
Pada hari H
Kegiatan diadakan dengan meriah, siswa diperbolehkan masuk dan keluar dari wilayah sekolah. Tapi tetap harus ada yang berada dalam kelas untuk bertanggungjawab dengan apa yang dibuatnya dalam memeriahkan kegiatan ini.
Seperti yang direncanakan Ardi dan Near, mereka membiarkan Hana dan Kanna dalam ruangan klub. Agar Kanna tidak kesepian.
Sedangkan Near ia bisa bebas berkeliaran melihat kelas lain mempromosikan jurusannya masing dengan bentuk berbeda-beda.
***********
Diruagan klub Kanna dan Hana saling berbincang.
Kanna: "Dimana Ardi sekarang? "
Hana: "Oh dia sedang membantu dikelas, ia menjadi pemeran utam untuk promosi kami. Karena wajahnya yang tampan " (Hana tersipu malu).
Kanna: "Jadi kalian sudah berpacaran "
Hana: "Eh, tentu saja tidak(terkejut). Mana mungkin orang seperti ku bisa berpacaran dengannya "
Kanna: "Jangan merendahkan dirimu. Kita belum tahu apa yang terjadi masa depan. Lagipula bagiku dirimu cantik kok " (Hana tersenyum).
Hana: "Terima kasih " (tersenyum senang)
****************
Sudah lama acara berlanjut.
09.30
Near sekarang masih berjalan-jalan melihat ruangan lain. Sampai ia berada didepan kelas Ardi. Ia mencoba masuk dan melihat bagaimana kelas Ardi mempromosikan jurusan.
Setelah masuk Near mencoba menahan tawanya karena disana Ardi berdandan rapi dan duduk ditengah-tengah poster yang mempromosikan jurusan.
Tampaknya wajah Andi yang akan menjadi daya tarik dalam kelas tersebut. Ardi yang duduk ditengah-tengah kelas merasa malu. Ia melirik sekeliling dan kebetulan melihat Near. Nera yang tahu kalau Ardi melihatnya, ia mencoba untuk mengejeknya.
Ardi : "Awas kau " (Ardi kesal dan tidak bisa berbuat apa-apa)
****************
Near baru saja keluar dari kelas Ardi. Perutnya sakit karena menahan tawa melihat Ardi seperti itu.
Near: "Hah, udah puas aku melihat-lihat. Sebaiknya aku pergi ketempat kemarin ditempat sepi yang ada pohonnya itu. Untuk istirahat. "
Near berjalan menuju tempat ia bersantai dengan Ardi waktu itu
*************
Waktu : 9.50
Didepan gerbang sekolah ada Andi yang menunggu seseorang, yang mana orang itulah adalah yang memberikan nomor kepada Ardi ketika ia belum pindah.
Kring~kring~kring
Telepon Andi berbunyi, ia segera mengangkat nya.
Andi: "Halo, apakah kamu sudah sampai,.....eh sudah sampai. Dimana kamu sekarang "
Saat ia mencari-carinya, tiba-tiba ada gadis yang ada berhenti didepannya. Tampak wajah yang tidak asing, benar gadis itu adalah orang yang diteleponnya sekarang. Andi langsung tahu kalau itu dia, begitupun dengan orang itu. Andi mendekatinya....
Andi: "Apakah kamu Nita yang memberikan nomor telepon ini dulu "
Nita: "Iya, itu aku. Ada yang ingin kubicarakan padamu sejak dulu sekali "
Andi: "Apa itu soal Kanna "
Nita sedikit terkejut karena Andi bisa tahu hal tersebut.
Nita: "Seperti nya kamu sudah bertemu dengan-nya. Maaf terlambat mengatakan ini "
************
Nita dan Ardi berjalan bersama memasuki sekolah yang ramai itu.
Andi: "Maaf, menghentikan ceritamu ini. Tapi aku ingin ada satu orang yang mendengar ceritamu itu. "
Andi lama menjawab pertanyaan tersebut.
Andi: "Sebenarnya orang itu adalah Kanna sendiri. "
"Eh...."
Nita terkejut kalau Kanna ada disini.
