REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 120



Mereka bertiga akhirnya bisa membuat pria tua tersebut yang mengaku sebagai guru Jarwo terkapar jatuh kelantai seolah tidak berdaya.


Mereka bertiga sangat bersemanagt setelah dapat mengalahkan pria tua tersebut. Mau bagaimana lagi karena pria tua tersebut sangatlah kuat bagi mereka bertiga walaupun mereka adalah orang yang hebat pada masanya tapi tetap saja pria tua tersebut tetap kuat.


Mereka bertiga saling beeterima kasih pada satu sama lain untuk merayakan kemenangannya.


"Akhirnya kita bisa mengalahkannya " ucap Jason sudah tidak kuat lagi dan mau jatuh kelantai.


Tapi ditahan oleh Near dan Ardi. Mereka tersenyum bahagia karena mereka dapat pulang dengan selamat.


"Kamu sudah berusaha keras ya Jason " ucap Ardi tersenyum.


"Iya, kamu sudah banyak membantu kami, terima kasih " Near tersenyum bahagia.


"Kalian...tidak aku yang seharusnya berterimakasih padamu. Terima kasih telah membantuku tadi " Jason dibopong oleh Near dan Ardi.


***************


Mereka berbalik mau menuu kaearah Dodik berada untuk membawanya pergi lari dari gedung ini. Tapi pria tua yang dikira sudah kalah tiba-tiba tertawa dengan keras.


Membaut mereka bertiga jadi waspada lagi dan mulai berbalik kearah tempat pria tua tersebut jatuh tergeletak tadi.


"Bagaimana bisa ia bangkit kembali " tanya Ardi keheranan.


"Sepertinya ia bukan manusia " ucap tajam Jason melihat pria tua tersebus sudah bangkit berdiri dari tempatnya.


"Kita harus hati-hati keliatannya ia sedikit berbeda dari tadi " ucap Near waspada sambil memegang Jason yang sudah tidak kuat lagi.


Pria tua tersebut mulai sedikit berjalan dengan badan membungkuk seperti zombie yang berjalan. Jalannya sempoyongan tidak benar mau menghampiri Jason.


Melihat pria tau itu akan menghampirinya. Hal itu membuat mereka bertiga jadi takut dan memilih untuk melangakh mundur sedikit demi sedikit tanpa sadar.


Ardi tidak bisa membiarkan ini terus terjadi. Dirinya tau kalau kedua temannya sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Jika ia mrmbiarkan pria tua tersebut semakin dekat maka itu akan terus berlanjut dan akhirnya mereka akan kalah.


Sehingga tidak ada pilihan selain dirinya yang maju. Dia mengajukan dirinya untuk melawan pria tau tersebut dengan mengorbankan dirinya. Dia mulai melepaskan tangannya dan mulai melangkah maju kedepan.


"Eh Ardi mau kemana " tanya Jason yang merasa Ardi melepaskan tangannya tadi.


"Tenang saja " ucap Ardi maju melangkah kedepan.


"Apa yang kamu lakukan " tanya Near membentak kesal kepada Ardi karena bertindak nekat.


"Aku akan melawannya, tenang saja aku sang legenda tidak akan menbiarka diriku terpuruk." Ucap Ardi membanggakan dirinya sendiri.


"Bukannya kita sudah melawannya. Kamu tau sendiri bagaimana kekuatan pria tua tersebut kan. Kamu akan kalah sendiri jika melawannya " ucap Near memberitahu kejadian yang kemungkinan akan terjadi pada kedepannya jika Ardi mencoba untuk melawannya.


"Hanya ini yang bisa kita lakukan sekarang. Apa kau pikir aku akan terus diam saja melihat dia terus maju hingga memojokkan kita dan kemudian memukuli kit bertiga. Lebih baik kita terus berusaha untuk mencoba. Kalau belum tau bagaiman mungkin kau bisa menebak hal tersebut. " ucap Ardi membentak kesal.


"Kita mungkin akan dapat bantuan jadi tenanglah oke " ucap Jason juga ikut menenangkan.


