REPEATING TIME

REPEATING TIME
Near Menemukan Buku Harian Kanna



Ditengah kebingungannya, tampak Near dari kejauhan menuju kesuatu tempat. Merasa ada yang perlu ditanyakan.


Kanna tanpa berfikir panjang lagi langsung menghampirinya untuk bertanya maksut ucapan wali kelas tadi.


Kanna mengikuti Near yang sedang melangkah pergi menuju kesuatu tempat. Tapi setelah lama kelamaan Near mulai melambatkan jalannya seolah akan sampai.


Near sudah sampai dalam sebuah ruangan. Yaitu ruangan kosong yang digunakan bos penjahat dulu untuk menyekap Kanna.


Melihat ruangan itu Kanna merasa asing soalnya Kanna saat itu dibawa dalam keadaan pingsan sehingga dia tidak memiliki ingatan apapun soal tempat itu.


"Kenapa dia menuju keruangan itu "Gunam Kanna menatap tajan Near dari kejauhan.


Kanna yang awalnya ingin menanyakan soal ucapan wali kelas, sekarang niat itu dia urungkan karena Kanna tiba-tiba penasaran dengan apa yang akan dilakukan Near disana.


Near mamasuki ruangan itu. Merasa ada seseatu yang disembunyikan. Kanna pergi menyelinap mengintip apa yang Near lakukan disana.


Tampak Near sedang mencari seseatu dalam ruangan itu. Near mulai mengangkat barang disana, memindahkan barang dan mengecek bila ada seseatu dibawahnya.


*********


Seperti biasa Ardi yang berada dibelakang sekolah sedang menunggu kedatangan Kanna. Tapi ia tidak kunjung datang walaupun selang beberapa menit. Tidak ada pilihan lain dia memakan dahulu bekalnya.


"Dimana dia sekarang " Ardi khawatir bila terjadi seseatu yang tidak diinginkan dengan Kanna. Karena Seharusnya Kanna sudah datang memakan bekalnya.


Merasa tidak selera makan lagi Ardi memilih untuk menutup makananya yang sudah termakan setengah. Ardi beranjak berdiri membawa bekalnya mencoba mencari Kanna.


"Apakah aku harus pergi mencarinya " tanya Ardi pada dirinya sendiri.


Ia masih bingung mencari Kanna atau tidak. Karena bisa saja saat Ardi pergi mencari Kanna sudah datang kesini.


Merasa firasatnya tidak enak maka Ardi memilih untuk pergi mencari Kanna.


*********


Selang beberapa menit Near, dan Kanna masih melihat pergerakan Near dari luar. Walaupun Kanna sudah mulai lelah menunggu, dia pun tetap disana mengawasi Near.


Usaha Kanna menunggu akhirnya membuahkan hasil karena Near sudah menemukan apa yang sudah ia cari selama ini.


Tidak melewatkan kesempatan ini Kanna melihat tajam, benda yang sudah diemukan oleh Near.


"Akhirnya aku sudah menemukannya " Near menangis memeluk buku harian baru Kanna yang sudah ia belikan.


Near sudah mencari buku harian itu sangat lama, sejak hari dimana Kanna marah padanya. Nera sudah mencari buku harian itu sedirian.


Near mencarinya diberbagai tempat, seperti dijalan ditempat Kanna biasanya lewati. Disemua tempat yang Kanna kemungkinan menjatuhkan buku hariannya.


FLASHBACK ON


Disuatu hari Near setelah semua murid pulang kerumah masing-masing. Tampak Near sudah ada dibelakang sekolah mencari buku harian itu.


Ternyata Near saat itu sedang bolos tidak ikut pelajaran sehingga dia dengan leluasa mencari dibelakang sekolah sangat lama.


Meskipun sudah lama Near mencari Near masih belum menemukan buku harian Kanna. Merasa sudah sore Near menghentikan pencariannya tampak diwajahnya kotor dan bajunya juga kotor setelah mencari sekian lamanya.


"Hmm(mengendus bajunya)...bau sekali badanku aku harus segera pulang mandi nih " Near berjalan menuju kelas mau mengambil tasnya.


Tapi sebelum sampai dikelas saat itulah Kanna sedang menunggunya di kelas sampai sore.


