REPEATING TIME

REPEATING TIME
Lupa Mencari Anggota 2



Pemikiran mereka berdua sangat berbeda. Dimana kepala sekolah menanyakan tentang masalah 1 anggota baru untuk membuat klub.


Kepala sekolah berfikir kalau mereka bertiga akan kesulitan untuk mencari anggota baru makanya kepala sekolah datang kebelakang sekolah.


Sedangkan Near ia berfikir kalau kepala sekolah itu bertanya tentang hubungan mereka makanya ia menjawab baik-baik saja untuk sekarang.


***********


Setelah Near menjawab kalau mereka baik-baik saja untuk masalah yang mereka hadapi. Kepala sekolah sedikit lega karena ia pikir kalau mereka bertiga sedang kesulitan.


Walau kepala sedikit kesal karena ejekan Near tadi. Tapi kepala sekolah tetap senang karena mereka bisa memakai ruangan belakang sekolah.


"Jadi dimana fomulirnya " kepala sekolah menjulurkan lengannya untuk meminta lembar pembuatan klub.


"Formulir apa " tanya Ardi bingung dengan maksut kepala sekolah.


"Iya formulir apa " tanya Near juga yang kebingungan.


"Eh, jadi kalian belum mencarinya sampai sekarang"ucap kepala sekolah .


"Eh, formulirnya. Apa bapak menyuruh kami mencari formulir " Ardi bertanya kembali


"Aduhhhh. " kepala sekolah merasakan sakit kepala karena mereka bertiga belum mencarinya sama sekali, bahkan mereka bertiga tidak ingat untuk mencari anggota.


Kepala sekolah merasakan sakit kepala. Sedangkan untuk mereka bertiga, mereka masih kebingungan dengan maksut kepala sekolah.


Mereka bertiga saling melirik satu sama lain untuk mencari tau apa yang terjadi. Bahkan Kanna saja baru tau kalau dia ini kepala sekolah.


************


"Kalian kan sudah kusuruh untuk mencari 1 anggota baru untuk mengisi kekosongan kalian dalam membuat klub." Kepala sekolah menjelaskan maksutnya dengan kesal.


"Oh iya " Ardi dan Near beranjak berdiri karena saking terkejutnya, sedangkan Kanna masih bingung.


Mereka berdua sebenarnya lupa kalau harus mencari anggota baru. Jadi setelah di ingatkan mereka sangat terkejut dan kesal kepada dirinya karena telah melupakan hal penting seperti itu.


"Wajar kalau Kanna lupa dengan hal ini. Tapi kenapa kalian berdua melupakan hal penting ini. Apakah kalian tidak mau mempertahankan keberadaan kalian dibelakang sekolah " ucap Kepala sekolah menasehatinya.


"Maafkan kami. Hari itu kami sedang ada masalah jadi kami tidak mengingatnya " mereka berdua menunduk menyesal.


Melihat mereka berdua menyesal, sebenarnya kepala sekolah tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.


"Hahh(hela nafas panjang)...sudah kuduga kalian akan lupa. Aku sih tidak mempermasalahkannya, tapi aku hanya bisa memberimu sampai hari senin. Jadi tolong sampai hari itu kalian harus sudah menemukannya. " kepala sekolah mengajukan syaratnya.


"Iya terima kasih " mereka berdua masih merasa bersalah karena tidak mengingatnya.


"Ya udah hari senin formulir itu harus sudah diatas mejaku. Tidak ada lebih waktu lagi " kepala sekolah dengan tegas memberikan waktu kepada mereka yang harusnya hari sabtu nenjadi hari senin.


"Iya pak terima kasih " mereka berdua menunduk mengungkapkan rasa terima kasih yang dalam kepada kepala sekolah.


Kanna masih belum tahu dan sekarang ia makin kebingungan dengan arah pembicaraan mereka sekarang.


"Formulir, anggota, untuk tetap belakang sekolah. Apa maksutnya " Gunam Kanna bertanya-tanya maksut pembicaraan mereka.


*************


Kepala sekolah akhirnya pergi meninggalkan mereka. Ardi dan Near masih menunduk mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah.


