REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 178



Esok harinya


Kabar kalau Kanna mengalami kecelakaan tersebar ke seluruh sekolah. Kabar itu membuat kelas Kanana menjadi suram saat itu dan beberapa hari kedepannya. Semua murid-murid dikelas tersebut merasa sangat bersalah, tapi mereka tidak berani membicarakan kejadian tersebut. Mereka tutup mulut, berpura-pura tidak tahu soal kejadian tersebut.


Hingga beberapa hari kemudian


Kelas menjadi normal kembali, mereka bersikap seperti biasanya seolah kecelakaan yang menimpa Kanna tidak pernah terjadi. Tetapi hal itu hanya sementara saja karena Kanna akhirnya sembuh dan diperbolehkan sekolah.


Hari dimana Kanna diperbolehkan sekolah setelah kecelakaannya.


Semua orang dikelas belum mengetahui kalau Kanna hari itu datang. Jadi mereka masih bersikap biasa-biasa aja.


Dan saat Kanna masuk kelas, hal itu mengejutkan semua orang dalam kelas. Sontak suasana menjadi suram, mereka menghindari Kanna begitu juga dengan Nita. Kanna juga menghindari mereka, karena ia masih ingat kejadian tersebut tapi ia tidak bilang siapa-siapa.


Hari-hari terus berlalu dengan suasana yang suram tersebut. Hingga disuatu hari, Kanna sudah tidak kuat lagi. Kanna mulai tidak mau berangkat sekolah dan mengurung diri di kamarnya. Setelah itu Kanna sudah tidak tampak disekolah lagi dan tanpa mereka sadari Kanna sudah pindah dari sekolah tersebut tanpa bilang apa-apa....


Flashback end


"Sejak Kanna mulai pindah, mereka mulai menyesali apa yang terjadi. Mereka merasa bersalah dan mereka semua mencoba menghampiri mu dirumahmu. Tapi saat itu kau sudah pindah jadi kami tidak berbuat apapun " Ucap Nita mengakhiri ceritanya.


Mereka semua terdiam mendengarkan cerita Nita tersebut.


"Aku juga merasa menyesal, jika saja aku bisa menghentikan kejadian itu. Tapi aku saat itu tidak bisa berbuat apa-apa, aku tidak bisa memikirkan apa-apa saat itu. Oleh karena itu aku minta maaf untuk mewakili satu kelas saat itu, Kanna." ucap Nita menunduk dengan tulus.


Kanna hanya bisa diam tidak bisa menjawab, begitu juga dengan lainnya. Mereka tidak bisa berbicara, mereka menunggu jawaban Kanna. Tapi Kanna masih terdiam tidak menjawab apapun.


Nita akhirnya mengangkat wajahnya...


"Aku tau ini sulit untuk kamu memaafkan kami. Jadi tidak apa-apa jika kau tidak memaafkan kami. Aku mengerti hal itu, tapi aku hanya ingin bilang satu hal padamu, kami sangat menyesal sekali. Kami ingin meminta maaf padamu dan kalau bisa aku ingin kita memulai hubungan yang baru. Hanya itu yang ingin aku katakan.... " Ucap Nita tersenyum tulus.


****************


Kanna masih terdiam tidak menjawab. Melihat hal itu membuat Andi bergerak...


"Jadi urusan kami sudah selesai disini, jadi kami pergi dulu ya. Nit, ayo kita pergi biar aku mengantar mu sampai depan... " Ucap Andi sambil berdiri


"Baiklah.... Kami pergi dulu " ucap Nita mulai berjalan mengikuti Andi keluar.


Setelah Andi dan Nita pergi, Kanna langsung mulai mengeluarkan air matanya dan mulai menangis. Near meminta Ardi dan Hana untuk pergi juga, agar Kanna bisa tenang sebentar.


Ardi dan Hana mengerti, mereka mulai keluar juga membiarkan Kanna dan Near untuk saling berbicara.


Saat mereka berdua sudah keluar dari raungan klub.


Tampak mata Ardi jadi berkaca-kaca dan melihat keatas langit.


"Apakah ini Kanna akan baik-baik saja disana? " Tanya Hana


"Aku tidak tau, kita tunggu saja disini. Kita percayakan ini kepada Near " jawab Ardi.


***************


Sekarang tinggal Near dan Kanna saja yang berada didalam. Near bingung harus bagaimana, sedangkan Kanna meneteskan air matanya.


