
Besoknya yaitu hari rabu setelah tangisan panjang Kanna yang sangat bersyukur. Waktu kurang 3 hari sebelum hari perkemahan yang diadakan selama 2 hari 1 malam. seperti biasa mereka bertiga berkumpul untuk merencanakan sesuatu yaitu membuat Kanna ingat pada hari minggunya, setelah kanna tertidur.
Mereka bertiga berkumpul membentuk lingkaran dan saling berdiskusi.
"Bagaimana kita membuat kanna ingat pada hari minggunya ya??? " Ardi sedang berfikir.
"Tunggu aku sedang berfikir..." Near menggaruk kepalanya bingung
"......." kanna hanya terdiam tidak bisa memikirkan seseatu
"Ohhhh aku ingat caranya..." Near berdiri semangat
Kanna jadi tersenyum karena sepertinya dia melihat sepercah harapan.
"Apa itu..??? " tanya Ardi
"Emmmm...Aku lupa....hehehe " ucap Near kikuk kembali duduk
Kanna yang tersenyum tadi, sekarang telah menjadi cemberut sedih.
"Hah... " Ardi menghela nafas
"Oh iya, aku ingat. bagaimana kalau kita mengajak kanna kesini saja pada pagi harinya sebelum waktu teman-teman bangun" Near memberikan saran
"Aku sudah memikirkan itu tapi bagaimana membuat kanna tau bahwa dia harus kesini sedangkan dia akan lupa ingatannya setelah bangun tidur " Ardi menjelaskan
"hmmm...kalau kita membangunkannya itu pasti tidak mungkin karena tempat tidur laki-laki dan perempuan terpisah dan jika kita kesana pasti dicegah oleh pengawas "ucap Near mencari cara
Kanna, Near dan ardi sedih karena tidak menemukan jawabannya
*******
Besoknya hari kamis 2 hari sebelum acara.
Mereka masih belum menemukan cara agar Kanna ingat pada hari minggu paginya.
"Sebaiknya aku tidak ikut saja ke acara ini" ucap kanna sedih
"Eh jangan kita pasti nemuin cara agar kamu ingat pada hari minggunya tanpa membuat teman-teman yang lain tahu bahwa kamu memiliki masalah ingatan " Ucap Near memberi semangat
"Tapi aku tidak ingin kalian susah lebih dari ini " ucap kanna
"Tenang saja. Kami tidak susah kok, malahan kami senang bahwa nanti diacara nanti kita bertiga akan melewati acara ini bersama-sama " Ucap Near
"Hmmm(mengangguk)... terima kasih " ucap kanna tulus
"Tapi tunggu dulu, ada hal yang selalu membuatku kepikiran. Yaitu bagaimana kanna membuat dirinya ingat, bahwa dirinya memiliki masalah pada ingatannya dan harus membaca buku hariannya pada waktu itu. Padahal yang dia ingat hanyalah ingatan sebelum kecelakaan yang dia alami dimasa lalu. " Ucap Ardi curiga
"Pasti dia diingatkan oleh keluarganya. Kamu ini tanya pada hal yang sudah pasti " ucap Near bergurau
"Hmmm(mengelengkan kepalanya).. enggak bukan seperti itu. Aku pada awalnya aku selalu diingatkan orang tuaku . Tapi aku tak ingin jadi selalu bergantung pada orang tuaku sehingga aku memikirkan cara agar aku ingat sendiri saat aku bangun yaitu dengan menulis disebuah kertas besar yang mengatakan bahwa aku memiliki . masalah pada ingatan dan harus membaca buku harianku, kertas itu ku tempelkan di tembok sebelah tempat tidurku " ucap Kanna menjelaskan
"Hmmm begitukah " tampak Ardi sedang memikirkan seseatu
"apa kita harus memasang kertas besar juga " ucap Near menyarankan
"Jangan itu pasti membuat teman yang lain tahu penyakit kanna. Kita harus memikirkan cara mengingatkan Kanna dengan tulisan yang tidak akan dilihat orang dan tulisan itu pasti akan dilihat oleh Kanna setelah bangun " ucap Ardi
sudah memakan waktu lama buat Near dan Ardi untuk nemuin cara buat kanna. Tetap saja tidak ada cara untuk kanna ingat. Akan tetapi Ardi dan Near tidak pantang menyerah sehingga mereka kepikiran sampai rumah.
