
Dalam keadan yang masih berfikir itu, pimpinan polisi tidak menyadari bahwa didepannya masih ada big dengan nafas berat mau membunuh pimpinan.
"hajar..hajarr..hajar.." gunam big pelan.
Big dengan nafas berat sangat marah kepada pimpinan karena dia telah membuat bossnya jatuh tak berdaya.
Big berlari dengan lambat karena tubuhnya besar tapi setiap Big melangkah terdengar suara keras dalam pijakannya.
Near, Ardi, dan pimpinan polisi yang mendengar jelas suara itu. Mereka menoleh kearah sumber suara itu. Dengan Near dibantu duduk oleh Ardi untuk melihat situasinya.
Mereka bertiga sangat terkejut melihat big yang awalnya diam sekarang menjadi agresif seperti itu. Big mendorong pimpinan polisi dengan keras.
Dorongan Big membuat pimpinan polisi jatuh kebelakang dengan keras.
"Aduh..." pimpinan polisi kesakitan.
Mendapatkan serangan mendadak membuat pimpinan polisi segera menutupi kepalannya dengan menyatukan kedua tangannya.
Tapi serangan Big tidak berlanjut karena Big terdiam memandangi tubuh boss penjahat. Dia mengoyang-goyang tubuhnya dengan tatapan sedih. Near sepertinya paham kenapa Big terlihat begitu agresif.
"Apa yang dia lakukan, kenapa tiba-tiba menjadi agresif seperti itu " tanya pimpinan bingubg melihat sikap Big.
"Uhuk(batuk)..Mungkin dia marah karena bossnya telah dijatuhkan sama kamu. Big memang selalu diam seperti itu dari tadi tapi dia tetap menuruti kata-kata bossnya." Jawab Near sedikit kesakitan.
"Mungkin...itulah alasannya" pimpinan polisi bangkit kembali sambil membersihkan dirinya dari debu.
Big terlihat begitu sedih sambil mengoyang tubuh bossnya. Tapi karena bossnya pingsan maka tidak bisa dia menjawab Big seperti biasanya.
FLASBACK ON
Dulu ketika Big belum memasuki geng boss penjahat tesebut. Terlihat Big selalu dijauhi karena memiliki tubuh yang besar dan wajah yang menakutkan apalagi dia jarang berbicara itulah membuat semua orang salah paham dengannya.
Berbeda dengan penampilannya, sebenarnya dalam hati Big dia adalah seorang pengecut yang sangat suka dengan hewan.
Tapi ada seseorang yang tahu dengan sifat pengecut Big. Mereka selalu memanfaatkan, dengan mengambil uangnya.
**********
Ketika Big sedang bermain dengan kucing sepertinya, dalam sebuah gang sepi. Big sangat suka dengan kucing itu karena dialah yang selalu tidak pernah takut dengannya.
Big selalu memberinya makan dan minum. Tapi tidak seprti biasanya pada hari itu entah kenapa ada gerombolan preman lewat dalam gang itu.
"Hei, hei lihat ada Big disini." Seru salah satu preman memanggil temannya.
"Hahaha...orang yang kelihatan menyeramkan itu" tawa yang lainnya.
"Hahaha...aku kasihan sama dirinya karena dijauhi."
"Jadi bagaimana kalau kau bermain dengan kami saja. Tapi ada syaratnya yaitu kamu harus menyerahkan kepada kami uangmu" rangkul salah satu preman kebahu Big.
Big ketakutan karena tiba-tiba menerima rangkulan itu. Dengan gemetar dia menggelengkan kepalanya sambil mengenggam erat tas berisi uang. Uang itu didapatkan Big dari dia bekerja dalam sebuah bangunan.
Mereka tahu bahwa Big hanyalah seorang pengecut dalam dirinya. Mereka dengan berani memukul benda disekitarnya.
[Bruakkk...] benda disekitarnya jatuh.
"Hey kau mau dihajar hah " ucap preman mencoba merebut tasnya.
Tapi karena big lebih kuat maka para preman itu tidak bisa mengambilnya.
Merasa frustasi tidak bisa mendapatkan dan para preman tahu bahwa big tidak akan membalasnya. Para preman itu mulai mendorong Big kelantai dan menginjak-injaknya.
Big meringkuk ketakutan dan kesakitan menerima perbuatan mereka. Dalam ketakutan itu tiba-tiba boss penjahat datang berteriak.
