REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 123



Sekarang hanya tinggal Near dan Jason saja. Ardi sekarang tidak bisa bertarung lagi karena sebelumnya harus melawan pria tua tersebut dengan segenap tenaga agar membuat Near dan Jason tenang.


Tetapi tindakan Ardi sia -sia karena dengan mudah pria tua tersebut melawan Ardi yang sudah kelelahan itu. Ardi jatuh kelantai karena tidak kuat lagi. Pria tua tersebut akhirnya berpindah target kearah mereka berdua. Saat pria tua itu akan menghampiri Jason dan Near.


Secara tiba-tiba Ardi masih mengenggam erat kaki pria tua tersebut untuk tidak datang melawan kedua temannya.


"Jangan melihat kesana, kamu masih ada urusan denganku disini " Ardi mengenggam erat kaki pria tua tersebut untuk mencegahnya mendatangi mereka.


Near tidak tega untuk melihat Ardi yang jadi begitu sehingga ia berteriak untuk membuat Ardi menyerah saja.


"Ardi sudah cukup kamu berhenti saja. Kamu sudah terlihat babak belur gitu lebih baik kamu diam saja nanti tambah parah. Dia biar kami yang urus jadi jangan memaksakan dirumu lebih dari ini. Kumohon " teriak Near berharap Ardi melepaskan kaki pria tua tersebut


Tapi usahanya sia-sia karena tiba-tiba Pria tua tersebut bukan menarik kakinya dengan paksa melainkan ia mendorong kakinya dengan keras sehingga mengenai wajahnya Ardi.


Tendangan pertama Ardi masih sadar tapi.ketika pria tua tersbut terus mendorong kakinya dengan hal itu membuat Ardi semakin lama mulai melepaskan tangannya dari kaki pria tua tersebut.


"Aku yang akan melawanmu " ucap Jason secara tiba-tiba.


Jason berniat mengorbankan dirinya sama seperti Ardi, Jason membuka jalan agar Nar bisa kabur. tapi rencana itu dihentikan oleh Near.


"Tidak, aku tidak akan lari. Aku tidak mau meninggalkan pertarungan lagi. Bahkan jika itu harus mempertaruhkan nyawaku aku hatus tetap membantu mereka yang terluka " ucap Near dengan tekad teguh.


Setelah berdebat panjang akhirnya mereka berdua memutuskan untuk melawannya secara bersama-sama.


"Kami berdua yang akan jadi lawanmu. Sebaiknya kamu hati-hati. " ucap Near memperingatkan.


"Hahahah, lebih baik begini karena tidak terasa menegangkan jika secara satu persatu " pria tua tersebut tersenyum bahagia.


Jason mau melepaskan tangannya dari Near agar ia bisa bertarung dengan bebas melawan pria tua tersebut.


"Apa kamu tidak apa-apa " tanya Near penuh rasa khawatir.


"Tidak apa-apa. Ini juga agar kita bisa leluasa melawan pria tua tersebut " Jason mulai berdiri sendir tanpa dipegangi oleh Near.


"Jangan alihkan pandanganmu bodoh " ucap pria tua tersebut yang sudah ada didepan mereka berdua.


Pria tua tersebut dengan sengaja melompat kearah mereka saat mereka berdua lengah. Dia melompat kearah Near berada, berdasarkan pengalamannya ia akan memukul secara mendadak ke orang yang tubuhnya masih fit yaitu Near sehingga ia dengan mudah menghabisi sisanya sampai akhir.


Melihat hal tersebut Near sudah tidak bisa berkutik lagi. Karena ia tidak sempat menghindar, ia tidak bisa melakukan apa-apa saat ini. Sekarang yang ia tahu adalah bahwa dirinya akan mati jika terkena langsung pukulan pria tua tersebut.


"Matilahhhhh " teriak pria tua itu sambil tersenyum mengarahkan pukulannya.