***Dikediaman rumah Near***
(Bagaimana cara membuat kanna ingat ya ) Near yang masih kepikiran memasuki rumah
"Selamat datang " ibu Near menyambut
"iya ibu " tanggapan Near yang masih telihat bingung.
"Emmm... enggak kok " jawab Near yang masih kepikiran.
"Ya sudah kamu mandi dulu sana jangan lupa kamu berikan salep ke tanganmu. " Ibunya menyuruhnya
"Iya ibu " Near menjawab dengan datar
Near yang belum menemukan jawaban atas pertanyaan itu dia kepikiran samapa kekamar mandi bahkan sesudah mandi dia masih bingung belum menemukan jawabannya. Dengan kebingungang itu Near bolak-balik dalam rumah.
"Kamu kenapa sih, mutar-muter dari tadi kayak orang yang belum bayar hutang " tanya ibunya sambi bergurau
"Emm.. enggak" jawab Near
"Ya sudah kalau kamu enggak mau cerita. Tapi jika kamu butuh bantuan dari ibu, bilang aja sama ibu. Kalau ibu bisa menolong pasti ibu akan membantu " ibunya menasehati
"Iya ibu " jawab Near yang masih kebingungan
setelah menasehati Ibunya Near pergi menonton tv yang diikuti Near. Ibunya menekan-nekan tombol remote mencari channel yang menarik. Near yang masih kepikiran itu, terkadang sekilas melihat tv. tapi ada sebuah drama yang menarik minat Near dia lihat sekilas drama itu yang mana dramanya sedang melakukan ujian dan salah satu siswa ada yang sedang membuat contekan di telapak tangan.
sesegera Near bangkit kegirangan
"Akhirnya aku menemukan caranya. Yahuuu...tidak kusangka aku se genius ini. Terima kasih ibu" Near melompat kegirangan memuji dirinya dan mencium pipi ibunya
"I..ii..iya " ucap ibunya bingung
Ibunya Near terkaget-kaget melihat tingkah putranya tapi dia juga senang bahwa putranya sudah bisa memecahkan masalahnya.
Near yang sedang gembira itu langsung menuju ke kamarnya dan segera berganti pakaian siap-siap mau pergi.
(Akhirnya kita bisa pergi bersama kanna. Akhirnya kamu bisa ikut acara itu, dengan cara ini) ucap near dalam hati senang
Near segera menemui ibunya dan mengecup tangannya meminta izin untuk pergi.
"Ibu aku mau pergi dulu " ucap Near yang tergesa-gesa
"Eh kamu mau kemana kamu? " tanya ibunya
"Mau pergi kerumah teman " ucap Near
"Mau ngapain inikan sudah sore lebih baik besok saja " ibunya melarangnya
"Tapi ibu(memelas), ini urusan yang sangat mendesak " ucap Near memohon
sejenak ibunya berfikir, ibunya bingung memilih antar mengizinkan atau tidak. Tapi karena melihat Near yang sangat memaksakan dirinya untuk keluar membuat ibunya tidak ada pilihan selain mengizinkan.
"Emm... bolehlah " ibunya mengizinkan
"Horeee...." ucap Near kegirangan tidak sabar bertemu kanna
"Tapi ingat, jangan pulang terlalu malam. Jangan keluyuran, langsung pulang kalau urusan sudah selesai dan hati-hati dijalan " ucap ibunya penuh perhatian
"Iyaaa ibu " ucap Near sambil menyiapkan diri keluar
Near yang tidak sabar menceritakan idenya kepada kanna dan melihat ekspresi bahagianya itu langsung lari keluar.
"Dah ibuuu... aku pergi dulu" Near memberi salam
"Dahhh " ibunya membalas salamnya
Near yang sangat semangat itu langsung berlari membuka pintu, tapi ternyata didepan pintu ada seseorang pria sehinga Near menabrak orang itu.
"Aduuh... "Near kesakitan
"Aduuuh.. kalau berlari lihat-lihat dulu dong " ucap pria itu mengeluh