
Disalah satu ruangan dalam sekolah yang tidak terpakai, tempat jauh dari tempat guru-guru berkumpul dan murid-murid tidur. Kanna disekap disana dan dijaga langsung oleh bossnya ditempat itu.
"Siaaallll, kenapa aku memilki anak buah yang bodoh sekali. Sangat tidak bisa duandalkan sekali mereka " ucap boss itu melampiaskan amarahnya sambil menendang benda disekitarnya
******
Melihat kanna yang sedang baik-baik saja dalam keaaan tertidur itu membuat Near dan Ardi lega melihatnya, walaupun Kanna kondisinya sekarang diikat dengan tali dikaki tanganya sedangkan untuk mulutnya dilakban . Melihat kanna sesegera Near beranjak mau menyelamatkannya tapi tindakan itu dihentikan oleh Ardi.
"Tunggu, apa yang mau kau lakukan " tanya Ardi sambil memegang tangan Near menghentikan
"Aku mau menyelamatkan Kanna mau apalagi " ucap Near kesal karena dihentikan pergi untuk menyelamatkan kanna
"Apa kamu bodoh, apa kamu tidak melihat. Bisa saja mereka akan menyandra Kanna jika kita terang-terangan mau menyelamatkan Kanna. Apalagi kita hanya berdua saja sedangkan mereka memiliki banyak orang " ucap Ardi menjelaskan
"Terus kita mau gimana lagi. Kanna sudah ada didepan mata. mungkin dia sekarang dalam bahaya " ucap Near yang tidak sabar mau menyelamatkan Kanna
"Kamu bodoh. Justru karena perbuatanmu yang gegabah ini. Itulah yang membuat Kanna lebih bahaya " Ucap Ardi dalam bisik itu
Near dan Ardi sudah menemukan Kanna. Tapi mereka sedang kebingungan dalam menyelamatkan Kanna karena ada penjahat didalamnya.
*****
Sekarang pimpinan polisi sedang mencari bom disekitarnya, tapi masih belum ditemukan bom dalam lingkungan itu.
"Aneh sekali bagaimana mungkin tidak ditemukan bom sampai sekarang. apakah informasi tentang bon ini sudah benar pak " tanya pimpinan polisi kepada wali kelas Kanna
"Iyaa benar pak. Kami juga dengar ini dari murid kami yang bernama Near. Yang kemarin dia diikuti penjahat itu " ucap wali kelas kanna menyakinkan
"Okee kita sekarang mencari dengan jangkauan yang lebih luas. Segera cepat temukan bom itu dengan cepat dan jinakkan. Selain itu regu 2 segera temukan anak-anak itu dan utamakan mereka " ucap pimpinan polisi memerintah dalam ruangan tempat gurunya berkumpul
"Siaap laksanakan " ucap salah satu anak buahnya memberi hormat
*******
Near yang bingung bagaimana cara menyelamatkan Kanna itu, Hanya bisa melihat jauh diluar ruangan. Dalam tengah malam yang gelap itu Near dan Ardi saling berbicara pelan.
"Ardi, aku harus masuk kedalam sekarang juga" ucap Near kepada Ardi dengan serius
"Apa kamu sudah gila? Bukannya aku mengejekmu tapi ini terlalu beresiko " Ardi tidak percaya dengan apa yang barisan dikatakan Near
"Tidak ada pilihan lain. Aku harus kesana dengan mengendap-endap berjalan dibelakangnya. Jika kita tidak melakukannya sekarang mungkin anak buahnya akan datang dan kita akan kehilangan kesempatan untuk emyelamatkan kanna" ucap Near yang sudah penuh tekad
"Bagaiman jika kamu ketahuan, nanti bakalan menjadi masalah buat Kanna. Boss itu akan membuat Kanna menjadi sandera " ucap Ardi khawatir
"Tenang saja bukankah kamu sudah tahu bahwa aku memilki hawa keberadaan yang sangat tipis sehingga boss itu tidak tahu bahwa aku sudah lewat. Aku hanya tidak perlu membuat suara saat dia badannya berbalik" ucap Near menyakinkan
"Tapi apakah kamu yakin jika hawa keberadaanmu tipis, karena aku mengenalimu saat aku pertama bertemu denganmu" tanya Ardi
"Aku tidak tahu akan hal itu. Tapi saat aku mencari tahu bagaimana Kanna yang masih melihatku bahkan kamu mengenaliku walaupun kita tidak pernah berbicara. Aku akhirnya menyimpulkan akan satu hal untuk persamaan kita yaitu kita tidak mempuntai teman " ucap Near
Ardi menjadi sedikit termenung memikirkan keputusan, bagaimana harus dia lakukan untuk situasi ini. Tapi setelah lama berfikir Ardi menyetujuinya.
