REPEATING TIME

REPEATING TIME
batu gunting kertas



Semua anak buahnya kagum dengan pemikiran bossnya yang luar biasa licik itu."ide bagus boss "


"Itulah yang membuatku jadi boss hahaha " boss itu membanggakan dirinya yang memiliik status sebagai boss


Terlihat para penjahat itu berbisik-bisik perihal bossnya itu. Sedangkan Near masih berfikir untuk ikut atau tidak dengan permaina boss penjahat berikan. Near terdiam tertunduk, masih bingung memilih.


"Gimana mau ikut permainan atau tidak " tidak sabar untuk segera menghabis Near, boss penjahat tidak memberikan kesempatan Near berfikir


"Tapi permainan apa itu.... " tanya Near khawatir akan dijebak


"Tenang saja... itu tidak berbahaya sekali kok. Jadi bagaimana mau main " boss para penjahat itu tersenyum licik


Near dengan keringat dingin, dia masih bingung dengan apa yang akan dia pilih. Para anak buahnya menyoraki Near agar ikut dalam perminan [ ikut...ikut....ikut].


(Hahaha...gak usah lama dipikirin begitu. Mau kamu kalah atau tidak nanti bakal aku habisi kau. Walaupun tidak ada teman satunya lagi, tapi hanya satu ini saja mungkin aku akan puas membalaskan dendamku) penjahat itu tertawa mengejek Near


"Sudah berfikir. Kita tidak bisa menunggu lagi. Akan kuhitung 3 detik lagi " boss penjahat itu semakin membuat Near tidak bisa berfikir lagi"Satu....duaa.....ti..."


"Oke aku ikut " Near tidak ada pilihan lagi karena sekarang dia hanya bisa memikirkan untuk mengulur waktu untuk Ardi meminta bantuan


"Hahahaha...itu baru semangat " boss penjahat tidak bisa menahan kegembiraan telah membodohi Near


"Jadi sekarang kamu tidak boleh ujtuk mengundurkan diri.. " boss penjahat itu memberikan peringatan.


Near yang tidak bisa mundur sekarang. Dirinya hanya bisa menelan ludah berharap permainan ini mudah dan kalu bisa permainan ini adalah salah satu keahlian Near.


"Okee... aku akan beritahukan permainan yang akan kita mainkan untuk menentukan hidup matimu" boss penjahat tersenyum merasa dia paling hebat soal ini.


********


Ardi dan Kanna sudah berlari agak lama membuat kaki Kanna pegal. Peka dengan situasi tersebut Ardi memelankan larinya.


"Ayo sebaiknya kita berhenti saja " Kanna yang sudah tidak kuat lagi untuk berlari.


"Jangan berhenti. Kalau tidak kuat lari maka kita harus berjalan" Ardi berkata sambil memegang lengan Kanna menguatakannya agar lebih kuat lari lagi.


"Aku sudah tidak kuat lagi..." Kanna merajuk karena kakinya benar-benar tidak kuat lagi untuk lari lagi.


"KITA JANGAN BERHENTI..." bentak Ardi yang sedari tadi menghadap kedepan tanpa menengok Kanna


Kanna yang tiba-tiba dibentak, sekarang dia hanya bisa terdiam tidak tahu kenap sikap Ardi berubah.


"Ada apa dengan sikapmu ini ?" Tanya Kanna heran


Ardi memegang kepalanya pusing " Maafkan aku."


"Apa ini ada hubungannya dengan anak laki-laki yang berbicara padaku saat terbangun tidur tadi.."Kanna menanyakan alasan kenapa Ardi sanga terburu-buru tidak seperti biasanya dalam ingatan Kanna


Ardi terkejut dengan pertanyaan Kanna. Mengapa dia bisa menebak sampai kearah situ padahal dirinya jarang membicarakan itu.


"Aku hanya tidak ingin hantu itu mengkap kita..." ucap Ardi mencoba memberikan alasan yang masuk akal kenapa mereka harus buru-buru.


"Terima kasih.." Ardi menghargai Kanna yang mencoba untuk memahami.


