REPEATING TIME

REPEATING TIME
Kanna Tiba-Tiba Terjatuh Pusing



Ardi sangat terkejut dengan yang ditemukannya dalam semak-semak itu yaitu seorang perempuan berkaca mata yang sedang berjongkok.


"Siapa kamu " tanya Ardi yang terkejut.


"Hehehe...aku adalah Hana teman sekelasmu " Ucap wanita itu yang menyebut dirinya adalah Hana.


Terlalu fokus dengan wanita itu, tiba-tiba Kanna memegang kepalanya pusing dan tergeletak dalam keadaan sadar.


Melihat Kanna yang berada disampingnya tampak sedang pusing dengan cepat Near memegangi tubuhnya agar tidak jatuh.


"Kanna apa yang terjadi. Ada apa denganmu sekarang." Tanya Near khawatir bila terjadi seseatu.


"Entahlah kenapa tubuhku tidak bisa bergerak dan aku juga mulai mengantuk." Kanna menjelaskan kondisinya sekarang.


Ardi yang juga melihat Kanna terjatuh lemas, dengan cepat ia juga membantu Near memegangi Kanna.


"Kita bawa saja ku UKS " Pimpin Ardi dengan tanggap.


"Iya ayo kita kesana " Near mengiyakan.


Dengan cepat mereka membopong tubuh Kanna ke UKS. Begitu juga dengan Hana ia juga mengikuti mereka berdua ke UKS.


*************


Mereka tiba di UKS.


"Apa yang terjadi." Tanya dokter penjaga UKS.


"Entahlah kenapa dia tiba-tiba jadi begini. Tapi tubuhnya lemas dan dia merasa ngantuk " Near menjelaskan kondisi yang sudah dijelaskan oleh Kanna tadi.


"Baiklah kalian tunggu diluar saja" suruh dokternya memeriksa Kanna.


"Tapi.." Near hendak menemaninya tapi ditahan oleh Ardi.


Ardi memegang pundak Near dan menggelengkan kepalanya agar ia tidak menganggu dokter memeriksa karena Kanna adalah perempuan maka mereka tidak boleh mendekatinya atau masuk.


Hana dari tadi berada diluar sedang menunggu kedatangan Ardi dan Near. Melihat ada Hana didepan, Ardi mencoba menghampirinya dengan diikuti oleh Near.


"Kamu coba masuk kedalam temani Kanna " suruh Ardi dengan lembut


"Emmm...baiklah " tampak sekilas Hana ragu untuk masuk, tapi karena masalah mereka belum selesai maka Hana segera masuk.


*************


Setelah beberapa menit Kanna diperiksa. Dengan Ardi dan Near menunggu diluar. Tampak kegugupan Near yang khawatir bila terjadi sesuatu dengan Kanna.


"Tenang saja Kanna akan baik-baik saja kok " Ardi mencoba menenangkan Near yang dari tadi tidak bisa diam karena terlalu khawatir.


"Ia semoga saja " gunam Near memohon dengan Senyuman sedih.


*************


Tapi dokter UKS akhirnya keluar memberikan penjelasan kepada Ardi dan Near.


"Bagaimana dengan keadaan Kanna " tanya Near khawatir.


"Sebenarnya ia terkena hal itu. Karena ia masih belum tidur sama sekali. Saya sudah tanyakan alasanya kenapa dia tidak tidur tapi ia tidak menjawabnya. Mungkin dari kalian tahu kenapa ia tidak tidur." Tanya Dokter setelah menjelaskan masalahnya.


"Kami tidak tahu." Jawab Ardi benar-benar tidak tahu alasan kenapa Kanna tidak tidur.


Tapi berbeda dengan Ardi, tampak Near sedang menunduk berfikir. Seolah dia sudah tahu. Melihatnya tampak tahu Ardi menyenggolnya.


"Near apakah kamu tahu kenapa Kanna tidak tidur." Ardi bertanya.


"Kalau kamu tahu mungkin kita bisa selesaikan masalah ini." Tambah dokter menjelaskan kenapa mereka harus tahu alasan Kanna tidak tidur.


"Near " Ardi mencoba mengagetkannya.


Tiba-tiba Near berlari kearah kelas dengan sangat cepat.


"Hei mau kemana kamu Near" Melihat Near pergi dengan cepat membuat Adi penasaran dimana ia pergi tidak ada pilihan lain selain mengikutinya.