"Oke tapi kamu harus hati-hati dan Near ada satu hal yang ingin kuberitahukan kepadamu sebelum kau pergi" ucap Ardi memperingatkan
Near mendengar pernyataan Ardi. dia terlihat sangat terkejut setelah mendengarnya. Tapi dengan tersenyum dia mengangguk mengiyakan."Terima kasih telah menceritakannya "
"He'em(mengangguk)"
Near segera stand by di depan pintu masuk, Near menunggu boss itu berbalik memunggungi pintu masuk agar Near tidak kelihatan ketika mau lewat untuk membebaskan Kanna.
(Aku harus melakukan ini dalam satu kali percobaan. Jika tidak nanti kami malahan akan tertangkap. Tenang saja Kanna aku akan segera menolongmu sehingga ketika kamu bangun dan tidak ingat apa-apa. Aku akan berdiri disampingmu dan mengingatkanmu ) ucap Near penuh yakin dalam hatinya
********
Boss itu sekarang kesal karena memiliki anak buah yang bodoh. Dia mondar-mandir menunggu kabar dari anak buahnya yang menunggu di belakang bahwa mereka telah menangkap Ardi dan Near.
"Lihat saja kalian berdua, kalian akan kuhancurkan sampai tak bisa melihat hari esok. hahahaha" ucap boss dengan tertawa gila
Denga tertawanya yang gila itu dia sekarang sedang memilih sebuah senjata pemukul yang cocok buat menghabisi Near dan Ardi. Boss itu memilih senjata dengan posisi membelakangi pintu yang terbuka lebar itu.
Near yang mendapat kesempatan itu dia segera berjinjit mencoba menghampiri tempat kanna disekap.
(Tenang, yang tenang diriku. Berjalanlah yang lambat.) Ucap Near menenangkan dirinya akan berjalan pelan dan tidak menimbulkan suara
Ardi menahan nafasnya melihat Near sedang selangkah demi selangkah pergi menghampiri kanna."semoga saja Near tidak ketahuan dan semoga saja penjahat itu tidak melihat kebelakang
*****
Dengan langkah yang pelan itu Near akhirnya sampai di tempat Kanna disekap. Sesegera dan dengan hati-hati Near membuka tali yang mengikat di tubuh Kanna.
(aduuh semoga saja penjahat gila itu tidak menghadap kesini. Apalagi ikatannya ribet nih) ucap Near dalam hati menggerutu ketakutan
********
Setelah beberapa lama Near mencoba membuka ikatan yang terdapat ditubuh kanna. Dia akhirnya bisa membukanya. Sesegera dia mau mencoba mebangunkan Kanna mau mengajaknya segera lergi dari tempat itu.
"Kanna bangun...kanna ayo segera bangun " ucap Near lirih sambil menguncang-ngguncang tubuh Kanna dengan pelan agar tidak kedengaran boss penjahat itu.
Tapi tidak ada tangapan dari kanna walaupun dibangunkan beberapa kali tetap saja tidak ada reaksi dari kanna tanda-tanda bahwa dia akan bangun.
(Apa yang harus kulakukan jika aku menunggu kanna bangun mungkin anak buahnya akan segera kembali. Tidak, tidak boleh. Aku harus membawa kanna pergi dari sini dengan berbagai cara) ucap Near dalam hati
Near mengintip penjahat tersebut, untungnya penjahat itu sekarang sibuk dengan handpone nya sehingga Near segera menciba mengangkatnya.
Near dengan tubuhnya yang lemah itu dia segera mengendong kanna dipunggungnya dengan susah payah. Untuk Ardi yang melihat dari kejauhan itu hanya bisa menahan nafas dan berdoa agar Near tidak ketahuan.