REPEATING TIME

REPEATING TIME
Polisi mulai bergerak



Ketika hampir beberapa ruangan untuk sampai di tempat persembunyian Near tinggal beberapa langkah lagi.


[Bruaaak] terdengar suara keras dari tempat Near bersembunyi sekarang.


para penjahat dengan cepat menoleh ketempat ruangan sumber suara itu penasaran.


"Siapa disana " bossnya was-was melihat ruangan sumber suara itu berasal, takut ada orang yang mau menangkap mereka.


Tapi suara itu berhenti tidak ada suara lanjutannya. Para penjahat itu makin penasaran dengan suara apa tadi.


"Mu...mun..mungkin itu suara anak-anak itu boss " ucap gelagapan anak buahnya ketakutan, anak buah itu sebenarnya mengira itu suara hantu tapi pikiran itu disangkalnya


Bossnya tersenyum bahagia setelah mendengar bahwa ada anak-anak yang selama ini diincarnya. Dengan kode tangannya boss itu menyuruh seluruh anak buahnya berkumpul untuk menyergap Near dan Ardi.


Para penjahat itu menuruti bossnya. Mereka mulai mendekati tempat Near berada sekarang, mereka mengendap-endap agar tidak ketahuan anak-anak itu. Karena jika anak-anak itu tahu bahwa dirinya sedang diincar bisa saja mereka akan berlari melewati jendela dalam kelas tersebut.


Para penjahat itu sekarang berada tepat didepan pintu tersebut. Boss itu dengan tersenyum siap-siap membuka pintu menuju kemenangan.


*******


Para polisi sekarang sedang bersiap-siap untuk menyelamatkan temannya itu dengan sigap mereka masuk dan menodong senjatanya saat penjaga itu lengah."jangan bergerak...segera jatuhkan senjata anda dan angkat tangan anda "


Penjahat itu pasrah menjatuhkan senjatanya dan segera mengangkat tangannya setelah disegap seperti itu.


Salah satu polisi tersebut dengan cepat segera memborgol lengan penjahat itu, sedangkan yang laiinya masih mengankat senjatanya. Merela takut jika senjata itu diturunkan maka para penjahat itu akan bertindak pagi dan kabur dari tangkapan mereka(polisi)


Polisi menurunkan senjatanya setelah penjahat itu diborgol dan sudah dipastikan aman. Setelah dipsatikan aman para lolisi itu mulai melepasak ikatan yang ada pada tubuh polisi pengintai yang sudah tertangkap penjahat tadi.


Polisi pengintai tadi diperiksa kondidinya, tapi untungnya dia hanya pingsan saja. Tanpa melewati kesempatan mereka mengintrogasi anak buah penjahat itu "Dimana sekarang teman-temanmu"


"Hmm(tersenyum sombong)...mereka sekarang sedang mencari anak-anak itu dan pasti mereka sedang menghabisi anak-anak itu. Hahhahaa " anak buah penjahat itu tertawa dengan keras merasa kemenangan ada ditangan mereka.


Pimpinan regu polisi yang beranggotakan 5 orang itu, dirinya sekarang mengepal tangannya menahan amarah mendengar ucapan penjahat itu. Tampak anggota lain tak bisa menahan amarah ingin memukul penjahat itu tapi dengan cepat dihentikan pimpinan polisi dngan regu 5 orang itu.


Dengan kepalan tangan menahan amarah polisi itu mendatangi penjahat itu. Dengan wajah menakutkan dirinya menatap penjahat itu sangat dekat"sudah bicaranya "


Tapi bukannya takut penjahat itu semakin berani untuk melawan polisi " apa kamu mau memukulku, pukul aku. Sekarang pukul aku. Hahaha " penjahat itu menyodorkan kepalanya mengejek untuk minta dipukul.


Penjahat itu sudah tahu bahwa polisi itu tidak akan melukai dirinya karena polisi adalah tugasnya untuk melindungi dan penjahat itu tahu, penjahat itu semakin berani untuk memprovokasi polisi itu.


Para anggota lainnya sudah tidak sabar lagi untuk menahan amarahnya, mereka tidak terima dengan sikap penjahat itu. Dengan kepalan ditanggnya anggota polisi itu siap memukul penjahat itu. Tapi belum sampai kepenjahat itu.


