REPEATING TIME

REPEATING TIME
Gosip Tentang Kanna dan Ardi Disetiap Kelas



Melihat Kanna memegang kepalanya karena pusing membuat Ardi dan Near berhenti bercanda. Mereka berdua langsung menghampiri Kanna.


"Apakah kamu tidak apa-apa Kanna " tanya Near khawatir kalau otak Kanna akan sakit jika menerima situasi seperti ini.


"Iya apakah kamu tidak apa-apa Kanna " tanya Ardi yang juga khawatir.


Merasa terkejut karena tiba-tiba melihat sekilas ingatannya. Membuat Kanna berpura-pura tersenyum agar tidak membuat khawatir Near dan Ardi.


"Enggak aku tidak apa-apa kok"


"Apakah kamu yakin baik-baik saja. Jika kamu tidak sehat maka kami akan antar ke UKS." Saran Ardi kepada Kanna yang kelihatan pucat.


"Iya lebih baik kamu ke UKS saja." Near membenarkan saran Ardi untuk membawa Kanna ke UKS untuk istirahat.


"Tidak, aku baik-baik saja kok " Kanna tersenyum cerah seolah tidak terjadi apa-apa.


"Apa kamu yakin baik-baik saja " tanya Near menyakinkan.


"Iya aku sehat kok lihat." kanna melompat mencoba untuk membuktikkan bahwa dirinya benar-benar baik-baik saja sekarang.


Ardi dan Near saling menatap satu sama lain. Mereka masih ragu kalau Kanna baik-baik saja sekarang, mereka langsung menghentikan Kanna melompat-lompat karena mereka khawatir kalau Kanna memaksakan dirinya untuk sehat.


Tidak ada pilihan lain mereka tidak menanyakan kondisin Kanna sekarang. Karena mereka takut membuat Kanna kesakitan.


**************


Bel masuk berbunyi


Menghentikan rasa senang mereka karena harus menerima pelajaran yang membosankan menurut mereka.


"Ayo kita pergi kembali kekelas " Kanna mengajak untuk kembali.


Tapi Ardi dan Near tidak mengikutinya, mereka terlihat ragu bahkan tidak ada minat untuk masuk kelas.


"Ayo kita masuk kenapa kalian diam saja " Kanna heran karena Near dan Ardi diam mematung tidak mencoba untuk kembali kekelas.


Ardi dan Near saling menatap seolah sedang merencanakan seseatu yang gila. Walaupun mereka tidak berbicara, mereka saling mengerti arti tatapan masing-masing.


Masih tidak bergerak Kanna mencoba mengulang kembali perkataannya.


"Ayo kita kembali kekelas, sudah bel nih" ucap kesal Kanna.


"Hahhha..tunggu sebentar Kanna " Near menggaruk kepalanya kikuk.


"Iya sebentar, Kanna. Aku punya saran bagaimana kalau untuk merayakan Near kembali, kita bolos aja " saran Ardi polos.


Bukannya menyetujui Kanna semakin marah dan menatap tajam mereka. Membuat mereka langsung salah tingkah.


"Oh tidak jadi Kanna kita lebih baik kekelas dahulu " Ardi berubah pikiran setelah melihat tatapan tajam Kanna.


"Iya kita pergi kekelas dahulu " Near langsung melangkah pergi kekelas diikuti Ardi juga.


(Kanna tampak menakutkan tadi) ucap dalam hati mereka berdua ketakutan


"Begitu dong" Kanna denga riang menikmati kemenangannya mengikuti mereka dari belakang.


Meninggalkan lokasi belakang sekolah, tampak ada suara jepretan kamera yang berada disemak-semak mengamati mereka bertiga. Orang yang mengawasi mereka tampak sedang tersenyum licik.


**********


Pada hari itu Kanna, Near dan Ardi mengikuti pelajaran seperti biasanya seolah tidak ada masalah yang terjadi. Tetapi gosip tentang Kanna yang sedang berpacaran dengan Ardi terus tersebar luas.


Hal itu bisa dilihat dari Ardi dan Kanna kembali kekelas. Ketika mereka masuk teman-teman lain langsung berbisik mencari kabar itu.


Bisa dikatakan mereka adalah pasangan terbaik saat ini tidak ada yang bisa mengalahkan mereka.


