
Akhirnya alasan Kanna makin terungkap setelah membaca dibuku hariannya. Disana tertulis alasan kenapa ia tidak tertidur.
[ Kamu tidak boleh tertidur kalau ingin ingat kepada teman berhargamu. Maka kamu harus minum kopi agar tidak tertidur. Soalnya ingatanmu akan tereset jika tertidur.] Tulisan Kanna yang ada dibuku hariannya.
Melihat tulisan seperti itu membuat Near sedih terharu. Karena Kanna begitu inginnya mengingat semua teman-temannya.
Tanpa basa-basi lagi Near langsung mengerti permasalahannya dan dengan cepat pergi ke UKS untuk bertemu dengan Kanna.
Ia melempar buku itu keArdi dan berlari." Kanna maafkan aku karena tidak menyadarinya. Padahal kamu begitu ingin ingat dengan temanmu. Tapi aku selalu mengahalangimu." Near berlari menuju UKS.
**************
"Eh...mau pergi kemana kamu Near " teriak Ardi memanggil Near yang masih terkejut dengan Near yang berlari secara tiba-tiba dengan melemparkan buku hariannya.
Teriakan Ardi tidak dihiraukan Near masih fokus untuk berlari munuju Kanna dengan cepat. Tidak ada pilihan lain akhirnya Ardi datang mengikutinya dari belakang dengan sama cepatnya." Sial anak ini tidak ada habis-habisnya buat orang lain khawatir."
**************
Near sudah terlihat oleh Hana da penjaga UKS. Tampak mereka sangat berharap untuk mereka menemukan solusinya.
"Apakah sudah tahu permasalahannya " tanya penjaga kepada Near yang mendekat.
Bukanya menjawab Near memilih untuk masuk kedalam. Tapi tindakan itu dicegah oleh penjaga UKS.
"Jangan seperti itu. Apakah kamu tahu dia sedang berisitirahat dengan tenang agar bisa tertidur. Jika kamu tidak ada keperluan maka kamu tidak boleh masuk " penjaga UKS menjelaskan.
Seperti sebelumnya Near masih tidak menjawab. Dengan upaya yang keras ia membuka paksa pintu yang ditahan oleh penjaga UKS dengan tenang.
Sebelum pertikaian jadi panjang, Ardi akhinrnya datang sudah.
"Tunggu sebentar ya " ucap Ardi dengan ramah kepada penjaga melihat Near membuka paksa ruangan UKS.
Ardi menarik Near untuk menjauh dan mencoba mencari tahu kenapa Near mejadi begitu.
"Kenapa kamu begitu sekarang. Kamu kan bisa jelaskan alasannya " Ardi mencoba tahu alasan kenapa dia tidak bilang kepada penjaga UKS.
Near tidak menjawab seperti sebelumnya, ia sekarang hanya menunduk sedih. Terlihat tatapannya yang kosong.
"Near..." Ardi menguncang tubuh Near beusaha membuat Near berbicara.
"Aku tidak ingin " jawab Near tiba-tiba.
"Eh " Ardi bungung dengan maksut Near barusan.
"Aku hanya tidak ingin orang tahu, kalau Kanna mengalami hilang ingatan setiap bangun tidurnya. Aku hanya tidak ingin membuat masalah baginya lebih lama lagi." Jawab Near menunduk sedih.
Mendengar jawaban Near, Ardi menjadi prihatin dan mencoba memahami perasaan Near sekarang. Menarik nafasnya Ardi menetapkan hatinya untuk mencoba menjelaskan kepada penjaga UKS agar diperbolehkan masuk menemui Kanna sekarang.
"Tenang saja kamu disini. Aku akan mencoba membujuk penjaga UKS ini." Ardi menepuk punggung Near agar dia tenang.
"Terima kasih, Ardi " Near masih menunduk sedih.
**************
Ardi langsung menuju kepenjaga UKS sekarang. Tampak ia berbicara kepadanya dan berusaha membujuknya.
Penjaga UKS itu mengangguk mengerti dan memperbolehkan Near untuk masuk.
"Okelah biarkan dia masuk." Penjaga UKS menyetujui.
"Near..." panggil Ardi setelah mendapat persetujuan penjaga UKS.
