
Pemberontak itu langsung menghampiri Ardi yang sedang kesakitan, saat mendapat persetujuan dari bos Jarwo.
"Hehehe " Pemberontak itu tersenyum sinis melijat Ardi sudah tidak bisa melawan.
Pemberontak itu sudah ada, tepat didepan Ardi. "Kau akan kalah oleh aku, karena itu terima kasih telah kalah "
Ardi menelan ludah, ketakutan dalam dirinya tapi ia bisa menahan wajahnya agar tidak terlihat sedang ketakutan. Dan hal itulah membuat pemberontak itu juga semakin kesal dengan wajah tenang Ardi tidak bisa menahan kekesalannya lagi ia bersiap menendang Ardi.
(Ini sudah salahku karena telah meninggalkan Near waktu itu. Jika aku mati maka aku pantas mendapatkan itu ) ucap Ardi dalam hati pasrah dan ia masih melihat pemberontak itu dengan tatapan datar.
(Apakah kamu akan berakhir begitu saja Ardi. Aku percaya kepadamu bahwa kamu akan lebih kuat dari ini. Tapi sepertinya aku salah sangka kalau kau akan berakhir begini) dalam hati Jarwo memiliki harapan besar kepada Ardi, tapi setelah melihat Ardi kesakitan haparan itu hilang begitu saja.
****************
"Kalian akan liat bahwa ucapan kalian salah. Ia sudah tidak bisa apa-apa lagi kalian lihat ini" Anak, buah tadi mengangkat kaki satunya mau bersiap-siap menendang Ardi.
(Ahhh, akhirnya hidupku berakhir. Jika saja ada seseorang yang datang membantu. Near, kepala sekolah, Kanna dan Hana) dalam hati Ardi berharap adanya pertolongan.
***************
Tapi tiba ada seorang dengan cepat berlari dari belakang. Hal itu tidak disadari siapapun karena mereka semua sedang fokus melihat pemberontak itu menendang Ardi.
Ada satu orang yang menyadarinya yaitu boss Jarwo. Tapi itu sudah terlambat karena orang itu telah sampai dibelakang anggota Jarwo. Orang itu dengan cepat mlewati mereka tanpa disadari dan berlari untuk menyelamatkan Ardi yang akan ditendang.
Jarwo tidak membiarkan hal itu terjadi. Karena hanya ia saja yang menyadari kehadrinya tadi. Maka ia saja yany mendekat untuk menghalau orang itu menyelamatkan Ardi.
"Eh tunggu "
***************
Hal yang dilakukan Jarwo tidak berguna karena orang itu lebih cepat darinya. Tanpa disadari ia sudah dekat dengan Ardi. Sedangkan pemberontak itu terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba.
Tapi tendangannya tidak berhenti untuk menghantam Ardi. Orang itu juga tidak bodoh, dengan sigap ia langsung menendang kaki pemberontak itu dengan keras dan menarik kerah bajunya dengan tangan kiri saja lalu diarahkan kepada Jarwo yang sedang berlari menujunya.
Pemberontak itu jadi kesakitan dikakinya ketika ia ditendang. Sehingga ia kehilangan fokusnya dan dengan mudah orang itu menarik kerah bajunya untuk mengarahkan ke Jarwo.
***************
Jarwo dan pemberontak itu jatuh secara bersamaan. Dengan posisi Jarwo sebagai tempat mendarat.
"Aduhhh, " Jarwo berteriak kesakitan.
Sedangkan pemberontak itu langsung berdiri mengetahui kalau dibawahnya dan bos Jarwo.
" Maaf boss. " pemberontak itu juga sedikit kesakitan dibagian kaki.
Melihat bosnya jatuh, sontak anak buahnya langsung datang menghampirinya untuk memeriksa kondisinya.
"Bos apakah anda tidak apa-apa." Anggotanya mengerubungi bos Jarwo yang masih sedikit kesakitan habis jatuh tadi.
****************
Melihat Jarwo dan angotanya masih teralihkan hal itu adalh kesempatan bagi orang itu untuk melihat kondisi Ardi.
Ardi yang menutup matanya masih ketakutan karena akan ditendang. Tapi ia makin janggal karena tidak ada tendangan yang datang menghantamnya.
