REPEATING TIME

REPEATING TIME
Bau Kotor Near



Merasa tidak ada tempat lain untuk mundur. Terpaksa Ardi harus bertindak untuk tidak didekati Near.


"Berhenti, berhenti cukup disitu saja kamu " Ardi ngotot membiat Near berhenti.


Bukannya berhenti Near malah makin melangkah maju untuk membuat Ardi ketakutan seperti itu.


"Kubilang berhenti" teriak Ardi ngotot sambil melempar barang yang ada disekitarnya walaupun Ardi tetap tidak mencoba mengenainya.


Merasa puas telah mengerjai Ardi Near akhirnya berhenti karena tampak Ardi akan melakukan tindakan berbahaya jika dia mendekat.


"Hahaha... maaf. Kukira kamu akan senang dengan bauku " Near mulai menyium bau bajunya yang kotor.


Ardi ingin mual-mual ingin muntah dengan bau Near yang sekarang. Melihat Ardi begitu membuat Near semakin terhibur didekatnya


"Hahaha, wangi kan aku " Near mengejek Ardi dengan mengibas-ngibaskan pakainnya keArdi agar bau busuknya menyerang.


"Buruk banget bau mu ini. Kamu habis ngapain sih." Tanya Ardi menutup hidungnya.


"Hahaha...aku sedang mencarinya " Near mulai serius mengarah keinti pembicaraan dengan jarak yang jauh.


"Ohh, begitu ya. Apakah sudah ketemu " tanya Ardi yang mulai sedikit rileks berbicara.


"Belum, aku sudah mencarinya kemana-mana tapi entah kenapa tidak ketemu " Near menunduk sedih.


"Hmm(tersenyum)... nanti akan ketemu tinggal masalah waktu saja " Ardi melepas tangannya dari hidungnya tanpa sadar serius dengan pembicaraan ini.


"Ya, terus apa yang membuatmu memanggilku kesini " tanya Near.


"Tampaknya Kanna penasaran dengan datangnya diriku waktu itu. Apakah aku perlu memberitahunya " Ardi menatap langit tidak menoleh kearah Near.


Near terdiam sejenak mendengar ucapan Ardi. Dengan menatap langit dan mata yang berkaca-kaca.


"Apakah lebih baik dia tidak perlu tahu soal ini " senyun Near sedih.


"Aku tidak tahu soal itu tapi menurutku akan lebih baik jika kau beritahu saja dia. Apalagi melihatnya sepertinya dia kesepian " Ardi menyarankan.


"Entahlah aku juga berfikir begitu. Tapi ada suatu saat seperti sekarang aku berfikir akan lebih baik dia tidak mengenalku " Near dengan sedih mengingat kenangan yang membuat dirinya menyerah untuk menjadi teman Kanna.


"Aku hanya mau memberitahumu soal ini. Keputusan ada ditanganmu, aku memberimu kesempatan mau memberitahunya atau tidak." Ardi menoleh kearah Near.


Mendengar hal itu membuat Near juga menoleh ke Ardi. Dengan tersenyum Near mengiyakan perkataan Ardi.


"Aku akan menemukan ini dulu lalu akan membuat keputusan soal mau memberitahunya atau tidak." Near tersenyum memberi tahu pilihan yang diambil sekarang.


Ardi hanya biaa tersenyum mendengar jawabannya. Mereka mulai menikmati hembusan angin dibelakang sekolah.


"Kau sudah terbiasa dengan bauku " canda Near tenang.


"Eh.." Ardi baru sadar bahwa dia tidak menutupi hidungnya.


Hanya sebentar saja mereka menikmati waktu itu, karena bau busuk dari tubuh Near mulai menyebar lagi menyebabkan Ardi mulai mual lagi.


"Hahhahh...kamu tidak kuat dengan bau busuk " ejek Near senang melihat Ardi mual.


"Kamu saja yang bodoh karena bisa kuat dengan bau busuk ini " Ardi menutup hidungnya.


Mendengar ejekan Ardi, membuat Near kesal.


"Jadi kamu mau bau orang bodoh ini hah " teriak Near mulai mengejar Ardi.


"Hey apa yang kamu lakukan bodoh " Ardi terkejut dengan serangan tiba-tiba Near.


Mereka berdua akhirnya bermain-main dibelakang sekolah waktu itu dengan canda tawa diwajah mereka.


