
Ditengah keheningan itu tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka yang ternyata yang datang adalah penjaga UKS. Dia sudah melaporkan kejadian ini pada Kepala sekolah oleh Karena itu ia datang kembali.
"Untung saja penjaga UKS datang diwaktu yang tepat " ucap Near dalam hati lega.
*************
"Oh ternyata kamu sudah bangun Kanna " ucap penjaga Uks berjalan masuk.
"Iya dia baru sadar. Dia masih bingung dengan apa yang terjadi, oleh karena itu mencoba menjelaskannya. Tapi karena anda sudah datang, jadi lebih baik anda yang menjelaskannya aku akan kembali kekelas. " ucap Near mencoba kabur.
"Oh bagus itu. Cepat sana ikut pelajaran. Jangan mampir kemana-mana langsung pergi kekelas ya " ucap tegas penjaga Uks.
"Iya tenang saja kok " senyum Near sambil berdiri mencoba meninggalkan ruangan Uks.
Tapi sebelum pergi Near sempat berbicara kepada Kanna.
"Kanna akan kutunggu dikelas ya " ucap Near sebentar lalu berjalan pergi dengan gugup.
*************
"Eh, kelas. Apakah dia teman sekelasku, tapi kenapa ia tidak bilang " ucap Kanna yang tampak mencoba mengingat-ingat.
"Apa kamu tidak apa-apa "tanya penjaga Uks yang melihat Kanna tampak pusing.
"Ah enggak kok aku baik-baik saja " ucap Kanna menggelengkan kepalanya.
"Kalau gitu kamu lanjutkan istirahatmu " ucap penjaga Uks lembut
Kanna mengangguk iya dan berbaring, tatapi dalam pikirannya ia masih bingung kenapa ia disini dan siapa Near dalam benaknya.
***************
Diluar Near tampak belum kembali kekelas. Ia lagi duduk didepan Uks dengan sedih.
"Walaupun aku sudah tahu Kanna tidak akan mengingatku. Walau ini bukan kesalahannya, walau ia tidak sengaja melupakanku. entah kenapa hatiku masih sakit walau mengetahui kebenarannya. " ucap Near meneteskan air matanya sambil memegang dsanya yang sakit
Yang ternyata ia adalah Ardi. Ardi menunjukkan bekala Near yang ditinggal tadi dalam ruangan klub.
"Kenapa kamu melupakan ini "
"Ah maaf aku kelupaan tadi. Ayo kita kembali kekelas " ucap Near menyeka air matanya dan mengambil bekalnya lalu berjalan kekelas.
Tapi belum lama melangkah jauh Ardi menghentikannya.
"Bisahkah kita berbicara sebentar " ucap Ardi serius.
Near terkejut dan menghentikan langkahnya. "Kita bisa bicara nanti. Nanti kita bisa terlambat memulai pelajaran. " ucap Near berbalik tersenyum dan mencoba lari.
"Apa yang sudah terjadi Near " tanya dengan tegas Ardi memulai pembicaraan.
"Apa yang kamu maksut. Aku tidak mengerti" ucap Near berpura-pura bodoh.
"Kau kira aku bisa kau bodohi sepanjang waktu. Aku sudah menyadari ada yang aneh dengan dirimu sejak kita melawan Jarwo dan bosnya " ucap Ardi mengepalkan tangannya.
Near tidak bisa menjawab dan hanya bisa menatap Ardi.
"Tolong beritahu masalahmu. Bukankah kita ini teman Near " ucap Ardi tegas.
Ia menghela nafas panjang untuk mengangguk menyetujui.
"Hmm, aku tidak bisa berbohong jika kamu berkata seperti itu(tersenyum). Tapi jangan disini " ucap Near melanjutkan langkahnya menuju ruang klub.
***********
Near dan Ardi sekarang sudah berada diruang klub. Mereka duduk secara berhadapan dengan tatapan serius.
Tiba-tiba Near mengeluarkan jam antik disakunya dan meletakkannya dimeja. Hal itu membuat bingung Ardi kenapa ia tiba-tiba mengeluarkan jam itu.
"Apa kau tau tentang Jam ini " ucap Near serius.