Bahkan ada suara yang kesakitan hal itu membuat ia tidak bisa menahan diri untuk membuka mata. Ia mencoba untuk sedikit membuka matanya.
************
Ardi melihat tangan orang itu, ia tidak mengenali tangan itu tapi ia merasa tidak asing dengan suara itu. Karena tidak asing lagi maka ia menengok keatas guna mencari tahu siapakah dia yang datang menyelamatkannya.
Terlihat kalau orang itu memakai jaket yang menutupi kepalanya dan memakai masker hitam. Hal itu membuat Ardi jadi tidak tahu siapa dia. Sehingga ia mencoba menebak dari suaranya dan kondisinya.
Yang mana orang itu hanya memasukkan lengan kirinya dalam jaket, sedangkan lengan kanannya tidak masuk kelengan jaketnya. Juga tangannya masih dalam kondisi diperban dan perban itu menggantung dipundaknya.
Hal itulah yang membuat ia menyadari kalau yang ada dihadapannya adalah Near yang sedang menyamar
"Near " ucap tidak percaya Ardi kalau yang ada dihadapannya adalah Near.
"Hah, kamu ini selalu membuatku kerepotan saja " keluh Near masih menjulurkan tangannya.
"Bagaimana kamu bisa tahu aku disini " tanya Ardi kaget karena tempat ini sanga jauh dengan tempat yang ia beritahukan.
"Hmm itu. Apa kamu pikir aku tidak tahu hal itu. Hal itu sangat mudah bagiku untuk menemukanmu " ucap Near dengan sombongnya.
"Hahahaha, seperti yang ku harap darimu." Ardi meraih tangan kiri Near dan mulai berdiri.
Flashback On
Sesudah mendapatkan telepon dari Ardi, Near langsung beranjak dari kamarnya dan mulai berlari menghampiri Ardi.
"Hahhh, ada-ada saja masalah yang terjadi. Ini seperti kejadian melawan bos penjahat seperti itu." Ucap Near keluh kesal keluar kamar.
Tapi sebelum itu ia teringat dengan kejadian dimana ia mengejar boss penjahat saat ia mencopet. Mengingat hal itu ia mulai terdiam dan kembali kekamarnya.
"Tunggu sebentar, aku tidak boleh keluar dengan ini saja" Near menuju lemarinya mencari seseatu.
Belajar dari waktu sebelumnya Near akhirnya memlih untuk menggunakan jangket yang bisa menutupi kepalanya dan memakai masker hitam untuk menutupi mukanya. Hal itu bertujuan agar kejadian sebelumnya tidak terulang.
Yaitu dimana boss penjahat mulai membalas dendam kepada mereka karena mereka melihat wajah mereka. Oleh karena itu untuk mengantisipasi hal itu Near menggunakan masker dan jaket.
**************
Setelah menggunakan jaket dan maskernya ia langsung berlari keluar.
"Kamu mau kemana " tanya ibunya yang melihat Near terlihat tergesa-gesa.
"Emm... itu aku mau keluar dulu. Ada seseatu yang penting. Aku pergi dulu bu, dah" Near mebcoba berbohong karena jila ibunya tahu pasti hal itu tidak diperbolehkan ibunya.
"Kenapa dengan Near, kenapa ia begotu tergesa-gesa " ibunya Near kebingungan melihat sikap anaknya.
***************
Ketika Near menuju ketempat yang Ardi kirimkan, ditengah jalan ia bertemu dengan rombongan Ardi dan Jarwo yang mana Ardi ditengah-tengah mereka.
Melihat hal itu Near langsung bersembunyi agar tidak keliatan oleh Jarwo dan anggotanya.
Jarwo dan anggotanya membawa Ardi kesebuah gedung kosong.
"Kenapa Ardi dibawa kesini padahal tempat yang ia kirimkan tidak disini tadi. Bagaimana ini, aku harus mengikutinya dahulu untuk sekarang " Near dalam hatinya membuat keputusan.
Terasa sudah begitu lama memasuki gedung itu Near langsung memasuki. Tadi Near menunggu diluar, itu juga karena ia ingin menelpon polisi lokasi sekarang Ardi dimana. Tapi entah kenapa hpnya kehabisan baterai.