
Ditinggal Jarwo mereka berdua merasa perasaan simpati kepada Jarwo.
"Hahhh. Aku harap ia akan baik-baik saja dan segera sadar kalau apa yang diperbuatnya itu salah." Helah nafas temannya, melihat Jarwo berjalan pergi.
"Iya, aku harap ia juga sadar seperti kita. Semoga saja Ardi membuat ia kembali berfikir jernih" ucap pemimpin geng tersebut berharap besar.
FLASHBACK END
"Emm..maaf. Ada apa dengan kedua temanmu itu. " tanya Hana kepada Jarwo yang mengingat kejadian masa lalunya dengan geram.
"Tidak, mereka berdua berharap kepadaku untuk membalaskan dendamnya. Aku harus menepati janjiku " ucap Jarwo membuka matanya dan mengingat tujuan dirinya kemari.
"Eh..." Hana terkejut karena Jarwo tiba-tiba merubah topik pembicaraan.
"Akan aku beritahu seseatu. Setelah kalian berdua telah melaporkanku, memang mereka berdua menyerah tapi harapan untuk balas dendam mereka telah tersampaikan kepadaku" Jarwo menepuk hatinya,
Ia masih tidak menerima kenyataan kalau kedua temannya itu telah berhenti berbuat jahat. Bahkan ia berfikir kalau mereka berdua telah menitipkan perjuangan balas dendamnya, karena saking tidak terima dirinya melihat keputusan anggota gengnya dahulu.
"Dengan anggota geng sebanyak ini. Maka aku akan membuat hidupmu hancur berantakan dan membuatmu menyesal telah melaporkanku dulu." Ucap Jarwo dengan bersikap semena-mena.
Masih merasakan takut ia mulai mundur dan berteriak.
"Bukannya kamu yang dulu menangkapku, padahal jika saja kau tidak membawaku pergi saat itu dan mempercayaiku maka masalah ini tidak akan serumit ini " bentak Hana putus asa.
"Hahhh...jadi ini kesalahanku. Jujur saja saat itu kamu akan tetap melaporkanku kan kalau kami tidak menangkapmu " tanya Jarwo dengan nafas menggebu-nggebu.
"Tidak, aku tidak akan melaporkanmu. Jika saja kau percaya padaku saat itu." Ucap Hana mundur ketakutan.
Anggota geng jarwo saat ini mereka sangat bersemangat melihat bossnya akan melakukan kekerasan. Mereka anggota geng Jarwo bukannya mencoab menghentikan mereka, tapi malah anggota geng Jarwo menyoraki mereka agar berkelahi padahal mereka tahu kalau Hana akan tetap kalah dengan boss Jarwo.
"Hahhh jadi ini salahku hahh" boss Jarwo terlihat sangat marah kepada Hana dia terlihat sangat ingin memukul Hana.
Hana tidak bisa berbicara lagi, ia mundur secara perlahan-lahan karena saking takutnya. Tapi melangkah mundur tidak ada gunanya bagi Hana karena setiap ia melangkah mundur, saat itu juga boss jarwo juga mendekat.
Boss jarwo saat ini sangat marah dan bersiap-siap akan memukul Hana. Karena tahu kalau bosnya akan segera memukul Hana. Mereka dengan menyoraki Jarwo.
"Ayo pukul...pukul...pukul " anggota gengnya semakin memprovokasi bossnya.
Mendapat sorakan tersebut membuat Jarwo semakin berani untuk mendekatinya dan berniat memukulnya meskipun ia tahu kalau Hana adalah seorang perempuan.
Berbeda dengan Hana mendengar kalau Jarwo mendapat sorakan, Hana malah semakin takut dan mempercepat langkah mundurnya.
"Berhenti. Berhenti..." teriak Hana dengan putus asa.
Tidak mengubrisnya Jarwo langsung mendekat dan mengangkat lengannya bersiap untuk memukul Hana. Melihat bossnya mengangkat lengannya membuat anggotanya bersorak merasakan tegang.
Sedangkan Hana ia tetap mundur dengan ketakutan.
**********
Merasa sudah mantap dalam hatinya bos Jarwo langsung melepaskan sebuah pukulan kepada Hana dengan sangat cepat.
Hal itu membuat Hana jatuh kebawah menutupi wajahnya. Selang beberapa detik entah kenapa Hana sangat terkejut.
