
Kanna beranjak bangun, untuk menghindari Near. Tapi Near tidak membiarkan ia pergi begitu saja dengan cepat ia langsung menangkap tangannya dengan lengan kiri.
"Tatap mataku. Dan bilang kalau kamu tidak berbohong dan bilang kalau kamu tidur malam kemarin." Near mengenggam erat Kanna.
"Apaan sih kamu nih. Aneh sekali. Jangan erat-erat begitu sakit " Kanna mencoba untuk melepaskan tangan Near yang mengenggam erat.
Karena Kanna adalah perempuan maka ia tidak bisa dengan mudah melepaskan tangan Near walaupun hanya lengan kiri saja yang dipakai Near sekarang.
Berbeda dengan penjaga UKS tadi. Entah kenapa ia bisa menahan kekuatan Near saat mau membuka pintu.
*************
Mendengar suara Kanna yang kesakitan membuat penjaga UKS khawatir dan ingin masuk melihat apa yang terjadi dengan Kanna.
"Aku sudah menduga ia akan melakukan hal buruk. Aku harus masuk untuk melihatnya." Penjaga Uks melangkah masuk.
Tapi saat penjaga UKS memegang gagang pintu. Tiba-tiba Ardi menghadangnya masuk.
"Tolong percayalah dengan Near. Pasti ia tidak melakukan hal buruk kepada Kanna " Ardi membentangkan lengannya menghadang masuk penjaga UKS.
Penjaga UKS tidak ada pilihan lain selain menunggu dan percaya karena saat ia memaksa masuk. Ardi menghadangnya dengan kuat membuatnya susah masuk.
(Near uruslah saja dia. Aku akan mengurus disini. Sekarang giliranku untuk membantumu. Mungkin dulu aku meninggalkanmu tapi sekarang aku akan selalu bertarung denganmu.) Dalan hati Ardi berucap sambil melihat kebelakang.
*************
"Jika kau ingin tanganku lepas maka jawablah dengan jujur. " Near dengan tegas menyuruh Kanna untuk bebicara jujur.
Kanna mencoba untuk berbicara seperti yang diperintahkan Near.
"Emmm...itu aku.." Tetapi karena ia tidak bisa berbohong makanya ia memalingkan wajahnya lagi.
Kanna meneteskan air matanya setelah berusaha mengucapkan kebohongan kepada Near.
Near yang melihat Kanna menangis. Tanpa sadar ia langsung melepaskan lengannya merasa bersalah karena terlalu keras kepadanya. "Maaf."
"Kenapa, kenapa kamu sangat tidak adil" Kanna menangis deras sambil mengelap air matanya dengan kedua lengannya.
*************
"Kamu bisa mengingat kenangan yang telah kita lalui. Tapi kenapa hanya aku yang tidak bisa ingat" ucap Kanna sambil mengelap tangisannya.
"Maaf."
Near sekarang hanya bisa diam mendengar keluhannya Kanna sekarang. Near mencoba memahami perasaan Kanna, dan mencari tahu alasan yang sebenarnya kenapa tidak tidur sama sekali.
"Kenapa kamu minta maaf padahal kamu tidak salah sama sekali." Kanna tiba-tiba tidak jadi menyalahkan Near.
"Maaf " Near terus menunduk dan mengucapkan kata itu.
"Bodoh, Akulah yang seharusnya meminta maaf karena akulah tidak ingat kamu selama ini padahal kamu yang selalu ada didekatku " ucap Kanna terisak-isak karena menangis.
Near mengenggam tangan Kanna dengan lembut dan berkata. "Maaf, akulah yang salah. Harusnya akulah yang mengingatkanmu tapi..." Near berhenti berucap
Kanna masih melihat Near dengan tangisan dipipinya yang terus mengalir.
"Emm(Near menggelengkan kepalanya)...bukan seperti itu maksutku. Tapi maksutku, aku hanya ingin kau membanggakan dirimu sendiri. Karena kamu lah aku bisa mengenal namanya teman dan bercanda dengan seorang teman." Ucap Near dengan tersenyum memaksakan dirinya agar tidak terlihat sedih didepan Kanna.
"Jadi janganlah bersedih, janganlah menangis lalu tersenyumlah. Lepaskan beban yang kau bawa, karna ada aku disini " Near tersenyum kembali.