"Jadi bagaimana ini. Kita hanya mempunyai beberapa hari lagi " keluh kesal Near menggaruk kepalanya.


"Entahlah aku juga bingung nih. Tidak ada yang cocok untuk menjadi anggota. " Ardi menyampaikan pendapatnya tentang temannya yabg tidak cocok bergabung dengan mereka saat ini.


***********


Tapi ditengah percakapan mereka berdua ada Kanna yang masih bingung dengan pembicaraan mereka saat ini.


"Ada apaan sih. Kok kalian terlihat gelisah " tanya Kanna dengan kebingungan.


"Ah, itu sebenarnya " Near dan Ardi berbalik menyadari kalau Kanna belum tahu soal pencarian anggota klub.


Sehingga mereka tidak ada pilihan lain selain menceritakan semuanya kepada Kanna dari awal hingga akhir.


************


"Apaaa, kenapa kalian tidak memberitahuku. Kan kita bisa mencarinya sama-sama " Kanna terkejut dan juga kebingungan karena waktunya tinggal 3 hari lagi.


"Tenang-tenang Kanna. Kami disini juga lupa kalau ada masalah seperti ini " Near mencoba membuat tenang Kanna agar ia tidak mengalami sakit lagi dikepalanya.


"Hahhh, sepertinya kita bisa saling menyalahkan. Karena semuanya juga pada lupa " Kanna menunduk pasrah, dalam hatinya ia merasa sedih karena tidak bisa berkumpul dengan Ardi dan Near.


"Sepertinya begitu, kita hanya bisa menunggu keajaiban datang " Ardi memaksakan untuk tersenyum .


Near menghela nafas panjang karena mereka tidak ada pilihan selain meninggalkan belakang sekolah. Tapi saat itu ia teringat soal Hana.


"Ah bagaimana kalau kita ajak dia saja Ardi " ucap Near tiba-tiba


"Dia siapa " tanya Ardi bingung dengan maksut Near.


"Dia, yang waktu itu. Dai yang membawa banyak fotomu itu loh " Near mencoba memberikan gambaran tentang Hana karena ia lupa namanya.


"Apa maksutmu Hana." Ardi menebak yang dimaksut Near "


"Hana " gunam Kanna masih belum tau soal Hana karena waktu itu ia ketemu dengan Hana saat dimana Kanna tidak bisa menulis dibuku hariannya sebelum tidur.


"Iya itu Hana namanya. Keliatannya ia sangat cocok untuk gabung dalam anggota " Near mencoba membujuk Ardi agar bisa mendapatkan persetujuannya.


"Tidak, tidak bisa. Kamu kan lihat sendiri dia kan bagaimana sifatnya " Ardi menolak Hana untuk gabung.


"Ayolah keliatannya ia tidak ada maksut untuk begitu. Jika kita mengajaknya bisa saja ia sebenarnya baik." Near berusaha agar Ardi setuju karena Near juga tidak ingin mereka tidak bisa berkumpul lagi.


"Pokoknya tidak ya tidak. Soalnya ini tidak ada kaitannya denganmu makanya kamu setuju-setuju saja saat mengajak dia " Ardi menolak dengan tegas saran Near.


"Cih dasar kamu ini. Apa kamu tidak kasian dengan Kanna , pasti dia sangat kesepian jika kita tidak berkumpul disini. Ya kan Kanna kamu sedih " Near menoleh kearah Kanna agar Kanna juga ikut membujuk Ardi.


Tapi itu hanya pemikiran Near saja, karena mereka berdua tidak menjelaskan secara detail peristiwa hari itu hingga Kanna masih tidak bisa mengikuti pembicaraan Ardi dan Near sekarang.


Dalam hatinya Kanna bertanya-tanya siapa Hana karena ketika ia membaca buku hariannya pagi ini tidak ada nama Hana.


(Hana, siapa dia. Apakah kita pernah bertemu. Tapi jika kita pernah bertemu seharusnya dia ada dalam catatanku tapi dia tidak ada. Apa mungkin aku kelewatan saat membacanya ) dalam hati Kanna ia bertanya-tanya pada dirinya.


"Kanna..Kanna" Near memanggil dengan lembut Kanna karena ia tampak sedang memikirkan sesuatu.