"Aku selalu bertanya-tanya dari dulu, kenapa mereka membenciku. Aku selalu bertanya-tanya, apakah aku melakukan sesuatu yang membuat mereka membenciku?. Aku mencoba mencari alasan kenapa mereka segitu bencinya padaku. " Ucap Kanna dengan air matanya menetes terus.


"Aku ingat, waktu itu... Setelah aku keluar dari rumah sakit. Ketika aku kembali bersekolah, tampak sekolah suasananya begitu suram disana. Mengingat mereka begitu membenciku, membuat hatiku menjadi sangat sakit sekali. Sejenak aku berharap kalau hari esok tidak ada, aku ingin melupakan semua yang terjadi. Aku berharap, aku tidak berteman saja saat itu. Aku juga berharap tidak bertemu mereka lagi..." ucap Kanna menangis lagi.


Near menutup matanya sedih mendengar apa yang diucapkan Kanna barusan. Hatinya sakit melihat orang yang disayangi sedih.


"Akhirnya kamu ingat apa yang terjadi, Kanna" ucap Near memeluk erat Kanna.


Sontak kata itu membuat Kanna sedikit terkejut dengan apa yang barusan diucapkan oleh Near. Kanna melepaskan pelukan Near dan mencoba menatap Near.


.


Melihat Kanna sudah berhenti menangis dan menatap nya. Dengan senyuman Near berkata....


"Syukurlah, kamu ingat semuanya sekarang."


Kanna terkejut Near tersenyum begitu...


"Kamu seharusnya tidak boleh menyimpan itu semua sendiri. Kau harus mengatakan semuanya yang terjadi dan kamu lihat sendiri kan. Bahwa itu hanyalah kesalahpahaman mereka, itu bukanlah salahmu. Mereka sendirilah yang marah kepadamu tanpa alasan yang jelas, tapi mereka akhirnya sudah sadar dan mencoba meminta maaf kepadamu, bukan? " Ucap Near.


Kanna tidak menjawab dan ia memilih menunduk...


"Sekarang karena mereka sudah meminta maaf kepadamu, oleh karena itu kamu maafkanlah mereka dan jalani hidup yang baru. Memang susah memaafkan mereka, tapi mereka juga temanmu bukan. Pasti ada salah paham dan pertengkaran, hal itu sudah biasa diantara teman. Tapi adakalanya kita haru mengakhiri pertengkaran itu dan maafkanlah mereka. Kumohon demi diriku, demi Ardi dan Hana, demi Andi juga orang tuamu yang ingin kau bahagia. Kumohon jalani hidup baru di SMA ini dengan banyak teman " ucap Near sambil memegang tangannya


Kanna masih menunduk ragu, tapi setelahnya tampak Kanna sudah mantap hatinya. Ia mulai mengangkat wajahnya dan tersenyum


"Baiklah, aku juga menginginkan kehidupan yang baru itu " ucap sembari Kanna tersenyum lembar


******************


Digerbang sekolah


Andi sedang mengantar kan Nita,


"Terima kasih telah berani menceritakan ini kepada Kanna " ucap Andi


"Tidak, aku yang harusnya berterimakasih karena telah memaafkan aku. Aku juga ikut dalam rencana mereka, tapi kau tetap berbuat baik kepadaku. " Ucap Nita


"Entahlah, aku hanya tidak bisa marah kepadamu. Aku juga bertanya-tanya kepada diriku sendiri. Apakah aku akan melakukan hal yang sama saat berada diposisi mu, apakah aku akan membantu mereka untuk memisahkan sebuah hubungan atau sebaliknya aku menghentikan mereka. Aku bertanya kepada diriku sendiri, mungkin aku yang sekarang akan memilih untuk menghentikan. Tapi kalau aku yang dulu, aku belum tau. Karena saat itu aku belum mengerti apa-apa. Jadi aku tidak bisa marah kepadamu, kau sudah berusaha semampu mungkin atas pilihanmu sendiri " ucap Andi


"Terima kasih " ucap Nita


Nita akhirnya pergi pulang, sedangkan Andi masih berada didepan gerbang. Tampak ia sedang sedih memikirkan sesuatu.


****************


Disisi lain Near sudah keluar ruangan klub sendirian. Tanpa pikir panjang Hana langsung masuk untuk menghibur Kanna.


Sedangkan Near dan Ardi mereka berada diluar.


"Biarkan, mereka berdua sekarang. Dan aku ada yang ingin bicara kepadamu Ardi " ucap Near tampak serius


"Baiklah " jawab Ardi