REPEATING TIME

REPEATING TIME
Hana Dalam Tampak Dalam Bahaya



Tidak ada respon dari Kanna. Ardi yang awalnya tidak peduli jadi berbalik menoleh ke arah Kanna yang terbengong. Mereka berdua khawatir kalau terjadi seseatu dengan Kanna karena ia tidak merespon sama sekali perkataan Near tadi.


"Kanna apakah kamu tidak apa-apa " ucap lembut Ardi yang mendekat, merasa khawatir bila terjadi seseatu.


Tidak ada respon sama sekali mereka berdua saling menatap dengan kebingungan. Mereka tidak tahu harus apa pada situasi seperti ini.


"Kanna " Near sekarang mendekat dan mulai menyentuh tangan Kanna, mencoba membangunkannya.


***********


Kanna pada awalnya ia baik-baik saja. Tapi karena ia bingung soal Hana barusan makanya ia tidak merespon panggilan mereka. Tapi setelah sentuhan Near yang mencoba membangunkannya.


Hal itu berhasil membuat Kanna tersadar.


"Eh Near ada apa " tanya Kanna yang barusan terkejut karena dipanggil Near tadi.


Melihat Kanna terkejut dengan panggilan kecil mereka. Membuat keduanya yaitu Ardi dan Near saling menatap satu sama lain. Mereka bertanya-tanya apakah Kanna baik-baik saja.


"Mungkin kamu ke UKS lagi Kanna " Near menyarankan kepada Kanna agar segera pergi.


"Eh emang kenapa " Kanna terkejut, padahal ia baik-baik saja sekarang.


"Kamu kan tadi keliatan pusing. Jadi lebih baik kamu istirahat " ucap Ardi lembut.


"Iya sebaiknya kamu istirahat saja. Biar kami yang memikirkannya. Atau kah kamu belum tidur kemarin " Near merasa sedikit curiga kepada Kanna.


"Oh tidak-tidak kok. Aku baik- baik saja sekarang. Aku hanya bingung siapa Hana, karena aku baca tadi dia tidak ada dibuku halamanku " Kanna menjelaskan kenapa ia sempat tidak merespon tadi.


"Apa kamu yakin kamu tidak apa-apa" tanya Near masih tidak percaya kalau Kanna baik untuk sekarang.


"Iya tenanglah. Aku baik kok, yang lebih penting siapa Hana itu dan kenapa ia tidak ada dibuku harianku " tanya Kanna dengan rasa ingin tahu yang tinggi.


Ardi dan Near saling menatap satu sama lain. Mereka saling bertanya dalam tatapan itu, apakah mereka akan mempercayai Kanna dan memberitahu soal Hana. Karena sekarang mereka berdua ingat kalau belum cerita tentang Hana tadi.


Setalah bertanya dalam tatapan itu Ardi akhirnya mengangguk memberikan persetujuan agar memberitahu soal Hana kepada Kanna begitupun Near ia mengangguk agar Kanna tahu soal ini.


"Jadi ini Kanna, maaf kami belum menceritakan secara detail pada hari senin itu. Sebenarnya setelah kita dipanggil oleh kepala sekolah.." Ardi menceritakan bagaimana mereka bertemu dengan Hana dibelakang sekolah.


Kanna yang mendengar cerita Ardi ia tidak melewatkan kesempatan ini. Ia langsung menulis dibuku hariannya kejadian dimana mereka sampai bertemu dengan Hana dibelakang sekolah.


*************


"Oooh begitu. Jadi itu kenapa aku tidak mengetahuinya." Kanna mengangguk mulai mengerti pembicaraan yang mereka bicarakan tadi.


"Maafkan kami. Kami lupa memberitahumu soal Hana bahkan kami juga lupa kalau kita ada masalah dengan kepala sekolah. Sekali lagi maafkan kami " Near menunduk meminta maaf.


"Sudah, sudah jangan terlalu dipikirkan. Kalian kan manusia pasti ada lupanya. Sudah yang penting siapa anggota satunya ini apakah kita gunakan Hana" Kanna tersenyum mencoba membuat mereka tidak terlalu memikirkan kesalahannya.


