
Ardi melihat mereka dan berfikir sejenak, (apakah akan memberitahu mereka atau tidak)
Near dengan mata berbinar-binar membujuk ardi. Ardi yang melihat itu, dia sempat mau memberitahukan seseatu tapi pendirihannya teguh sehingga dia menolak memberitahu.
"Berisik, bukankah kita akan lihat film???" Ardi mengalihkan ke topik pembicaraan yang lain
"Huuuu( mengejek) gak asik tuh. Mengalihkan pembicaran " Near mengejek
"Biarin" Ardi bersikap acuh
"sudahlah, ayo kita pergi. Pasti ardi ada alasan tertentu kenapa tidak membicarakkanya " Kanna mencoba menenangkan
"kanna aja pengertian tidak seperti dia " Ardi bergenti meledek
"Haah kamu mau mengajak berantem" Near kesal
"Ayoo siapa takut..." Ardi menantang
"Sudahlah, jangan bertengkar. ayo kita berangkat nanti keburu ramai tempatnya" Kanna memisahkan mereka dengan berdiri ditengah-tengah mereka
"Wekkk..." near mengejek dengan mukanya
Ardi menghiraukan near, tapi near tetap meledeknya meskipun ardi tak melihatnya. Kanna yang melihat kedua temannya betsifat kekanak-kanakan itu membuatnya tersenyum.
*********
Sesampainya di bioskop.
ada salah satu yang membuat mereka bertengkar sekali lagi yaitu tentang memilih film yang akan ditontonnya. Near ingin sekali menonton film kartun, ardi yang ingin melihat film dokumenter, sedangkan kanna hanya mendengar mendengar mereka berdebat dengan khawatir.
"Bukankah film kartun ini lebih bagus dari film dokumenter itu " near menegaskan pendapatnya
"Haah bukankah lebih bermanfaat film dokumenter ini. Film kartun itu hanya dapat membuang waktu. Dengan melihat ini kamu dapat ilmu baru dari para peneliti" ardi menjelaskan
"Film kartun in juga ada manfaatnya." Near mencoba membenarkan
"Apa manfaatnya???" Ardi bertanya
"Emmm.... Film kartun ini pasti terkandung makna untuk anak-anak yang kita tidak tahu. Dan bukankah kamu melihat film dokumenter itu hanya karena suasananya tenang, lalu kamu bisa tidur dengan tenang. Lebih baik tidur dirumah saja sana " Near meneguhkan pendapatnya
"Itu berbeda. lihat film kartun ini, Masih belum keluar di telivisi. Jarang sekali bisa lihat gini " Near berucap dengan kesal
"Ini juga beda filmnya, yang jarang melihat film ini di telivisi. Dan bukankah kamu yang mrmengajakku kesini" Ardi juga kesal
"iya sih betul, tapi yang pasti aku gak akan.mau lihat itu "Near menolak
"gak ada yang bagus dari film mu itu" Ardi mengejek
"hah mana mungkin orang akan melihat film membosankan itu. Kanna pasti lebih tertarik dengan ini " Near menyakinkannya
"Huh justru membosankan ini lah yang jadi menarik sehingga kita bisa tidur tenang disana kanna pasti setuju denganku " Ardi membalas kesal
"Baiklah bagaimana kalau kita tanding suit." Near menantang
"Sudahlah, ayo kalian berhenti malu dilihat orang " Kanna mencoba menenangkan
"Ayoo siapa takut" Ardi meladeni
ardi dan near yang selalu mendapatkan hasil yang seri terus. Akhirnya mereka melanjutkan debatnya dengan mengatakan bahwa pilihannya yang terbaik.
"KARTUUUN " Near teguh pendiriannya ingin lihat kartun
"DOKUMENTEER "Ardi juaga sama teguhnya
"Kanna kamu mau milih apa??? " mereka berdua bertanya ke kanna
Kanna yang malu melihat perdebatan mereka berdua yang ditonton banyak orang, hanya bisa senyum kecil dengan tatapan mengerikkan. Membuat mereka diam membeku.
"Sudah, apakah kalian sudah debatnya. Apa kalian tidak malu dilihat orang" kanna senyum kecil dengan tatapan yang seram
"I..i..iya maaf " near dan ardi hanya menunduk menyesal mengetahui keadaan bahwa banyak orang yang melihat mereka
"Okee jika kalian ingin tanya pendapatku. Aku akan jawab itu"
Dengan sedikit acuh satu sama lain yaitu near dan ardi, mereka mengikuti kanna. lalu kanna membawa mereka ke tempat film bertemakan romantis yang membuat near dan ardi bosan melihat film itu.