**********


Near yang melihat semua orang berbisik dalam kelas memperhatikan Kanna. Membuat dirinya penasaran, dan mengirim surat kertas kepada Kanna secara sembunyi-bunyi.


"Kenapa semua orang memperhatikanmu dari tadi apakah kamu sudah melakukan hal yang salah " tulis Near dalam surat menanyakan kejadian yang terjadi.


"Entahlah aku juga tidak tahu. Tapi tolong jangan berbicara kepadaku dikelas. Aku tidak ingin semua jadi memperhatikanku." Jawab Kanna menulis disurat Near tadi.


Kanna sebenarnya tahu bahwa semua orang dikelas tampak sedang melihat dirinya dan memperhatikannya. Itu karena kejadian dimana ia memaksa Ardi untuk keluar.


(Aduhhhh. Aku jadi malu sekarang, bagaimana bisa aku memegang tangan Ardi tadi. Duh sialnya aku) Kanna dalam hati malu untuk mengingat kejadian itu.


"Hehehe, maaf. Tapi semua orang tampak tidak tahu." Tulis Near kembali.


"Sudah kubilang jangan melakukan apapun yang melibatkan aku " tulis kesal Kanna karena Near masih menulis dari tadi.


Near sebenarnya mau menulis lagi tapi guru pengajar waktu itu sudah datang membuat Near berhenti menulis.


(Hahhh....guru sudah datang) keluh kesal Near tidak bisa menulis lagi.


Tapi tiba-tiba Kanna meletakkan sebuah kertas diatas meja Near. Near merasa terkejut dan juga senang karena Kanna menulis untuk dirinya, padahal biasanya Kanna selalu diam.


Near senyum-senyum membaca surat itu dalam hati.


[Semangat, semoga kita bisa menjadi teman selamanya] tulis Kanna dalam surat itu.


Near melihat Kanna karena terkejut dengan isi surat itu. Dia langsung meletakkan ditengah-tengah bukunya untuk dijadikan semangat.


Kanna tidak menghiraukan setelah memberikan kertas itu. Tapi sebenarnya ia sempat melirik ke Near dan ia tersenyum karena Near meletakkan kertas itu ditengah bukunya. Segera tersadar Kanna telah memperhatikan Near sekian lama, Kanna langsung menggelengkan kepalanya agar bisa fokus kembali memperhatikan pelajaran.


***********


Berbeda banget dengan kondisi Ardi dikelasnya. Ketika ia sampai dikelas Ardi langsung dikerumuni teman sekelasnya dan semuanya adalah laki-laki.


Sedangkan teman perempuan dikelasnya tampak lemas mendengarkan pendapat Ardi karena mereka semua adalah fans Ardi.


Berbagi pertanyaan dilontarkan kepada Ardi. Semua temannya menjadi penasaran apa hubungan Ardi dan Kanna adalah sepasang kekasih.


"Apakah benar kamu dan Kanna adalah kekasih." Tanya salah satu temannya.


"Apakah kalian tadi bertengkar "


"Apakah kalian sudah baikkan sehingga kamu datang kemari."


Teman sekelasnya seperti reporter yang menanyakan berbagai pertanyaan kepada Ardi dengan cepat dan membingungkan. Membuat Ardi tidak bisa menjawab karena setiap dia mau menjawab pasti akan ada pertanyaan lain, terus begitu dan seterusnya.


Dalam beberapa tekanan dari temannya membuat Ardi semakin frustasi. Tapi untungnya itu tidak bertahan lama karena guru pengajar dikelas Ardi sudah datang membuat teman lain berlari duduk ditempatnya.


"Semuanya duduk dibangku masing-masing dan harap tenang." Perintah guru pengajar untuk membuat kondisi kondusif.


"Iya pak" ucap semua siswa serentak.


Melihat semua sudah duduk dibangkunya membuat Ardi bisa bernafas lega. Tapi itu untuk hari ini, karena tampak tatapan teman-teman yang lain masih penasaran dengan jawaban Ardi.


"Hahh(menghela nafas)...sepertinya masalah ini akan menjadi masalah yang sangat serius dalam kehidupanku" gunam Ardi menatap langit-langit kelas dengan kesal.


Mereka bertiga pada hari itu tampak kembali seperti biasanya. Dengan Kanna dan Near saling mendukung dan begitu juga dengan Ardi yang jadi pendukung juga buat mereka.