"Niatnya sih begitu tapi Ardi tidak setuju " rajuk Near melihat Ardi.


"Hahhh jelaslah. Mana mungkin aku setuju setelah ia menjatuhkan fotoku yang begitu banyaknya. " Ardi dengan tegas lagi menolak Hana untuk jadi anggota klub nanti.


Mengingat perkataan Kanna barusan ia menjadi terdiam, ia mengibgat bagaimana Hana selalu menemabi Kanna ketika waktu itu.


"Emm...akan aku pikirkan untuk memintanya bergabung." Ucap Ardi yang sudah mulai berubah pikiran.


Kanna dan Near mereka membuka mulutnya tersenyum senang karena Ardi dapat menerima Hana walaupun masih ragu-ragu. Tapi itu adalah awal agar Ardi dapat menerima Hana sepenuhnya.


**************


Pulang sekolah Ardi tampak sedang memikirkan perkataan Kanna tadi pagi.


"Hahhh, apakah benar untuk mengajak Hana. Aku tau dia lah yang aku selamatkan waktu smp, tapi bagaimana aku mengajaknya setelah ia mejatuhkan fotoku " gunam Ardi kesal tidak bisa memikirkan apapun.


Setelah beberapa lama berjalan pulang melewati setiap kelas. Ardi melihat Hana yang ada didepanya, karena posisi Hana memunggungi Ardi maka Hana tidak tahu kalau Ardi ada disekitarnya.


(Itu Hana, Apakah aku mengajaknya sekarang. Tapi aku masih belum yakin apakah ia seorang yang baik) dalam hati Ardi ia mulai melangkah mengikuti Hana.


Ardi mengikuti Hana sampai ia keluar dari sekolah. Hana tampak sedang menunduk sedih. Hal itu membuat Ardi jadi kasian padanya.


Tapi sekian lama mereka berjalan tampak ada gerombolan anak sma dari sekolah lain. Sekilas Hana terlihat ketakutan, dia mulai menjauh dan segera melewati mereka.


Tapi gerombolan siswa sekolah lain tadi malah mendekati Hana. Hana semakin ketakutan karena didekati, tidak ada pilihan lain ia memilih untuk berjalan dengan cepat.


Tapi itu tidak ada gunanya karena siswa sma tadi memang sejak awal mengincarnya. Para gerombolan sma tadi menghadang didepan Hana sekarang, mencegah Hana untuk pergi.


"Kalian mau apa dengan " bentak Hana tidak tahu harus berbuat apa karena ia sangat ketakutan sekarang.


"Hahhh. Apakah kamu tidak tahu siapa aku. Aku adalah orang yang kau laporkan waktu smp itu " ucap siswa yang menghadang Hana.


Hana yang mendengar kalau yang ada dihadapannya adalah orang yang dilaporkan dulu. Dengan takut ia mulai melihat wajahnya dan mengingat apakah wajahnya sama.


"Apakah kamu sudah ingat dengan wajah ini " tatap tajam Hana.


Hana mulai mengingat-ingat siapa yang ada dihadapannya. Tapi karena waktu itu ia sangat ketakutan makanya ia lupa wajah yang dilaporkan saat smp dulu.


**************


Ardi yang melihat ada yang menganggu Hana. Ia langsung membuka hp nya menelpon Near.


"Ayolah angkatlah Near " gelisah Ardi menunggu Near menjawab teleponnya.


[Titttttt..crek] Near mulai mengangkat telfonnyan


"Halo Ardi ada apa" jawab Near yang sudah mengangkat telfonnya.


"Hai Near, bisakah kamu datang kemari dijalan biasa kamu menuju sekolah." Ucap Ardi terlihat tergesa-gesa.


"Hah, ada apa disana. Kamu kedengarannya sedang tergesa-gesa, apa yang sedang terjadi " tanya Near mulai khawatir bila terjadi seseatu dengan Ardi.


"Sudahlah datang saja. Ini keliatannya Hana ada masalah dengan siswa sma lain. Aku minta bantuanmu dan juga segera telepon polisi atau siapa saja agar mereka berhenti." ucap Ardi secara cepat dan sedikit panik.