
1 jam sebelumnya sebelum anak-anak berangkat tidur. Kanna mulai menyiapkan tulisan spidol di tangannya, dia mulai bersiap-siap untuk menjalankan rencana yang sudah dipikirkannya bersama Near dan Ardi. Saat meraba-raba tasnya Kanna mendapatkan sebuah surat.
[Kanna maaf mendadak, tolong kau kebelakang sekolah sekarang, ada kesalahan teknis sehingga rencananya diubah. Tolong kau kebelakang dari Near dan Ardi] isi surat itu
(Hmmm, kenapa tiba-tiba mereka menulis surat ya. Apakah aku harus kesana sekarang juga) tanya Kanna dalam hati
Kanna yang mula-mula ragu, akhirnya memilih percaya akan surat itu. dia mulai meminta izin kepada wali kelasnya untuk diizinkan memulai rencananya yang dimajukan sekarang.
"Oke hati-hati ya. Apakah bapak perlu kirim orang untuk menemanimu" ucap wali kelasnya
"oh, gak usah. terima kasih pak " Ucap kanna
"apa kamu yakin" ucap pak guru khawatir
"Iya tidak apa-apa, mereka bisa dipercaya "ucap kanna yakin
Kanna berjalan dalam kegelapan itu, dia mulai memanggil Near dan Ardi dibelakang sekolah itu.
"Neaaar, Ardiii.." kanna memanggil
Tapi tidak ada tanggapan dari suara itu. Hanya ada angin yang berhembus membuat pohon bergoyang-goyang. Dalam malam yang dingin itu Kanna merinding.
"Neaaar , jangan bercanda loh. Aku sudah datang nih " ucap Kanna yang mulai kesal karena ketakutan
"Neaar, Ardiii(memanggil) kok firasatku gak enak ya lebih baik aku pergi saja" Ucap kanna tiba -tiba merinding
Ada suara langkah kaki dari belakang yang mengikuti Kanna. Mendengar itu Kanna mulai mempercepat jalannya dengan firasat yang tidak enak. Tapi langkah kaki itu juga mulai mempercepat jalannya sehingga kanna mulai berlari. Saat mau berlari tiba-tiba didepannya ada seseorang yang menghadang sehingga Kanna berhenti.
(Ada apa ini, kenapa mereka ingin menyerangku) ucap kanna dalam hati ketakutan
Kanna sempat berteriak "To...emmm" tapi dengan cepat mulut Kanna dibungkam sehingga Kanna menjadi pingsan.
*****
Satu jam sesudahnya
Saat ada pengecekan ditemukan Kanna tidak ada. Teman-teman Kanna semua panik. Wali kelasnya mencoba menenangkan bahwa dia sudah meminta izin dirinya.
"Kanna tidak ada, mungkin dia lagi kekamar mandi" ucap guru
"Tapi sudah lama sekali dia tidak kembali-kembali "
Near dan Ardi yang mendengar kegaduhan itu segera berlari kearah sumber suara. Setibanya disana Near dan Ardi, mereka mendengar bahwa Kanna tidak ada.
wali kelas yang melihat Near dan Ardi dia menjadi kaget karena kanna aeharusnya bertemu dengan mereka, tapi mereka berdua disini" Eh kenapa kalian ada disini "
"Eh, kami mendengar bahwa kanna tidak ada sehingga kami datang kesini " jawab Near yang bingung dengan pertanyaan gurunya
"Bukannya kalian akan menemui Kanna. Padahal dia sudah meminta izin kepadaku untuk kebelakang bertemu kalian karena ada masalah makanya ketemuannya dimajukan " ucap wali kelasnya
"Eh kami tidak memberitahu soal itu ya kan Near " ucap Ardi heran
Near hanya bisa diam tertunduk seolah dia mengerti siapa yang mengajak kanna itu.
"Near, Near,Near" Ardi memanggil
"Ada apa denganmu bukankah kita harus mencari kanna " ucap Ardi mengajak
"Sebaiknya kalian tidur, aku dan para guru akan mencari kanna. Dan kalian jangan beranjak keluar, selain itu kalian jangan beritau berita hilangnya kanna ini kepada semua orang, agar semua siswa tidak panik " ucap wali kelas menyuruh
Ardi dan Near kembali ketempat tidur. Near yang terus terdiam dari tadi membuat Ardi heran denan sikapnya. Near merebakan dirinya, dia terus menatap keatas. Sikap Near yang aneh itu membuat Ardi heran.