************


Tapi saat pukulan pria tua tersebut sudah hampir mengenai Near dengan jarak yang hampir sejengkal itu. Dengan refleks cepat Jason menghentikan serangan pria tua tersebut mengunakan tangan kirinya. Dia menahan serangan pria tua tersebut dengan kuat bahkan saat pria tua tersebut mendorongnya dengan keras lagi tetap saja Jason dengan mengertakkan giginya ia masih bisa menahannya.


Tidak ada yang bisa diucapkan Near sekarang. Dia hanya bisa shock saat tepat didepan matanya ada tangan Jason yang menahan serangan pria tua tersebut dengan kuat. Ia bernafas lega karena ia tahu dirunya tidak akan selamat jika terkena pukulan tersebut.


*************


Pukulan pria tua itu melemah dan tidak ada pelawanan lagi ditangannya. Sekarang tangannya hanya menempel ditangan Jason begitu juga Jason ia tetap menghalang tangan pria tua itu walaupun sudah tidak ada perlawanan lagi.


Mereka saling menatap tajam dengan tangan masih diposisi sebelumnya. Pria tau tersebut tersenyum karena Jason bisa menghentikan serangannya yang mendadak bahkan menghentikannya juga.


"Menarik, kau bisa menghentikan seranganku. Inilah yang aku harapakan hehehe " pria tua tersebut tersenyum terkekeh kekeh.


"Hmm... sepertinya kau takut kalah dengan menyerang kami secara mendadak seperti tadi. Apalagi kamu menyerang Near yang kondisinya lebih baik daripada aku. Dan dilihat dari tindakanmu itu kamu sepertinya juga tersudut karena melawan kami " singgung Jason menanggapi serangan mendadak pria tua itu.


"Hahahhhha, seperti yang kau bilang aku sedikit kewalahan melawan anak muda seperti kalian. Tapi bukan itu saja yang membuatku terburu-buru melawan kalian bedua dan hal itu tidak akan aku katakan pada kalian berdua " pria tua tesebut tampak menyembunyikan seseatu dari Near dan Jason.


(Apa, apa yang membuatnya ia buru-buru macam ini. Apakah stamina tapi dilihat dari kondisinya ia masih bugar dan siap bertarung beberapa jam melawan kami. Tapi apa yang mmbuatnya terburu-buru. Aku harus memancing dia untuk mengatakan sebenarnya ) dalam hati Jason bertanya-tanya kenapa pria tua tersebut terburu-buru.


"Aku sudah tau itu, jangan kau beritaupun aku juga sudah tau. Bahwa kau akan kehabisan stamina " tebak Jason dan beharap pria tua tersebut tanpa sengaja mengatakan kenapa dirinya terburu-buru seperti ini.


"HaHahah kukira kau lebih berpengalaman tapi ternyata kau masih bocah. Apa kau pikir aku akan kalah dengan anak seperti kalian. Memang aku sudah mau kehabisan stamina tapi bukan itu alasannya dan hal itu tidak akan penah aku ucapkan sampai kalian babak belur " ucap Pria tua tersenyum melihat Jason salah menebak.


(Sial sepertinya kita hanya bisa menahan serangannya dan mencoba mengulur waktu. Kita akan tau alasan kenapa dia mencoba mempercepat penyerangannya diakhir waktu nanti. Tapi apakah kita dapat menahan serangannya yang gila itu. Tangan kiriku saja sudah sedikit lemas menahan serangannya tadi. Apa kita bisa menahan sampai tau alasan dia mempercepat serangannya. Sialll kenapa dia terburu-buru) Jason frustasi mencoba berfikir alasan kenapa pria tua tersebut mencoba mempecepat pembantaian.


"Polisi..." ucap Near secara tiba-tiba.


Mereka berdua kaget dengan ucapan Near barusan. Mereka juga bingung dengan maksut barusan. Disisi lain Jason bingung dengan perkataan Near sedangkan Pria tua tersebut tersenyum gugup seolah ada yang akan terbongkar semuanya.


"Keliatannya kamu sedikit lebih pintar dari anak ini ya. Sampai memprediksi hal tersebut " ucap pria tua tersebut tersenyum menakutkan.


"Eh apa maksutnya ini " tanya Jason kebingungan dengan perkataan mereka berdua.