
Kejadian itu akhirnya akhirnya selesai dengan kemenangan dipihak Ardi. Meskipun mengalami kemenangan tetapi mereka tidak bisa bahagia sepenuhnya karena kedua orang yaitu Ardi dan Jason mengalami luka sedikit parah dari Dodik dan Near.
Orang tua mereka berempat datang dengan perasaan cemas karena mengetahui kalau anak mereka sempat dalam bahaya begitu juga dengan Hana. Orang tua merea menangis bahagia mengetahu anak mereka baik-baik saja. Meskipun Ardi dan Jason harus dibawa kerumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.
***********
Semua anak buah Jarwo semua diproses lebih lanjut dikantor polisi begitu juga dengan Gurunya. Entah apa yang akan mereka jalani yang pasti mereka akan menerima hukuman dari apa yang sudah mereka lakukan.
Hari seninnya setelah peristiwa tersebut. Near tetap memasuki kelas kelas karena ia harus menemani Kanna disekolah. Mereka makan siang bersama digedung belakang sekolah seperti biasanya.
"Ardi datang lama sekali ya. Apakah dia tidak datang " ucap Kanna menengok nengok bila ada tabda-tanda kedatangan Ardi.
"Dia tidak akan datang " ucap Near sambil makan bekalnya.
"Hmm(mengangguk mengerti), kenapa ia tidak datang??? " tanya Kanna.
"Karena ia sudah mengalami hari yang berat jadi ia istirahat sebentar " ucap Near tersenyum sedih.
Near tidak memberitahukan kejadian yang menimpa Ardi kepada Kanna karena kejadian tersebut nanti akan dirahasiakan dan hanya orang tertentu yang tau.
"Ahhh, Jadi bagaimana kita akan berbicara dengan kepala sekolah nanti " ucap Kanna khawatir.
"Eh, ada urusan apa Ardi dengan kepala sekolah " tanya Near terkejut dengan ucapan Hana barusan.
"Eh, masa kamu lupa sih. Kita kan ada janji kepada kepala sekolah untuk mencari anggota keempat. Tapi ternyata Ardi tidak membawa siapapun padahal ia yang paling diharapkan." Ucap Near murung.
Near tersedak terkejut karena dirinya lupa mengenai hal itu. Mrlihat Near tersedak Kanna curiga kalau Near melupakannya.
"Apa kamu melupakannya " tatp penuh curiga Kanna.
Kanna tidak bereaksi dia semakin menatap tajam Near. Near tidak dapat berbicara apa-apa dia hanya berharap dalam hati agar Kanna tidak marah.
"Oh, begitu baguslah. Kalau gitu kita temui dia sekarang." Ucap Kanna menutup bekalnya.
"Eeehhh, gak usah. Kamu gak perlu ikut. Biar aku saja yang menemuinya. Pulang sekolah nanti " ucap Near menghentikan Kanna untuk ikut.
"Apa tidak apa-apa jika kamu pergi sendiri " tanya Kanna khawatir.
"Iya tidak apa-apa. Ini akan jadi masalahku sendiri." Ucap Near tersenyum licik.
"Okelah kalau gitu " ucap Kanna percaya saja kepada Near
************
Bel sepulang sekolah berbunyi...
Near terlihat menunggu seseorang didepan kelas. Ketika semua orang berlalu lalang pergi. Near memerhatikan setiap orang yang keluar dari kelas itu dan mulai mencari seseorang.
Terlihat Hana yang keluar dari kelas itu, Near dengan tergesa-gesa mengenggam tangan Hana untuk menghentikannya. Dengan refleks Hana melihat kebelakang untuk melihat siapa yang mengenggamnya. Dia terkejut dengan siapa yang mengenggamnya.
"Eh, Near ada aaaapa " ucap Hana gugup tidak bisa berbicara benar.
"Biarkan aku berbicara dengammu sebentar saja. Ini tentang Ardi. Jadi tolong biarkan aku memberitahumu seseatu. " ucap Near terlihat serius.
"Eh..." Hana terkejut dengan maksut Near.
(Istirahatlah Ardi aku akan menyelesaikan masalahmu disini. Biarkan temanmu ini yang menyelesaikan tugasmu ) ucap dalam hati, Near....