimana keadaan Kanna sekarang " tanya Andi terlihat sedih.
"Dia sekarang dalam keadaan koma, entah sampai kapan ia akan sadar kembali " Jawab Near
"Ternyata begitu.... Aku akan pindah sekolah mulai besok " ucap Andi terlihat pasrah.
Near dan Ardi menjadi sangat terkejut dengan ucapan Andi barusan. Mereka berdua tidak menyangka Andi akan membuat keputusan tersebut.
"Ini semua salahku, sampai Kanna jadi seperti itu "
"Tidak, ini bukan salahmu " Ucap Ardi menyakinkan.
"Terimakasih dengan perhatianmu. Tapi waktu itu aku sebenarnya melihat sekilas kalau Kanna melewati kami, saat aku mau pergi bersama Nita menuju ruangan klub mu. Tapi aku malah mengira itu hanyalah bayanganku, jika saja saat itu aku berbalik dan mencarinya mungkin Kanna.... " Andi tidak bisa melanjutkan pembicaraan dan ia mulai meneteskan air matanya.
Near dan Ardi pun tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka berdua juga tidak menduga kejadian ini terjadi.
"Karena aku disisinya, Kanna selalu kecelakaan. Ketika Kanna kecil dan sekarang. Itu karena aku mencoba mendekatinya, jadi lebih baik aku pergi dari hidupnya untuk selamanya " ucap Andi dengan putus asa.
Andi akhirnya pamit pulang kepada Ardi dan Near. Ia datang kerumah sakit hanya berniat untuk melihat kondisi Kanna untuk terakhir kalinya. Andi sebenarnya tidak berani melihat Kanna, oleh karena itu mendengar berita tentang dia saja itu menbuatnya sedikit lega.
********************
Waktu pun menjelang sore
Near dan Ardi berniat pulang kerumah, ditengah perjalanan mereka.....
"Ardi...... aku akan menggunakan kekuatan jam antik dan akan memperbaiki masalah ini " Near berhenti dan menatap keatas melihat langit sore.
Ardi sedikit terkejut tapi tampaknya Ardi juga tahu kalau Near akan menggunakannya cepata atau lambat.
"Mau bagaimana lagi ya.... Gunakanlah dan jangan ragu meminta bantuanku dimasa lalu. " Ucap Ardi menepuk pundak Near dengan keras.
"Hmmmm..... Terima kasih Ardi "
"Sama-sama "
Mereka berdua melanjutkan pulang mereka dengan saling bergurau.