Ditengah pembicaraan itu tiba-tiba ada seseorang datang dari depan . Melihat hal itu takut akan ditangkap para preman Ardi langsubg memegang lengan Kanna menuju ketempat kelas terdekat" ayoo..."


Kanna bingung apa yang sedang terjadi tapi dirinya tetap mengikuti Ardi, karena percaya Ardi melakukan hal yang mencurigakan ini pasti ada sebabnya.


*********


Near dengan serius mendengarkan permainan apa yang diajukan boss penjahat itu untuk Near bisa melooskan diri keluar.


"Kita akan....bermain suit " ucap penjahat itu enteng


"Ehhh..." Near kaget mendengarkan permainan yang akan dimainkan


"Kamu terkejut ini adalah satu perminan yang membuat boss jadi hebat " ucap salah satu anak buahnya melebih-lebihkan kehebatan bossnya


Bossnya tersipu malu degan beberapa pujan itu. Near bingung dengan sikap para penjahat itu karena dirinya pikir itu adalah satu permainan anak kecil. Merasa ahli juga dalam permainan itu Near menyuruh para germbolan penjahat agar segera memulai permainan " ayo kita mulai "


"Tunggu...aku belum selesai berbicara " boss penjahat memberhentika Near yang sudah bersiap-siap


Near jadi bingung, dirinya bertanya-tanya apakah ada yang perlu dibicarakan lagi soal pemainan ini.


" aku sudah tahu peraturan permainan ini jadi cepat mulai" Near tidak sabar untuk segera lolos dari cengkraman para penjahat yang akan selalu siap menghajarnya


"Hahaha jika seperti biasanya akan tidak seru. Anak buah segera bawa kesini " boss penjahat menyuruh anak buahnya untuk segera membawa barang yang dimintanya.


Anak buahnya datang dengan membawa sebuah kantong kain kecil berwarna hitam yang ada dua. "Ini boss barangnya "


"Hahaha... bagus cepat sekali kalian tanggap." boss penjahat memuji anak buahnya


Near tambah dibuat bingung lagi karena megapa mereka membutuhkan kantong kain. Padahal mereka tinggal bermain menggunakan tangan.


"Ini...segera buka kantong kain itu" bossnya melempar kain hitam kepada Near


Kantong kain itu ditangkap Near *** entah kenapa saat Near menangkapnya terasa sakit dibagian tang yang menerima kain itu.


Merasa penasaran dengan kantong itu Near segera membukanya. Ditemukan sebuah batu kerikil yang berukuran kecil. Dimana kerikil itu bisa digenggam oleh tangan tanpa kelihatan bahwa ada kerikil digenggamanya.


"Permainan ini akan diadakan selama 3 ronde. jika kamu menang selama 1 kali maka aku akan membiarkan kamu lewat. Tapi jika aku menang selama 2 kali kamu harus memberitahu apa jebakan yang kamu siapkan dan jika aku menang 3 kali maka kamu harus datang kemari siap akan dihabisi " ucap boss penjahat menjelaskan perturan permainannya


"Terus apa kegunaan kerikil ini.. " tanya Near yang bingung kenapa mereka bermain harus menggunakan batu itu


"Ooh batu itu. Mudah sekali jika kamu ingin mengeluarkan batu maka kamu harus mengenggam kerikil itu dalam kain sebelum permainan dimulai dan mengelurkannya dalam permainan. Kalau kamu mengeluarkan batu tanpa mengenggam kerikil itu dalam permainan ini. Nanti kamu akan dianggap kalah"


Near mengangguk mengerti akan aturan boss penjahat berikan.


"Ah aku lupa satu hal. Ada satu aturan lagi. Kamu harus menang jika permainan kita sama-sama mengeluarkan antara batu, gunting, kertas. maka aku yang akan menang...hahaha " boss penjahat itu memberikan aturan yang sangat merugikan Near


Near sebenarnya mau protes tapi apa daya karena ini permainan dari boss penjahat itu. Apalagi boss penjahat itu sudah memberikan kesempatan Near untuk lolos dalam permainan ini.