"Sudah berapa lama lagi kita telah menunggu, tapi tidak ada yang datang menolong. Hanya ini jalan satu-satunya tolong biarkan aku yang akan Melawannya. Ini untuk menebus diriku sendiri karena telah membuat kalian ikut terlibat dengan masalahku." Ucap Ardi membalakangi mereka berdua.


"Ardi..." ucap Jason yang kesal kepada dirinya karena tidak bisa melakukan apapun pada kondisinya sekarang.


"Baiklah, lawanlah dia dengan sepenuh tenagamu" ucap Nee secara tiba-tiba.


"Oke baiklah " ucap Ardi menyetujui.


"Apa maksutmu Near. Kau tau kan kalau melawan pria tua tersebut..." saat mau melanjutkan perkataanya ia tidak bisa berkata apa-apa karena ia melihat Near tersenyum sedih.


"Tapi ingatlah satu hal ini. Kmi tidak terserat dengan masalahmu. Tapi kami hanya ingin terlibat dengan masalahmu jadi jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri oke " ucap Near dengan mata berkaca-kaca.


"Iya akan aku ingat itu " Ardi mengucapkan hal tersebut dengan posisi membelakangi mereka berdua.


Ardi mem elakangi mereka berdua karena ia tidak ingin Jason dan Near melihat wajah sedihnya. Setelah mendapatkan persetujuan oleh Near dan Jason tanpa basa basi lagi Ardi bersiap untuk bertarung melawan pria tua itu yang semakin mendekat.


Mengusap air matanya Ardi sudah mem ulatkan tekad kuat untuk bertarung demi sahabatnya.


( kaliatannya ia tidak bisa bertarung lagi. Apa aku perlu untuk melawannya sekarang sebelum ia sadar kembali ) ucap Ardi memikirkan berbagai cara sebelum bertarung dengan sekuat tenaga.


Tanpa ragu-ragu lagi Ardi langsubg berlari menghampiri pria tua tersebut untuk menghajarnya sekuat tenaga. Pria tua tersebut tetap saja berjalan sempoyongan hal itu membuat Ardi tidak pikir panjang lagi langsung melancarkan pukulan diwajahnya.


Ternyat pukulammya meleset kearah samping tepat sebelah kepalanya. Sedikit lagi mau kena, ia mengira kalau ia yang salah. Sehingga ia melancarkan serangannya lagi kewajahnya.


Tapi tetap saja tidak kena sehingga ia mengulangnya terus menerus. Sadar kalau itu bukan karena pukulannya yang meleset melainkan pria tua tersebut yang mengindari serangannya tadi.


Ardi menjadi ketakutan, bulu iuduknya bediri. Ia merinding karena tiba-tiba pria tua tersebut tersenyum licik.


**********


Near dan Jason menyadari ada hal yang aneh dengan pria tua tersebut.


(Kenapa pukulan Ardi tidak kena sama sekali padahal dilihat dari cara berdiri pria tua tersebut. Ia sudah tidak kuat lagi untuk menyerang. Tapi kenapa pukulan Ardi tidak kena. Aku tau Ardi bukan orang yang melewatkan kesempatan ini. Tapi kenapa, apakah ia sudah sadar. Tapi kenapa ia tidak menyerang saja Ardi daripada menghindari serangannya.) gunam pelan Nesr berfikir hal serius.


Jason juga berfikir kalau itu hal yang mencurigakan sehingga ia berteriak memperingatkan Ardi.


"Ardi sebaiknya kamu mundur saja, keliatannya ia sudah sadar jadi jangan menyerangnya lagi " teriak Jason memperingatkan.


"Iya aku tau itu. Tapi kesempatan ini tidak akan aku lewatkan. Mungkin dia akan menghindari seranganku. Tapi sampai berapa lama ia akan menghindarinya terus menerus. " ucap Ardi terus memukul dan selalu dihindari pria tua tersebut.


"Ardi, tolong kembalilah dengan selamat " gunam Near berharap.


Tapi tiba-tiba pukulan Ardi dapat mengenai wajahnya dengan sangat tepat. Hal itu membuat Near dan Jason tersenyum bahagia karena dapat memukul pria tua tersebut dan berharap ia pingsan.


Tapi kebehagian itu terasa singkat karena kejadian selanjutnya yang menbuat Near dan Jason terkejut.