Andi: "Apakah itu tidak boleh?. Jika kamu belum siap kamu boleh menceritakan ini padaku"
Andi menanyakan hal tersebut karena melihat ekspresi Nita yang sangat terkejut. Andi mengira Nita belum siap menceritakan hal tersebut dihadapan Kanna.
Nita: "Tidak, aku harus menceritakan kejadian ini padanya juga. Aku juga harus bertanggungjawab atas masalah yang terjadi. Aku tidak ingin menundanya lagi. "
Andi: "Terima kasih, telah berani memberi tahukan hal tersebut"
*********************
Jam 10.30
Diruangan klub sekarang Hana dan Kanna sedang asik berbincang. Mereka asik berbincang dan tertawa satu sama lain. Hingga mereka mulai kelaparan dan mulai memutuskan untuk makan bekalnya.
Hana: "Tidak terasa ya sudah jam segini. Kita terlalu asik berbincang "
Kanna: "Iya, tidak terasa sekali sudah jam segini..... Tapi aku pergi dulu sebentar ya. Sepertinya aku pergi ambil bekal dalam tas dikelas dulu "
Hana: "Iya santai saja. Aku tunggu kok "
Kanna: "Iya makasih. "
Kanna mulai meninggalkan ruangan klub. Ia tersenyum memikirkan kebersamaan nya bersama Hana. Ia merasa senang karena hal yang selama ini ia tidak bisa lakukan, bisa dilakukan sekarang yaitu berbincang bersama teman sampai tidak ingat waktu.
**************
Saat itu sekolah sangat ramai hingga kelas paling belakang. Oleh karena itu ia berdesak-desakan untuk bisa kekelasnya, ia mencoba melewati gerombolan tersebut. Karena tidak ada pilihan lagi selain menerobos kerumunan tersebut.
Tapi saat itu Kanna tampak sangat terkejut melihat seseorang dari kejauhan datang dari arah berlawanan yang tidak lain adalah Andi bersama seseorang yaitu Nita. Sedangkan Nita dan Andi mereka tidak menyadari Kanna yang tidak jauh dari mereka akibat ramainya tempat tersebut. Mereka masih melanjutkan melangkah sampai keruangan klub yang ditunjukkan Ardi waktu itu.
Kanna tampak sangat terkejut melihat Nita. Ia berhenti ditengah kerumunan tersebut. Matanya begetar, kepalanya mulai pusing, dadanya sangat sesak dan ia mulai meneteskan air matanya.
Dengan perasaan tersebut entah kenapa ia mulai melarikan diri. Menerobos menuju kegerbang sekolah dengan air matanya yang terus menetes.
(Kenapa, kenapa hatiku menjadi sakit. Kenapa air mataku menetes melihat Andi dan Nita. Seolah aku ingin lari meninggalkan keramaian ini. Aku tidak ingin disini, aku tidak suka disini. Siapa aku....)
Dalam hati Kanna berteriak kesakitan, dan tampaknya ingatannya mulai kabur hingga ia tidak ingat dengan dirinya.
****************
Waktu pukul 10.45
Andi dan Nita sudah sampai diruangan klub. Andi mulai memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan tersebut.
Tok~tok~tok
Hana yang berada didalam dan menunggu Kanna. Ia terheran-heran dengan suara ketukan tersebut karena tidak ada yang tahu tentang ruangan klub ini, jika itu Andi ia pasti langsung masuk begitu juga dengan dan Near ia juga tidak mungkin datang karena Kanna masih tidak ingat dengannya.
.
Mau tidak mau ia harus membuka pintunya. Saat pintu terbuka....
Hana: "Eh, Andi... "
Jawab Hana keceplosan, Hana sudah tahu perihal masalah Andi dan Kanna dari Ardi. Oleh karena itu ia tahu kalau dia adalah Andi.
Andi: "Seperti nya, kamu sudah tahu tentangku. Aku mohon biarkan aku berbicara dengan Kanna sebentar ada yang ingin aku sampai kan padanya "
Hana: "Eh, tapi... Sepertinya Kanna sedang pergi sebentar. Jadi bisakah kau tunggu bentar"
(Bagaimana ini, apakah aku harus membiarkan ia bertemu dengan Kanna sekarang) .
Dalam hati Hana sedikit ragu.