"Eh kok tidak ada pukulan sama sekali yang mengarah padaku. Apakah ia menarik lengannya." Hana mencoba untuk menengok keatas dimana bos Jarwo melancarkn serangan.
***********
Mereka sangat terkejut karena saat Jarwo akan melancarkan serangan. Tiba-tiba ada sebuah lengan yang menghentikannya dan lengan itu adalah lengan Ardi.
"Yo(menyapa), sudah lama tidak bertemu " ucap Ardi sambil menahan tangan Jarwo yang mencoba memukul Hana.
**********
Ternyata tadi saat Hana terjatuh, ia hanya ketakutan saja hingga terjatuh bukan ia terkena pukalan Jarwo barusan. Karena pukulan Jarwo sebelum menyentuh Hana dengan cepat Ardi menahannya.
"Kamuuuuu" geram Jarwo melampiaskan amarahnya yang terpendam dalam dirinya.
Tidak kalah dengan Jarwo, Ardi juga mempunyai kekuatan. Dengan kekuatannya itu ia langsung mendorong lengan Jarwo sampai jatuh kebelakang.
Jarwo yang yatuh kebelakang langsung ditangkap oleh anak buahnya.
"Boss, apakah kamu tidak apa-apa " ucap anak buahnya menahan Jarwo agar tidak jatuh.
"Tentu bodoh. Mana mungkin aku akan sakit dengan dorongan itu " Jarwo berdiri dengan sombongnya.
***********
Ardi sesudah mendorong menjauh Jarwo dan dirasa sudah aman. Ardi langsung berbalik menuju Hana yang masih terbengong.
"Apakah kamu tidak apa-apa. Kita ketemu lagi ya disituasi yang sama seperti ini. Tapi tempatnya berbeda " ucap Ardi mengulurkan lengan menawarkan bantuan kepada Kanna.
"Eh " Hana sangat terkejut dengan ucapan Ardi barusan.
Karena selama ini Hana selalu berfikir kalau Ardi akan lupa tentang kejadian itu. Makanya ia tidak berharap apa-apa kepada Ardi.
Tapi ketika Ardi bilang hal seperti itu kepadanya, yaitu bahwa Ardi masih mengingat kejadian di smp. Hal itu membuat diri Hana senang.
"Terima kasih untuk kedua kalinya, untuk yang dulu dan sekarang juga " Hana mengenggam tangan Ardi dan berdiri sambil senyum menghiasi diwajahnya.
***********
"Tapi boss siapakah dia kenapa anda geram sekali dan kelihatan marah kepadanya " tanya anak buahnya yang tadi mendorong.
"Dia adalah orang yang kubilang sebelumnya. Ardi musuh bebuyutanku " ucap Jarwo sambil mengelap keringat dikeningnya memakai lengannya.
"Eh, boss. Benarkah ia adalah Ardi. Kalau gitu apa yang kamu ucapkan adalah benar sebelumnya untuk balas dendam kepada Ardi." Ucap anak buahnya menelan ludah ketakutan.
"Bukankah sudah kubilang sebelumnya, kau kira aku bohongan. Aku sudah sangat bertekad untuk menghabisinya saat ini " ucap Jarwo menatap tajam Ardi yang ada dihadapannya.
"Emmm...maaf boss. saya undur diri dulu. Kukira dulu anda berbohong soal akan melawan Ardi. Tapi jika melawanmya sekarang aku belum siap boss. Makanya saya pergi dulu" ucap dengan gugup anak buahnya dan langsung berlari pergi.
Melihat 1 anak buahnya lari pergi. Hal itu membuat Jarwo tercengang karena ia teringat dirinya dulu yang juga berlari seperti itu. Mengingat kenangan dulu, hal itulah yang membuat Jarwo tidak marah kepada anak buahnya yang lari tadi.
Malahan ia memberi kesempatan kepada anak buah yang lain juga.
"JIKA KALIAN INGIN LARI. MAKA LARILAH SEKARANG JUGA. KARENA AKU HANYA MENCARI ANGGOTA YANG BENAR-BENAR BERTEKAD BERTARUNG. KITA TELAH BERHADAPAN DENGAN ARDI" Teriak Jarwo dengan lantang sampai anggota semuanya kedengaran.
Setelah beberapa detik ketika ia memberikan pengumuman seperti itu. Tampak anggota saling ricuh mengetahui siapa yang ada dihadapannya sekarang.