
Near menceritakan kejadian tersebut kepada Ardi dengan detail tanpa terlewat.
"Mungkin kau tidak mempercayaiku tapi seperti inilah kenyataannya " ucap Near serius.
Ardi menjadi diam, ia tampak sedang ragu-ragu tapi kemudian ia tersenyum kepada Near.
"Mana mungkin aku tidak percaya denganmu. Aku percaya kepadamu Kok sejak lama sekali "
"Terima kasih Ardi. "
Mendengar Ardi percaya padanya dan tidak ragu Near tersenyum senang karena ada yang mau menerima ceritanya yang tidak masuk akal tersebut.
************
"Jadi sampai kapan kutukanmu ini berjalan dan apakah kau tahu takdir yang menunggumu? " tanya Ardi.
"Aku gak tahu hal itu. Aku hanya tahu bahwa inilah takdir yang harus kujalani, entah sampai kapan itu aku tidak tahu. Bisa saja kutukan tersebut tidak pernah hilang.... " ucap Near sedih.
Ardi menjadi turut sedih melihat sahabatnya sedih.
"Tapi kenapa jam antik itu menunjukkan masa lalu Kanna. Apa ini ada hubungannya dengannya (Kanna)... " tanya Ardi heran.
"Hmm...entahlah sejak kejadian ia memperlihatkan masa depan. Jam antik ini tidak pernah berbicara lagi kepadaku. " ucap Near.
Ardi : "Kalau gitu kita hanya bisa menunggu sampai menemukan jawabannya. Kenapa kamu, jika ini ada hubungan dengan Kanna bukankah yang seharusnya menerima ini adalah Andi? "
Near :" aku juga berfikiran gitu. Kenapa bukan dia atau bisa juga Kanna yang terseret oleh takdirku. "
Ardi :" Itu bisa juga sih.... ini membuat kepalaku pusing " Ardi menjadi kesal tidak bisa memikirkan apapun saat ini.
***********
Near :" Rahasia..." Near sedikit terkejut.
Ardi :" Yah inilah rahasia yang belum aku beritahu kepada teman-temanku. Kamu adalah yang pertama aku ceritakan ini? " ucap Ardi menatap tajam Near.
Near menelan ludah bersiap-siap mendengarkan rahasianya.
Ardi :" sebenarnya aku memiliki daya ingat yang kuat. Walaupun hanya beberapa kali, aku sempat mengingat suatu kejadian sampai detil dan itu hanya terjadi beberapa kali."
Near :" Oleh karena itu, kamu dapat mengingatku pada pertemuan kita waktu itu. Aku sempat heran kenapa kau bisa mengingatku padahal hanya melihat sekilas saja." ucap Near seolah pikirannya sudah terjawab.
Ardi :"Itu hanya kebetulan aku bisa mengingat detil kejadian tersebut dan setelahnya aku tidak ingat kejadiannya. Jadi terkadang aku bisa ingat secara detail dan terkadang aku tidak ingat sama sekali. "
Near :" Hmm...begitu. Tapi kenapa itu bisa terjadi? "
Ardi :" Sama sepertimu, saat kecil aku mengalami kecelakaan yang membuat otakku mengalami sedikit masalah dan itu terpengaruh dengan ingatanku. "
Near :" Hmm jadi begitu. Tapi apa itu mungkin yang membuatmu bisa mengingatku? "
Ardi :" Maksutmu...? "
Near :" Maksutku, mungkin karena ingatanmu yang sangat kuat. Sehingga kutukanku tidak berfungsi padamu dan oleh karena itu kamu masih mengingatku. Tapi ini masih pikiranku, belum pasti...."
Ardi :" Tapi jika karena ingatanku yang kuat. Bukankah seharusnya Hana juga tidak bisa mengingatmu "
Near :" Betul juga sih. Jadi apa sebab kamu dan Hana bisa mengingatku " tanya Near tidak mengerti.
Ardi :" Hmmn...entahlah. Aku juga tidak mengerti, sampai sekarang yang kutahu hanya Aku, kepala sekolah, orang tuamu dan Hana yang bisa mengingatmu. Mungkin ada hubungannya semua ini, tapi apa itu " Ardi berfikir keras mencari jawabannya.
"Hmm, tidak ada pilihan selain menunggu " ucap Near yang kebingungan