REPEATING TIME

REPEATING TIME
Ronde 3 Dimulai



Ardi mengikuti pimpinan polisi dengan semangat mau menyelamatkan Near. Ketika ditengah perjalanan sambil melangkah Ardi penasaran ingin bertanya kepada pimpinan polisi.


"Hey...pak polisi " panggil Ardi malu untuk bertanya.


"Apaa..." pimpinan polisi menoleh ke Ardi.


"Itu, Kenapa pak polisi tidak menanyakan dari awal jika salah satu dari kami hilang dan kenapa anda tanya sekarang." Tanya Ardi heran dengan pilihan yang diambil pimpinan polisi.


Sambil berlari berlari pelan pimpinan polisi menjawab "bukannya aku tidak ingin bilang dari awal tapi karena ada temanmu itu. Aku jadi tidak bilang. Sebelum kami mau berangkat mencari kalian ada seorang guru.."


FLASBACK ON


Ketika mendapatkan tugas dari komandan mereka segera pergi mencari keberadaan polisi yang mengintai para penjahat itu sebelumnya.


"Kita mendapatkan tugas dari komandan untuk menemukan ketiga anak-anak itu dan polisi pengintai yang masih belum kembali juga. Untuk kali ini jangan berpencar karena mereka mungkin saja sedang menyergap" bentak pimpinan kepada anggotanya agar mereka bisa mencari dengan semangat.


"Siaap laksanakan perintah " memberikan hormat kepada pimpinan.


Pimpinan polisi sekarang mau beranjak pergi dengan 4 anggotanya.


"Tunggu..." wali kelas Kanna memanggil pimpinan polisi


"Apaa... " pimpinan membalas garang


Tidak gentar dengan tampang seram pimpinan polisi, wali kelas Kanna menceritakan kondisi yang sedang dialami Kanna sekarang. seperti soal Kanna yang mengalami lupa ingatan setelah bangun tidur. Wali kelas tersebut berpesan untuk jangan membuatnya mengalami shock yang bisa mengakibatkan ingatannya semakin parah.


FLASBACK END


Pimpinan polisi menceritakan kejadian saat dia diberikan pesan tersebut."jadi kami tidak ingin membuat ingatan anak perempuan tadi semakin parah. Aku juga memberitahukan kepada anak buahku jadi jangan khawatir "


"Jadi kenapa tadi kalian ingin mengajak kembali padahal kalian tahu bahwa ada satu orang yang masih hilang??" Tanya Ardi lagi


"Ohhh masalah itu. Tenang saja kami tidak akan meninggalkan tanggung jawab kami. Sebenarnya aku ingin pergi sendiri tadi untuk mencari anak satunya. Tapi ketika kamu berbicara padaku tadi, dalam pikirku pasti kamu tidak akan tinggal diam saja menunggu hasilnya jika aku bilang makanya aku tunggu saja." Pimpinan memberikan alasanya dengan tersenyum


"Emmm... begitu. Tapi..." Ardi mengangguk paham, tapi dirinya ada pertanyaan lagi yang membuatnya penasaran.


"Apaaa dari tadi tanya-tanya kalau begini kita tidak bisa fokus. Hadeh(bergunam kesal)...lebih baik aku pergi sendiri tadi" ucap pimpinan polisi marah karena Ardi tanya melulu.


"Hehehe maaf. Ini yang terakhir deh" Ardi sebenarnya takut tapi karran untuk mengobati rasa penasarannya dia memberanikan dirinya.


"Ini yang terakhir ya..." pimpinan memberikan peringatan kepaa Ardi untuk tidak menganggu lagi.


"iya ini yang terakhir" Ardi kikuk menggaruk kepalanya malu.


"Jadi apa pertanyaanmu.."


"Emmm. itu kenapa kamu tadi tidak meminta bantuan saja. Padahal kamu bisa saja menunggu bantuan datang, apalagi kamu hanya satu orang padahal para penjahat lebih dari satu " tanya Ardi


"Itu...." pimpinan polisi bingung entah harus menjawab dengan bagaimana.


"Itu karena aku kuat " pimpinan polisi bercanda dengan memperlihat kan otot lengannya yang tebal sambil berlari.


[Krick...krick..krikk..] duara jangkrik mengiringi kehinangan malang yang menyebalkan.


Ardi merasa jijik dengan candaan pimpinan polisi. Dengan datar Ardi membalas ucapan pimpinan polisi "jangan bercanda.."