**********


Begitupun juga saat berada ditempat duduk. Mereka saling diam karena Kanna juga terlalu malu meminta maaf didepan umum. Berbeda dengan Near, dia tidak memperhatikan Kanna karena dia ingin Kanna untuk melupakan dirinya.


Malam harinya Kanna selalu kesal dengan apa yang terjadi saat memanggil Near. Near selalu menghindar seolah tidak tahu.


"Kenapa sih dengan dia padahal aku hanya mau minta maaf saja. Kenapa harus lari begitu padaku." Kanna mencoret-coret bukunya dengan kesal ketika mengingat Near.


"Tapi ini juga salahku... mohhhh(teriak kesal), aku gak tahu lagi " Kanna linglung antara merasa bersalah atau kesal.


**********


Sudah seminggu Kanna mencoba meminta maaf kepada Near, tapi selalu tidak mendapatkan kesempatan karena Near sering menghindar. Kanna mulai menyerah mencoba meminta maaf kepada Near.


Pada hari minggu ini Kanna sekarang berada dirumah tidak ada kegiatan. Dia sedang tiduran diranjang membaca bukunya berkali-kali. Dirinya mencoba mengingat kenangan yang tertulis.


Tapi percobaan itu sia-sia karena dia tidak ingat apapun. Merasa kesal tidak bisa mengingat, Kanna mulai meletakkan buku hariannya dan memejamkan matanya.


Tiba-tiba ibunya datang mengomel karena Kanna tidur saja hari ini.


"Bukannya kamu lebih baik jalan-jalan diluar karena cuacanya bagus " ibunya memaksa agar Kanna bangun sambil membereskan barang dikamarnya.


"Emm...Ibu " Kanna merajuk, terlalu malas bangun.


"Sudahlah pergi keluar sana nikmati cuacanya" ibunya menyuruh agar Kanna bangun.


"Iya, iya " ucap Kanna kesal.


Tidak ada piihan lain Kanna mulai bangkit untuk menghirup udara segar. Dia juga membawa buku hariannya untuk jaga-jaga bila terjadi seseatu.


"Ya sudah aku pergi dulu ibu " Kanna dengan malas mengucapkan salam.


"Iya hati-hati" ibunya sibuk membereskan barang dikamar Kanna.


*********


Tidak ada tujuan Kanna berjalan tanpa arah. Dengan linglung dia jalan mengikuti hatinya.


"Wuahhh(menguap), enaknya pergi kemana ya " tanya Kanna pada dirinya sendiri.


Berjalan tanpa arah tujuan Kanna tiba-tiba terkejut karena entah kenapa sudah ada didekat sekolahan.


"Akhirnya aku disini saja. Tanpa ada tujuan lain. Apakah aku masuk kedalam saja ya. Mungkin enak main disana karena tempatnya sepi, tidak ada yang lihat. " ucap Kanna seolah menemukan tujuan baru.


**********


Kanna mulai berkeliling sekolah dengan riang. Tapi sekian lama berkeliling tampak ada seseorang yang sudah datang kesekolah yang sepi.


Dengan cepat dia bersembunyi dalam suatu kelas agar tidak terlihat oleh orang itu.


"Siapakah yang datang kesini pada hari minggu. Apakah salah satu dari klub sekolah. Bisa saja...tapi dia sendirian" Kanna bertanya-tanya melihat orang itu.


Orang itu terlihat punggungnya saja, membelakangi Kanna. Kanna terus memperhatikannya, ketika memperhatikannya tampak dia sedang mencari seseatu.


Akhirnya setelah sekian lama memperhatikan dari jauh tanpa tau siapa sebenarnya dia. Orang itu mulai memperlihatkan wajahnya.


Ternyata orang yang sedari tadi sibuk mencari adalah teman sebangkunya yaitu Near. Near tampak sedang kebingungan mencari seseatu.


Tapi karena Kanna mengalami lupa ingatan dalam sehari. Jadi sekarang dia tidak ingat tentang Near sama sekali bahkan wajahnya.


Soal dia bisa tahu kenapa itu Near saat berada disekolah. Karena Kanna selalu menulis bahwa Near adalah orang yang duduk disebelahnya. Sehingga saat pelajaran dia selalu memperhatikan wajah Near walaupun harus berulang kali dia melirik agar ingat.