REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 135



Tampak pria tua itu terkejut dengan serangan Near barusan. Serangan Near membuat pria tua itu marah, bukan karena serangan itu mengenainya. Tapi karena pria tua itu mulai merasakan sakit diperutnya, dirinya marah karena takut kalah oleh Near setelah merasakan pukulannya.


Dengan perasaan marah, pria tua itu memukul balik Near.


"Kamuuuu, beraninyaaa....." teriak pria tua itu sambil melancarkan serangannya.


Pukulan pria itu mengarah kearah wajah Near. Tapi Near tampak tenang saja ketika pukulan itu mau mengarah kepadanya. Seolah ia tidak menyadari pukulan itu, dengan anggapan seperti itu. Pria tua itu senang karena nampaknya pukulannya akan kena tepat sasaran, diasekarang hanya menunggu hingga serangan selanjutnya.


Tapi saat pukulan itu semakin dekat dengan wajah Near Dan Jason yang melihat itu juga panik. Mengira kalau pukulan itu akan mengenai Near.


(Sial sepertinya Near tidak tahu serangan balasan pria tua itu ) dalam hati ia khawatir dengan mengigit bibirnya sendiri.


***********


Saat kedua orang itu sudah yakin kalau pukulan pria tua tersebut akan mengenai Near. Dengan tenang Near mematahkan pemikiran kedua orang tersebut yaitu Jason dan pria tua tersebut.


Saat pukulan pria tua tersebut mau mengenai Near. Dengan tenang Near menendang perut kiri pria tua itu dengan kaki kanannya. Sehingga pukulan tersebut dibatalkan oleh pria tua itu karena ia sekarang terjatuh kesamping karena tendangan Near barusan.


"Jangan meremehkanku, atau kau akan mendapatkan akibatnya " Near mundur beberapa langkah dari tubuh pria tua itu.


(Hmmm...aku juga telah meremhkannya. Sungguh tidak kusangka kalau Near bisa melancarkan serangan diperut pria tua itu. Aku berfikir kalau pria tua itu yang unggul tadi. Tapi sekarang setelah melihatmu bertarung tadi. Aku yakin kalau kau yang akan menang, Near. Aku sangat bahagia dapat melihat tangan kanan Ardi bertarung dengan serius sekarang) Dalam hati Jason tersenyum bangga.


*************


Pria tua itu sedang berada dilantai gedung itu. Dia sedang dalam posisi tidur menyamping sambil memegang perutnya yang kesakitan. Mendengar kata-kata Near barusan membuat pria tua itu sadar akan satu hal yaitu dia harus bertarung serius hari ini. Karena jka ia tidak bertarung serius maka dirinya akan kalah.


Pria tua itu benci mengakui hal tersebut. Ia mulai menutup mengertakkan giginya kesal karena harus bertarung serius dengan seorang bocah yang telah serius menggunakan kedua tangannya.


Ia membuka matanya dan memukul kelantai dengan keras hingga tanganya berdarah. Dengan mengertakkan giginya ia mulai berdiri secara perlahan. Serlah berduri dia mulai memutar lehernya untuk memulia pemanasan


"Aku benci mengakui ini. Tapi seperti katamu aku telah meremehkanmu, dan jka aku terus begini. Maka nanti aku akan tetap kalah akhirnya. Oleh karena itu aku akan bertarung dengan serius dari sekarang " pria tua itu tampak serius dan mengerutkan alisnya.


"Inilah yang aku inginkan. Aku tidak ingin ketidak seriusanmulah yang membuatku menang. Oleh karena itu aku ingin memenangkan ini dengan adil tanpa ada yang memberikan alasan dirinya kalah diakhur pertandingan ini " ucap Near mulai serius juga dan memasang kuda-kuda.


(Hmmm, aku masih belum bisa menebak siapa yang akan menang dipertarungan ini. Karena aku tidak menduga kalau pria tua itu masih belum serius dalam bertarung. Tapi aku akan berdoa untuk kemenanganmu, Near. Kita harus bisa memenangkan pertarungan ini dan pulang dengan selamat. Pertarungan ini akan menjadi legenda ditempat ini ) Jason tersenyum sambil melihat kedua orang tersebut mau bertarung