"Mulai sekarang akan kuulangi janjiku padamu. Mulai sekarang aku akan memberitahumu setiap pagi, dan setiap harinya. Oleh karena itu jangan khawatir dan tidurlah oke." Near menggerakkan lengannya mengusap air mata Kanna dengan lengan kiri.
Near mendekatkan dirinya ke Kanna. Ia sekarang memeluk Kanna dengan hangat. Mendapat pelukan hangat Near akhirnya Kanna tidak bisa menahan tangisannya. Sekarang ia menangis sejadi-jadinya.
*************
Diluar UKS mereka bertiga menunggu Near keluar menunjukkan hasinya. Apakah ia bisa membuat Kanna tertidur kembali atau tidak.
Tampak Ardi masih menjaga tepat didepan pintu untuk tidak membiarkan penjaga UKS masuk. Tapi ketika Kanna menangis sejadi-jadinya.
Penjaga UKS tidak tahan lagi ia memaksa masuk untuk melihat keadaan pasiennya.
"Biarkan aku masuk. Aku sudah tidak tahan lagi. Mendengar tangisannya lama kelamaan semakin mengeras " Penjaga UKS memaksa masuk.
"Tidak, tidak boleh." Ardi menjaga pintu itu dengan erat membuat mereka tidak bisa masuk.
(Near apa yang kamu lakukan. Kenapa kamu malah membuat Kanna menangis seperti itu. Tidak, tidak boleh seperti itu. Aku harus percaya kepada Near ) ucap dalam hati Ardi sambil mencoba mengintip kedalam.
Melihat kesempatan, bahwa Ardi lengah sekarang. Penjaga UKS itu langsung membuka paksa masuk kedalam.
"Aku sudah tidak tahan lagi " penjaga UKS langsung menerobos masuk membuat Ardi kehilangan gengemannya digagang pintu itu.
"Hey apa yang kamu lakukan " Ardi terkejut dengan tindakan penjaga UKS yang membuka secara tiba-tiba seperti itu.
Tapi setelah membuka pintu itu, mereka bertiga terdiam. Karena pemandangan romantis itu. Yaitu Near yang sedang memeluk Kanna yang menangis dalam pelukannya.
Walaupun sekali-kali Near mengelus kepala Near lembut agar Kanna tenang kembali.
"Tenanglah Kanna." Ucap lembut Near menutup matanya untuk menahan tangisannya.
**************
Mereka bertiga terdiam melihat Kanna dan Near. Mereka bertiga tidak tahu harus apa.
"Sepertinya kita masuk diwaktu yang salah nih " ucap penjaga UKS malu dan berjalan keluar.
"Kan sudah kubilang jangan masuk." Komen Ardi kesal karena tanggapannya tidak didengar.
Tapi Ardi juga merasa senang karena bisa melihat Kanna dan Near sekarang benar-benar kembali seperti dulu.
(Near sepertinya kau berhasil membuatnya kembali. Karena menurutku tidak ada yang cocok dengan Kanna selain dirimu. Aku harapa kalian berdua bahagia selamanya dan tidak terpisah lagi.) Dalam hati Ardi terharu melihat kejadian itu.
*************
Hana yang masih mengikuti mereka, ia sekarang berada dibelakang Ardi. Dia melihat Ardi yang menatap mereka berdua. Terlalu lama melihat mereka Hana meraih lengan Ardi dan mengajaknya pergi agar tidak menganggu Kanna dan Near sekarang.
"Ayo pergi dari sini " Hana menarik lengan Ardi.
Ardi sebenarnya terkejut mendapat tarikan seperti itu tapi ketika melihat yang menariknya adalah Hana. Maka ia merasa tenang kembali dan segara pergi mengikutinya keluar.
Tapi saat melangkah keluar Ardi masih melirik kearah Near dan Kanna berada. Dia hanya merasa terharu begitu saja.
*************
Selang beberapa menit Kanna akhirnya bisa istirahat sebentar di UKS. Tampak ia tidur sangat nyenyak setelah mengungkapkan semua bebanya.
Near melihatnya dan mengusap air mata yang masih ada dipipi Kanna sekarang dengan menggunakan lengan kirinya.
"Selamat tidur Kanna dan mimpi indah yah " gunam pelan Near tersenyum melihat Kanna tidur.