Kecuali Near mereka bertiga menunggu diluar. Sekarang Near sudah masuk didalam tampak Kanna sudah bisa duduk dikursinya walau kantung matanya tampak hitam sekali karena ia tidak tidur sama sekali.
Begitu juga dengan Kanna saat ada suara pintu terbuka. Ia langsung melihat siapa yang datang.
"Eh Near. Ada apa, Kenapa diluar ribut sekali? " tanya Kanna berpura-pura baik-baik saja sekarang.
Near tidak menjawab ia menunduk mematung didepan pintu. Melihat sikap Near yang tiba-tiba berubah membuat Kanna menjadi khawatir, ia mencoba menghampirinya tapi apa daya soalnya tubuhnya belum pulih sepenuhnya.
Jadi sekarang ia masih belum bisa bergerak.
"Near." Panggil pelan Kanna karena tidak ada cara lain Kanna mencoba memanggilnya untuk mengecek kondisinya karena sedari tadi ia diam melulu.
Near tiba-tiba mengangkat wajahnya dan tersenyum.
"Aku baik-baik saja kok. Kalau kamu bagaimana." Tanya Near ganti.
"Hahhh(hela nafas lega.). kamu ini buat aku khewatir saja. Kenapa kamu diam saja dari tadi." Kanna sekarang menjadi lega karena Near baik-baik saja.
"Tidak apa-apa kok " Near menggaruk kepalanya dan berjalan menghampiri Kanna diranjang tempat ia tidur sekarang.
************
"Emmmm jadi ada apa kenapa diluar sangat ribut sekali." Tanya Kanna sekali lagi.
"Emm(menggelengkan kepalanya). Tidak ada apa-apa kok." Near tersenyum tulus.
Melihat senyum tulus Near, Kanna menjadi percaya dengan apa yang diucapkan.
"Ada yang ingin kubicarakan kepadamu sekarang." Near berubah dalam mode serius lagi.
"Eh...kenapa kamu kok serius begini. Bikin aku taku aja "ucap Kanna bercanda.
Terapi dalam hatinya ia benar-benar takut akan suatu hal. Yaitu Near tahu kalau ia selama ini tidak tidur sama sekali.
(Apa ini, kenapa Near menjadi serius seperti ini. Apakah ia tahu kalau aku tidak tidur sama sekali.) Dalam hati Kanna menelan ludah karena grogi, grogi kalau Near tahu yang sebenarnya.
"Tolong jawab pertanyaanku dengan jujur apakah kamu sekarang belum tidur sama sekali dari kemarin" Near menatap tajam Kanna .
"Eh...heheheh. Apaan sih dengan pertanyaanmu kok bilang begitu. Yaa jelas lah aku tidur kemarin. Aku tidur nyenyak sekali " Jawab Kanna dengan semangat sambil menghindari kontak mata dengan Near.
Kanna menjaeab dengan semangat karena ia mencoba mengelabui Near. Tapi kebohongan Kanna tidak bisa ditutupi selamanya karena Near seketika itu langsung menunjukan tulisan Kanna yang ia baca tadi.
"Terus apa ini. Kenapa kau menulis ini " tanya Near menatap tajam.
Dibuku tersebut tertulis kalau Kanna selama ini sedang berjuang agar tidak tidur karena ia merasa bersalah karena kejadian dimana ia lupa dengan Near. Padahal waktu itu ia ingat dengan Ardi.
Dengan rasa bersalah karena tidak bisa mengingat Near. Kanna memaksakan dirinya untuk bangun untuk mengingat setiap kenangan yang telah ia habiskan dengan Near.
***************
Kanna mengambil buku itu dan membaca sekilas halaman yang barusan ditunjukkan oleh Near.
"Ohhhh ini. Entahlah aku lupa kenapa aku menulis ini. Baru bangun tadi bagi sudah-sudah ada tulisan seprti ini." Kanna tersenyum berpura-pura lupa ingatan.
"Jangan berbohong kepadaku" Near menatap tajam Kanna agar ia mengaku.
Melihat tatapan Near ia langsung mengalihkan tatapannya. Ia merasa sangat takut kalau Near akan mencari tahu lebih dalam lagi.
"Kenapa sih kamu ini. Dasar aneh. Sudah aku pergi dulu, kelihatannya pelajarannya sudah dimulai" tawa Kanna beranjak pergi.