Melihat pimpinan polisi yang tampak sedih membuat Ardi takut kalau menanyakan hal yang salah. Tapi pikiran itu berubah karena tiba-tiba pimpinan polisi.


"Dan itu juga pasti karena aku kuat" Ucap pimpinan polisi menujukkan ototnya yang kekar.


Melihat pimpinan yang banyak bergaya membuat Ardi semakin mual melihatnya. Ardi dan pimpinan polisi tetap melanjutkan perjalan menuju ke tempat Near berada yaitu digedung kosong belakang sekolah.


(Tunggu... Near. Jangan sekarat dulu) ucap Ardi berlari sekuat tenang agar cepat sampai.


*******


Sekarang berada ditempat Near berada yaitu digedung kosong belakang sekolah. Near sekarang masih dalam permainan batu, gunting kertas yang dimainkan secara 3 ronde.


Near mengalami kekalahan di babak yang pertama dan kedua. Mengalami masalah sepeti itu dirinya masih heran kenapa ketika mengeluarkan batu dalam adu suit itu juga harus menggunakan kerikil dalam kantong.


Dengan kebingungan yang amat dalam, karena Near masih belum menemukan jawabannya.


"Apakah kamu sudah berfikir.." boss penjahat itu menggoda Near karena sekarang dia merasakan bau kemenangannya.


"Diamlah..."bentak Near frustasi dengan kekalahannya yang dua kali berturut-turut.


Seperti biasa saat bossnya dibentak, anak buahnya tersebut tidak terima dan mau menghabisinya langsung Near tanpa menunggu lagi.


Untung saja boss penjahat itu dengan cepat menangani situasinya dia mengangkat tangannya untuk menyuruh anak buahnya bersabar"kalian tenang saja. Biarkan dia berfikir sebentar lagi. karena inilah hari terakhirinya untuk segera dihabisi oleh kita."


Mendengar akan hal itu anak buahnya senang menyoraki Near agar segera menyerah "huuuuh... kamu segera mempercepat kematianmu hahaha."


"Betul tuh hahaaha " balas yang lainnya tertawa


Near dengan sorakan para penjahat itu, semakin membuat dirinya tidak bisa konsentrasi sehingga membuatnya semakin kesal mengepal tangannya menahan amarahnya.


"Mari kita mulai ronde ketiganya" ucap pimpinan polisi tersenyum licik.


Tidak mempunyai pilihan lain Near menggaruk kepalanya kesal. Dirinya segera langsung mengambil kantong tersebut dan langsung menentukan pilihannya, tanpa berfikir lagi Near membuang kantong itu memantapkan dirinya memilih.


Melihat Near semakin frustasi bos tersebut senang akhirnya impiannya terwujud.( Kamu tidak akan memenangkan game ini. Game ini mempunyai trik didalamnya yang sangat menguntungkanku dan pasti kamu tidak akan tahu itu karena kamu hanya seorang bocah saja)


Bossnya tanpa berfikir juga dia langsung membuang tas itu dengan sombongnya" Aku akan langsung memperlihatkan salah satu yang tidak akan aku pilih yaitu batu"


Tampak Near terkejut membeku melihat kantong bossnya dibuang. Bos tersebut semakin senang melihatnya karena pilihannya sekarang tepat seperti sebelumnya.


"Oke...batu..gunting...kertas " mereka berdua menunjukkan pilihannya masing-masing.


*******


Hasil yang mereka dapat membuat orang dalam ruangan tersebut terkejut karena sekarang bosnya kalah dengan Near mengeluarkan batu sedangkan bosnya mengeluarkan gunting.


"Tidak...ini tidak mungkin pasti kamu sekarang tidak mengenggam kerikil itu kan. Pasti sekarang kamu tidak mengenggam kerikil itu " bossnya tidak percaya dengan hasil akhirnya.


"Hmm(tersenyum licik)... aku mengenggamnya kok " Near dengan santai membuka tangannya menunjukkan batu yang selama ini digenggam.


"Bagaimana kamu...bagaimana kamu bisa memilih batu." Bos tersebut jatuh lemas karena permainan tang selalu ia banggakan ini, dia dikalahkan oleh seorang anak kecil.


"Hahaha...caranya mudah. Apakah kamu pikir aku tidak tau trikmu selama ini. Sebenarnya aku sudah tahu dari awal trikmu ini " Near tersenyum puas setelah menjatuhkan kepercayaan diri bos tersebut.