***************


Setibanya Near berada dikelas, Near langsung masuk begitu saja dalam kelas yang ada guru sedang mengajar.


Karena Near meiliki hawa keberadaan yang tipis membuat semua orang tidak memperhatikannya. Sehingga ia dengan mudah masuk tanpa ketahuan oleh guru.


Sedangkan Ardi masih menunggu diluar. Dia belajar dari kasus Kanna kemarin kalau tidak boleh masuk begitu saja, yang bisa membuat orang salah paham.


Tapi melihat Near lewat begitu mudah membuat dirinya kagum. Karena mereka sama sekali tidak ada yang sadar dengan keberadaan Near.


"Sepertinya benar kalau ia tidak punya banyak teman. Karena hawa keberadaanya sangat tipis." Ardi menunggu diluar.


Near mengeledah tas Kanna dengan terburu-buru membuat bukunya jatuh berserakan menimbulkan suara. Sehingga semua orang dalam kelas yang awalnya tidak memperhatikan sekarang jadi memperhatikannya.


[Near memiliki hawa keberadaan yang sangat tipis. Yang membuatnya tidak diperhatikan oleh siapapun. Tapi hawa keberadaanya tidak begitu tipis sehingga ia bisa berkomunikasi jika dia mengeluarkan bunyi dengan keras ]


"Hei Near. Darimana kamu, pelajaran dari tadi dimulai ternyata kamu disana. Bilang dari awal dong biar tidak mencarimu" guru pengajar saat itu menegur Near karena berisik.


Near tidak menjawab ia masih sibuk dengan buku Kanna. Selang beberapa detik Near akhirnya menemukan apa yang sedang ia cari yaitu buku harian Kanna yang lama. Tidak mempunyai waktu lagi Near langsung merapikan buku Kanna yang berserakan dengan cepat tanpa menghiraukan pertanyaan gurunya.


"Hei Near, kamu dengar." Tanya guru pengajar memastikan kalau Near baik-baik saja.


Tapi Near menghiraukan pertanyaan itu karena ia harus segera pergi keluar untuk bertemu dengan Kanna.


"Hei, hei Near kamu mau kemana " teriak guru pengajar kesal karena merasa tidak dihormati.


Para siswa yang lain juga penasaran kemana ia pergi tapi mereka hanya bisa beranjak berdiri melihat Near pergi.


**************


Near langsung keluar kelas dengan cepat dan didepannya ada Ardi yang menunggu.


"Apa yang sedang kamu lakukan" tanya Ardi bingung dengan tindakan Near barusan.


Near menunjukkan buku harian Kanna yang diambil dari tasnya Kanna. "Dengan ini kita bisa tahu isi hati Kanna sekarang dan alasan kenapa ia tidak tidur selama ini."


"Bagus juga pemikiranmu itu " Ardi menampar dengan keras punggung Near karena ia menemukan solusi tang bagus.


**************


"Tapi bukannya kita ini sedang membaca bukunya. Tanpa izin orangnya." Ardi tampak ragu-ragu untuk membuka isi buku itu karena bisa saja didalamnya ada data khusus.


"Ini juga salahnya karena tidak menjaga dirinya dengan baik sehingga ia sakit. Apalagia ia tidak membicarakan masalahnya. Jadi tidak masalah kalau kita membaca bukunya" Near mencari alasan agar mereka tidak merasa bersalah karena telah membuka buku itu.


"Okelah jika pemikirannya begitu." Ardi menyetujui pendapat Near barusan.


*************


Mereka membaca satu persatu halamannya. Jadi mereka bisa sedikit mengerti jalan hidup yang dilalui Kanna sekarang.


Tampak isi tulisan itu diawali dari dimana ia sekolah pertama kali di SMA. Buku yang berisikan tentang hal agar Kanna untuk ingat.


Tapi hal itu hanya membuat Near dan Ardi sedikit sedih mengingat Kanna selama ini selalu berusaha untuk mengingat dan ia juga berusaha untuk tidak mengecewakan teman-temanya.


"Kanna " gunam sedih Near membaca setiap kata yang tertulis dibuku itu.


Begitu juga dengan Ardi ia juga merasakan perasaan sedih yang mendalan. Karena selama ini mereka selalu menyembunyikan kebenarannya kepada Kanna dan membuat dirinya untuk melupakannya. Padahal Kanna ingin selalu mengingat.