"Hei jangan ganggu dia "
"Hah kamu mau menantang kami" bentak preman itu merasa ditantang.
Boss penjahat mulai.menghajar mereka dengan kekuatannya. Karena kekuatan boss penjahat saat itu masih kuat dia lebih menonjolkan kekuatannya.
"Kau lihat saja nanti ya " teriak para preman itu mubdur karena sudah kalah telak.
"Hahaha... akan kulihat perbuatan kalian" tawa boss penjahat melihat beberapa pengecut tertawa.
Setelah para preman itu tidak kelihatan lagi. Bos penjahat itu mulai mendekati Big dan menawarkan bantuan.
"Apakah kamu tidak apa-apa. Apa perlu aku bantu "
Big menggelengkan kepalanya, Big mulai beranjak berdiri sambil mengeluarkan kucing yang dirangkulnya.
"Meow.."
Ternyata dari tadi Big terdiam meringkuk karena dia sedang melindungi kucing yang sedang diberi makan dari injakan para preman.
Boss penjahat terkejut melihat kucing dalam pelukan Big.
(Berarti dari tadi dia meringkuk seperti tadi karena sedang melindungi kucing itu) dalam hati boss itu tekejut dan kagum dengan sikap yang diambil Big.
Karena jika dirinya dalam posisi dirinya, pasti dirinya tidak bisa memikirkan apapun selain melarikan diri dari para preman itu.
"Hei maukah kau jadi temanku...aku suka orang sepertimu." boss penjahat itu menjulurkan tangannya kepada Big.
Big terkejut karena baru ini dirinya diminta untuk menjadi teman. Dengan tersenyun dan sedikit ragu dia mulai menjulurkan tangannya juga menerima tawaran itu.
Big mengangguk menerima tawaran bos penjahat yang masih muda.
"Baguslah sekarang kita akan menjadi teman." Senyum bos penjahat.
"Terima kasih..." tiba-tiba Big berbicara dengan pelan.
Mendengarkan Big berbicara pertama kali dengan orang lain. Membuat bos penjahat senang dan mulai menggodanya.
"Hah apa yang kamu katakan " canda boss penjahat.
Big malu untuk berbicara lagi, dengan terburu-buru sambil menggelengkan kepalanya Big ingin meninggalkan bos penjahat.
"Hei kamu tadi bilang apa" kejar bos penjahat kepada Big untuk menggodanya.
FLASHBACK END
Melihat bossnya seperti itu dia langsung bangkit mulai menyerang pimpinan polisi. Dengan pukulan yang dilayangkan secara sembarangan.
Membuat pimpinan dengan mudah menghindari serangan Big.
"Hei tenanglah. Kita bisa membicarakan ini baik-baik" ucap pimpinan polisi sambil menghindari serangan brutal Big.
Tapi ucapan pimpinan sama sekali tidak dihiraukan Big. Terlihat Big masih melayangkan tinjunya. Dengan tangis diwajahnya.
Pimpinan polisi sebenarnya mau membalas tapi ketika melihat Big meneteskan air matanya. Pimpinan polisi mengurungkan niatnya.
"Hei tenanglah kamu " teriak pimpinan mencoba membuat sadar Big dan menyelesaikan masalah ini secara baik-baik.
Tanpa pilihan lain karena Big tidak menghiraukannya. Pimpinan polisi mencoba untuk menghentikan serangan Big.
Karena pukulan Big sangat berbahaya, pimpinan polisi menggunakan kedua tangannya untuk menghentikan serangan Big.
"Hei tenanglah dia hanya pingsan. Kita bisa bicarakan ini baik-baik " bentak pimpinan polisi.
Seperti sebelumnya ucapan pimpinan tidak dijawabnya. Big mulai menyerang lagi pimpinan dengan ayunan yang lebar.
Untuk menghentikan perbuatan bodoh Big. Dengan kecepatan yang sama saat dia memukul bos penjahat, sekarang dia juga menggunakan serangan itu kepada Big tapi sedikit lebih kuat.
Dengan kekuatan dan umur yang masih muda, serangan pimpinan polisi ini sangat berdampak bagi Big berbeda dengan serangan kepala sekolah.
"Diam saja dengarkan aku " bentak pimpinan polisi memukul Big dengan keras.