
11.30
Ardi berlari mencari Kanna ditengah keramaian sekolah tersebut. Ia mencari dengan penuh khawatir. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Andi dan Nita.
Ardi: "Apa kamu sudah ketemu dengan Kanna disana? "
Andi: "Tidak, karena itu kita mau kembali kesana. Untuk memberitahu bahwa Kanna tidak berada didalam kelas "
Ardi: "Begitu ya, sebaiknya kita cari saja Kanna untuk sekarang. Aku dengar ia tidak kembali dari tadi. Aku khawatir terjadi sesuatu dengannya, oleh karena itu lebih baik kita mencari nya "
Andi: "Aku juga setuju, dari tadi aku sudah khawatir dengannya "
Andi dan Ardi membagi tugas untuk mencarinya. Begitupun dengan Nita ia juga ikut membantu mereka mencari Kanna.
*************
11.30
Tempat pohon besar dibelakang sekolah.
Hana datang untuk mencari Near. Ia akhirnya menemukan Near yang masih tidur dibawah pohon. Dengan cepat ia segera membangunkan Near.
Hana: "Near cepat bangun"
Near: "Eh, ada apa... " Near langsung bangun karena terkejut.
Hana: "Kanna , ia sekarang sedang hilang "
Near: "Apaaa!!!! " Near langsung bangun mendengar berita tersebut.
**********
Near langsung berlari dengan diikuti oleh Hana.
Near: "Apa yang sebenarnya terjadi selama aku tidur "
Hana: "Sebenarnya, ia pergi pamit untuk mengambil bekalnya dikelas. Tapi entah kenapa ia tidak kunjung datang-datang. "
Near: "Kenapa bisa begitu, tidak biasanya Kanna menjadi seperti ini "
Hana: "Emmm, sebenarnya tadi Andi datang tadi membawa seseorang setelah Kanna pergi "
(Apa!!!! Andi membawa seseorang. Mungkinkah itu salah satu teman masa kecilnya Kanna. Apa mungkin mereka bertemu ditengah jalan dan Andi tidak menyadari hal tersebut)
***************
Near: "Apa Ardi sudah mendengar hal ini? "
Hana: "Sudah, Ardi yang memberitahu kan lokasimu tadi. "
Mendengar hal tersebut ia langsung mengambil handphone nya disaku celananya. Dia menghidupkan handphonenya.
*************
Ternyata Near tidak bisa dihubungi karena ia mematikan handphone nya. Ia melakukan hal tersebut supaya ia bisa tidur dengan tenang.
"Sial jika saja aku tidak mematikan handphone ku. Aku pasti dapat mengetahui hal ini dengan cepat "
Setelah hidup Near langsung menelpon Ardi.
Ardi: "Ya Near. Apakah kamu sudah menemukan Kanna "
Near: "Belum, ini aku baru saja mau pergi mencarinya. Kamu sedang mencari dimana? "
Ardi: "Ah, Aku sedang mencari Kanna dikantin, sedangkan Andi mencari disekitar kelas 12. "
Near: "Oke, kalau gitu. Aku cari ditempat lainnya "
Ardi: "Tapi... Keliatannya Andi sedang membawa teman masa kecilnya tadi. "
Near mendengar hal tersebut sebenarnya agak sedikit khawatir. Tapi ia mencoba untuk tersenyum.
"Kita akan cari tahu itu nanti. Lebih baik kita cari tahu keberadaan Kann lebih dahulu "
"Baiklah...."
Near langsung menutup telfonnya dan pergi mencari Kanna kembali. Ia menyuruh Hana untuk tetap berada dalam ruangan klub, buat jaga-jaga kalau Kanna kembali tanpa disadari yang lain.
(Kanna kemana kamu pergi, apakah kamu ingin lari lagi. Apakah kamu tidak ingin ingatanmu kembali )
************
Mereka masih mencari Kanna diseluruh sekolah. Tapi mereka masih tidak menemukan.
Near mencoba mencari di UKS, Ia berfiki kalau Kanna dibawah kesana karena pingsan. Tapi tetap saja Near tidak menemukan Kanna disana. Ia hanya menemukan seorang kakak kelas yang berjaga disana sedang membersihkan ruangan UKS yang tampak berantakan.