********


Dilain hari lainnya, setelah pulang sekolah Near masih mencari buku harian Kanna ditempat sampah sebelum pertemuan dengan Ardi.


Ia sempat menduga kalau buku harian Kanna ditemukan sesorang dan dibuang ditempat sampah.


Sehingga waktu Ardi mengajak ketemuan dibelakang sekolah. Near tampak kotor diwajahnya bahkan bajunya juga. Karena ia baru selesai mencari ditempat sampah.


FLASHBACK END


"Apa itu " gunam Kanna penasaran tidak bisa melihat barang yang ditemukan Near karena posisi Near membelakangi Kanna.


Near tidak bisa menahan rasa semangatnya karena sudah menemukan buku harian Kanna.


"Yeahhh..." teriak Near mengangkat bukunya seolah itu adalah piala kemenangan.


"Eh itu..." Kanna terkejut dengan buku yang diangkat Near, tiba-tiba ingatan sekilas kenangan didalamnya muncul.


Air mata Kanna tiba menetes, mengingat dan merasakan kenangan yang dilalui dengan Near. Kanna mengigit bibirnya menahan rasa tangisnya.


Tidak bisa menahan rasa kekecewaanya Kanna langsung masuk keruangan tempat Near berada. Merasakan ada seseorang yang masuk Near segera berbalik melihat siapa yang datang.


Betapa terkejutnya Near melihat Kanna sedang berada dihadapannya, ia tidak menyadari sama sekali bahwa Kanna mengikutinya selama ini.


Kanna tampak sedih mendatangi dan berhenti didepan Near, Kanna menunduk sedih.


"Eh Kanna apa yang kamu lakukan disini ?" Near gelagapan segera menyembunyikan buku harian yang sudah ditemukan.


Kanna masih diam menunduk tanpa berkata-kata. Membuat Near merasa ketakutan, kalau Kanna tahu yang sebenarnya.


"Kanna apa yang kamu lakukan disini, ayo kita keluar " Near berusaha membuat Kanna pergi.


Tapi bukannya pergi Kanna malah menatap tajam Near. Mata Kanna Kanna terlihat merah seolah habis baru menangis.


"JANGAN SEMBUNYIKAN LAGI " Bentak Kanna dengan air matanya yang mengalir deras.


Merasa terkeut dengan bentakan Kanna barusan, Near berusaha menenangkan Kanna dengan mencoba memegang tangannya.


"Kanna..." Near merajuk.


Kanna langsung menepis tangan Near yang berusaha menenangkannya. Amarah Kanna sekarang sudah mencampai puncaknya, dengan keras ia menampar pipi Near.


"Bukannya kamu sudah berjanji, bukannya kamu akan selalu memberitahuku kalau kau temanku setiap aku lupa...tapi kenapa kamu...kenapa" Kanna tidak bisa menahan tangisannya lebih lama lagi, Kanna sekarang sudah ingat semuanya.


Near hanya bisa diam menerima bentakan Kanna karena ia juga merasa bersalah juga karena tidak bisa memberitahu kebenarannya kepada Kanna.


Dengan kekecewaan yang berat kepada Near. Kanna pergi tidak meninggalkan sepatah katapun kepada Near.Dia mulai pergi entah kemana.


Near terjatuh terpuruk tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Bibirnya mengerut sedih dia memegang pipinya yang sudah ditampar Kanna dengan tangan kirinya .


"Entah kenapa ini lebih sakit dari pada saat aku melawan para penjahat" Near gemetar bibirnya sedih.


***********


Ardi sekarang sedang mencari Kanna.


"Kemana dia sekarang..." Ardi bertanya-tanya pada dirinya sendiri setelah melihat Kanna sudah tidak berada dikelas.


Tidak punya pemikiran kira-kira Kanna berada dimana, tidak ada pilihan lain Ardi menunggu didepan kelas. Tapi selang beberapa menit tampak Kanna dengan langkah cepat dia datang dari depan.


"Oh itu dia.." Ardi tampak lega Kanna baik-baik saja.


Pemikiran Ardi berubah dari lega jadi khawatir setelah Kanna sudah mendekat. Karena wajah Kanna seolah seorang yang habis menangis lama.


"Kanna apakah kau baik-baik saja " tanya Ardi menghampiri Kanna dengan khawatir.