Tiba-tiba pemimpinnya memukul penjahat itu dengan keras sampai jatuh pingsan menerima pukulan tersebut . Anggotanya yang mendapati bahwa bossnya memeukul penjahat tersebit dia tertegun kagum.


Pimpinan polisi tersebut tersenyum lega setelah memukul penjahat itu dengan tangannya. Pimpinan polisi menoleh ke anggotanya dengan tersenyum dirinya berbicara " ups tangan kepeleset "


"Hahaha boss jangan terpeleset gitu dong " ucap salah satu anggotanya mencoba membenarkan bossnya, bahwa itu tidak sengaja memukul pwnjahat itu.


"Eh..." pimpinan polisi kaget bahwa dirinya melupakan soal bom itu


Pimpinan polisi itu menoleh kepenjahat yang pingsan tadi dengan wajah babak belurnya habis dihajar pimpinan polisi."bagaimana ini penjahat itu sudah keyot gitu "


Ditengah kebingungan itu polisi yang tadi sudah diikat penjahat itu sekarang mulai membuka matanya."emm..."


"Pimpinan..." ucap salah satu anggotanya memanggil memberitahukan bahwa polisi tersebut telah sadar


Dengan keadaan setengah sadar itu polisi pengintai itu mulai berbicara dengan suara pelan tidak kuat untuk berbicara seperti biasanya.


Anggota polisi yang melihat dia sadar. Polisi tersebut mendekatkan telinganya kemulut polisi pengintai itu


"emmm..." polisi itu mendengarkan perkataan polisi pengintai itu yang bisa saja ini informasi penting


"Bom itu tidak ada.." ucap polisi pengintai tadi dengan suara yang sangat pelan. Suara yang hanya bisa didengar kalau kau mendekatkan telingamu kepembicara.


Dengan tegang anggota polisi yang lain memperhatikan polisi pengintai itu dengan penasaran apa yang diucapnya.


Polisi yang mendengar informasi dari polisi pengintai itu. Dirinya sangat terkejut dengan informasi itu." Apaaa "


Anggota polisi lain yang tidak bisa mendengar suara itu sangat penasaran "Apaa yang dia katakan "


"Katanya bom itu tidak ada " ucap anggota polisi yang mendengar informasi itu


"Apaaa benarkah itu " pimpinan regu polisi itu tak percaya apa yang didengarnya


Dengan menarik kerah baju polisi pengintai itu yang tertidur, pimpinan polisi bertanya lagi" apaa benar bom itu tidak ada? "


Tapi keadaan itu sudah terlambat karena polisi pengintai itu pingsan lagi setelah mengucapkan kata-kata terakhir sebelum pingsan.


Pimpinan dengan kesal mengocangkan tubuh polisi pengintai yang pingsan itu." Hei bangun. Apakah betul bom itu tidak ada " tanya pimpinan polisi ingin lebih jelasnya lagi


"Sudah jangan ditanya lagi pak. Polisi itu sudah pingsan percuma kita kalau bangunkan karena polisi itu sekarang sedang mengalami luka " anggota polisi yang lain mencoba menghentikan perbuatan pimpinan polisi yang tidak sabaran itu


Pimpinan polisi mendengarkan ucapan anghitanya, dirinya mulai melepaskan cengkraman dikerah polisi pengintai itu. "Tidak ada pilihan lagi, kamu(menunjuk satu anggotanya) segera kembali dan beritagukan kepada komandan bahwa bom itu sebenarnya tidak ada dan segera kirimkan bantuan."


"Siapppp laksanakan " anggota polisi itu segera memberi hormat kepada pemimpinnya dan segera pergi kekomandannya


"Dan kamu jaga polisi ini sampai bantuan datang. Dan jika bantuan sudah datang segera suruh mereka kebelakang " ucap pimpinan menunjuk anggota yang sudah mendengarkan ucapan pelan polisi pengintai


"Siaap laksanakan perintah " ucap anggotanya hormat menerima misi


"Okeee, sisa kalian berdua. Segera ikut aku untuk mencari boss penjahat itu dan menyelamatkan anak-anak itu" pimpinan menunjuk anggota yang tersisa sekarang dengan tegas menjelaskan misinya


"Siaap laksanakan " ucap tegas anggotanya yang sudah ditunjuk untuk ikut pimpinan denga hormat.