Dengan penuh khawatir ia keluar lagi mencari Kanna kembali.
"Dimana kamu Kanna "
Gunam Near khawatir.
**************
11.45
Waktu pun terus berlalu mereka masih belum menemukan Kanna dimanapun. Mereka menelpon satu sama lain untuk bertanya tentang perkembangan perncarian Kanna. Tapi tidak ada yang memberikan respon bagus.
Near akhirnya memutuskan untuk pergi ke depan gerbang. Ia takut Kanna pulang duluan tanpa ditemani. Tapi disana, tempatnya juga ramai hingga membuat Near kesulitan menemukan Kanna ditengah kerumunan tersebut.
Tapi tiba-tiba semua orang menjadi heboh, ditempat yang tidak jauh dari gerbang hanya beberapa langkah saja untuk mencapai sana.
Near mengetahui hal tersebut, terlihat semua orang tampak mengerubungi sesuatu.
"Cepat hubungi ambulans" teriakan dari kerumunan tersebut.
***************
Near menjadi takut, hatinya belum siap menerimanya.
"Tidak mungkin, itu bukan dia kan "
Near dengan tatapan kosong menerobos masuk melewati kerumunan tersebut. Ia menyakinkan dirinya kalau itu bukan Kanna.
[Saat itu, aku berharap hari ini tidak pernah terjadi. Aku harap yang ada di posisinya adalah aku, agar ia tidak menderita lagi. Saat itu aku berharap itu adalah mimpi dan aku segera bangun dari mimpi buruk ini. Aku sangat ingin hal tersebut terjadi ]
Near akhirnya hampir sampai di tengah kerumunan tersebut. Tinggal 1 orang yang menghalangi pandangan dengan berat ia mencoba melewati orang tersebut.
Near terkejut saat itu, kakinya lemas dan terjatuh. Ia menjadi kesal kepada dirinya karena firasatnya benar. Ia melihat yang ada dihadapannya adalah Kanna yang tergelatak tidak sadarkan diri dengan kepala yang berdarah.
Saat itu Ardi dan Andi datang dari belakang mereka juga sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Kanna!!!!! "
**************
Tidak lama kemudian Kanna dibawa kerumah sakit terdekat dengan ambulan yang baru saja sampai.
Dihari tersebut mereka tidak bisa berkata-kata. Mereka terkejut sekali melihat hal tersebut.
Near kembali dengan tatapan kosongnya kebelakang sekolah dibawah pohon besar. Sedangkan Ardi tampaknya ia ingin pergi menemui Kanna dirumah sakit bersama Nita.
****************
Ardi kembali keruangan klub, ia bertemu dengan Hana disana.
"Apa Kanna sudah ketemu " tanya Hana yang masih khawatir.
Dengan berat ia menjelaskan kondisi Kanna tadi. Tampaknya ia habis kecelakaan, oleh karena itu mereka membawanya kerumah sakit.
Mendengar hal tersebut tentu saja, Hana merasa bersalah karena tidak bisa menjaganya dan ia orang yang terakhir bersamanya.
"Jika saja, aku ikut bersamanya. Ini tidak akan terjadi "
Hana memukul kepalanya dengan kesal, ia menyalahkan dirinya. Melihat hal tersebut Ardi menghentikan nya.
"Sudah ini bukan salahmu "
"Tidak, jika saja aku ada. Mungkin Kanna tidak akan..."
Ardi langsung memeluk nya.
"Sudah ini bukan salahmu, ini sudah terjadi. Kita tidak bisa melakukan apa-apa "
Mendengar hal itu membuat Hana menangi sekeras-kerasnya.
(Aku tau hal ini akan terjadi, maaf aku tidak bisa menemanimu sekarang Near. Aku tau sekarang kau sudah kuat, jadi aku berharap padamu )
**************
Near sekarang ada dibawah pohon, ia munutup matanya dengan lengannya. Ia hanya terdiam melakukan hal itu tanpa bergerak sedikitpun. Terlihat sedikit keluar air matanya dalam keheningan tersebut.