"Near, near.." Ardi memanggil
"Emm.." Near menyaut
"kenapa sikap aneh sekali dari tadi" tanya Ardi
"Sepertinya aku tau siapa yang menculiknya tapi aku tidak yakin " ucao Near berbicara lirih
"apakah mereka..."
"He'em, sepertinya mereka ingin memanggil dengan cara ini" ucap Near mengangguk
Near dan Ardi hanya bisa diam saja karena mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Tiba-tiba guru memanggil Near dan Ardi. Mereka mendapatkan rekaman dari boss itu yang berisikan sebuah peringatan.
[Apa kalian sedang mencari seseorang. Mungkin yang kalian maksut ada disini hahhaha. Tapi itu bukan tujuanku memberikan rekamn ini tapi tujuanku yaitu jika ada seseorang kecuali Ardi dan Near datang mencari perempuan ini maka akan kuledakkan sekolah ini hahaaaa. Ingat itu ] ucap boss itu dengan tertawa jahatnya
Near yang mendengar itu menjadi sangat kesal karrna dia tidak bisa melakukan apapun. Dalam rasa yang amat besar dia segera berlari ke memcari para penjahat itu satu-persatu dalam kelas sekolah itu. Ardi yang melihat itu mencoba menenangkannya.
"Near...Near...Near...(memanggil) tunggu" Ardi mencoba menghentikannya
"Kanna dalam bahaya kita harus menolongnya " ucap Near sambil berlari mencari Kanna
"Aku sudah tahu itu tapi tenanglah kita pikirkan sebuah cara " Ardi mencoba menenangkan pikiran Near yang sudah tak karuan itu
"Teman kita masih di sekap penjahat itu bagaimana aku bisa tenang" ucap Near membentak
Sesegera Ardi mencoba mengehentikan Near dengan memegang pundaknya. Dia memutar tubuh Near kemudian dia memukul Near dengan tinjunya. Pukulan itu membuat Near tersungkup jatuh. Near yang mendapat pukulan itu dia bangkit kembali dan segera berlari mencari kanna kembali tapi sesegera Ardi memukulnya kembali membuat Near mimisan dan babak belur diwajahnya.
"Sudah kubilang tenanglah " ucal Ardi membentak
"BAGAIMANA AKU BISA TENANG SETELAH KANNA DISEKAP MEREKA " ucap Near membentak juga
Ardi mengangkat kerah Near" APA YANG KAMU DAPAT JIKA KAMU GEGABAH. PIKIRKAN SEBUAH RENCANA ITULAH NEAR YANG KUKENAL.JIKA ADA KANNA DISINI DIA PASTI MENYURUHMU UNTUK TENANG!!!!" ucap Ardi membentak
Near yang mendengar itu hanya bisa terdiam menangis.
"Bagaimana, bagaimana aku bisa aku tenang saat temanku dalam bahaya. Bagimana aku bisa tenang jika teman pertamaku dalam bahaya karenaku. Jika saja aku tidak menyuruh Kanna untuk ikut acara ini dia pasti baik-baik saja, jika saja aku lebih kuat " ucap Near menangis
Ardi mendengar itu dia mulai melepaskan tangannya yang mencengkram kerah Near dan berdiri.
"Bukan hanya dirimu yang merasakan itu, aku juga merasa bersalah akan hal itu. Ini juga masalahku juga. Tapi jika kamu menyalakan dirimu sendiri apakah itu bisa menyelamatkan kanna. Kita harus segera berhenti menyalahkan diri sendiri dan segera pikirkan cara menyelamatkannya. bukankah kita akan menyelesaikan masalah bersama-sama temanku." Ucap Ardi penuh yakin
Ardi dengan tersenyum menjulurkan tangannya menawarkan bantuan untuk berdiri kepada Near." Ayo kita selesaikan masalah ini dan mentelamatkan kanna bersama-sama,temanku"
Near yang mendengar itu dia juga secara perlahan-lahan menjulurlan lengannya dengan tersenyum "Terima kasih, ayo kita selamatkan teman kita(kanna), temanku " ucap Near mengenggam tangan Ardi