REPEATING TIME

REPEATING TIME
Tidak ikut



Masih di hari jum'at waktu sore, setelah Kanna mengabarkan hari bergembira itu. Mereka bertiga berpisah pulang kerumah masing-masing.


Near menjadi khawatir dalam perjalanan pulang, dia yang harusnya senang itu sekarang menjadi khawatir karena perkataan Ardi soal preman 3 yang belum tertangkap. Jadi dia selalu was-was saat pulang. Tepat saat mau tiba tiba dirumah Near melihat didepan rumahnya ada sebuah mobil polisi.


"sudah kami permisi dulu. Terima kasih atas kerja samanya " seorang polisi pamit pergi


"Iya terima kasih informasinya ya pak " ucap Ibunya Near


Near yang melihat itu hanya kebingungan, setelah mobil polisi itu pergi Near langsung masuk kerumahnya.


"Aku pulang " ucap Near


"Apakah kamu baik-baik saja apa ada yang terluka apkah kamu diikuti seseorang " ibunya tiba-tiba datang bertanya dengan khawatir


"Aku tidak apa-apa kok. Kenapa sikap ibu aneh " Near keheranan


"Oh enggak apa-apa kok " ucap ibunya pergi kedapur


"oh ibu kenapa tadi ada polisi datang kesini " Near bertanya


"Oh itu mereka hanya bertanya tentang lingkungan ini. Kan sekarang banyak penjahat berkeliaran " jawab ibunya menghindar


"hmm...(mengangguk) begitu. oh iya aku lupa memberitahu besok aku ada acara perkemahan selama 2 hari 1 malam di sekolah. Tapi aku tetap masuk sekolah di pagi harinya sepeeti biasanya tapi pulang jam 10 dan datang kembali jam 5" ucap Near


"Sebaiknya kamu urungkan saja untuk ikut acara itu " ucap Ibunya melarang


"Heh ibu, kenapa melarang. Bukankah bagus aku bisa ikut acara ini dengan teman. Dulu ibu selalu mendukungku tapi kenapa sekarang tidak " Near bertanya-tanya


"SUDAH KUBILANG JANGAN, YA JANGAN, KAMU KOK JADI ANAK YANG BANDEL SIH " tiba-tiba ibunya membentak


Near diam tak bisa berkutik dengar bentakan itu. Ibunya yang membentak itu langsung sadar dan meminta maaf.


"maafkan ibu " ucap ibunya membelakangi Near menahan tangis


"Ibu, apakah polisi tadi memberitahu bahwa preman 3 belum tertangkap dan sekarang dia mengincarku " ucap Near


Ibunya yang mendengar itu langsung berbalik dan memeluk Near sambil mengelusnya.


"Maafkan ibu, maafkan ibumu ini nak. Polisi itu mengatakan bahwa pimpinan penjahat itu belum tertangkap dan sekarang dia memberikan surat ancaman bahwa kamu yang diincar pada acara itu. mendengar itu, Ibumu ini memohon tolong jangan ikuti acara itu" ucap ibunya sambil menangis memeluk anaknya


Mendengar itu hanya terdiam sedih. Karena ini mengingatkannya oda kejadian masa kecilnya saat pertama kali menggunakan jam antik itu.


(ahhh ini mengingatkanku waktu dulu saat ibu menangis karena aku menggunakan jam travel itu. Hari itu juga selalu bertanya-tanya. kenapa, kenapa ibu meminta maaf padahal aku yang selalu berbuat salah. Bukan, bukan seperti itu yang kuinginkan ibu, aku sebenarnya ingin ibu menyemangatiku) ucap near dalam hati


Near yang mendengar permohanan ibunya itu hanya bisa menangis dalam pelukan ibunya.


******


Malam harinya


Near sedang termenung menatap langit-langit rumahnya menahan kesedihan bahwa dirinya tidak bisa ikut.sedankan untuk Ardi tertidur dan untuk Kanna dia bersiap-siap sesuai rencananya.


"Akhirnya besok aku bisa pergi ke acara perkemahan yang telah kunantikan selama ini bersama teman-teman" ucap kanna sambil memeluk buku hariannya.


******


Besoknya pada pagi hari sekolah masuk seperti biasanya. Near hanya bisa termenung memikirkan nasibnya yang tidak bisa ikut.


[Ting..ting...tinggg] bel pulang sekolah untuk kelas 1


Kanna segera pulang menyiapkan seseatu. Sedangkan Near dalam keadaan lesu mulai pergi kebelakang sekolah tempat dirinya biasa nongkrong. Tak lama kemudian Ardi datang suasana langsung menjadi tegang.


"Sepertinya aku tak bisa ikut nanti " ucap Near


"Hahhhh(terkaget) emangnya kenapa???" Ucap Ardi


"Sebenarnya ada polisi datang kerumahku, kemarin dia menceritakan ke orang tuaku bahwa pimpinan penjahat itu masih belum tertangkap dan sekarang dia hanya mengincarku yang membuatnya kesal " ucap Near dengan serius


"Hmmm...(mengangguk). Apakah kamu gak papa jika gak ikut " tanya Ardi


"Emmm(mengelengkan kepalanya)... tidak apa-apa kok. Yang penting sekarang keamanan Kanna. ini kuberikan nomor hp ku kepadamu, jika ada masalah bilang ke aku" ucap Near sedih


"aku akan menjaga kanna, tenang saja" Ardi menerima no hp Near.


******


Dalam penjara tempat para preman itu menjalani hukumannya


"Kak, menurutmu kemana pimpinan(preman 3) sekarang berada " tanya preman 2


"Hmm... dia mungkin sedang membalaskaan dendam kita " ucap preman 1 yakin


"Tapi dari sikapnya dia sperti orang yang tidak akan melakukan hal yang tidak bermanfaat seperti membalazkan dendam kita " ucap preman 2 meragukan


"Kita kan anak buahnya yang selalu bersama bagaiman mungkin dia tidak akan membalaskan dendam kita" ucap preman 1


"Tapi kitakan tidak selalu dekat dan bisa saja dia sekarang mendapatkan anak buah yang baru " ucap preman 2


Preman 1 sempat terdiam


"Kalian jangan memikirkannya " ucap penjambret salah satu komplotannya


"Hah maksutnya " tanya preman 1 kebingungan


"Dia mungkin terlihat pemimpin saat bersama kalian, tapi sebenarnya dia ini seorang yang memiliki 2 kepribadian yang menggerikan " ucap Jambret itu


"Eeeh bos ada 2 kepribadan " ucap preman 2 dan preman 1 terkaget-kaget


"Kepribadian pertama saat bersama kalian dia jadi pimpina yanf dapat diandalkan tapi kepribadian kedua sangat berbeda dengan watak bos tang selalu tenang memimpin di kepribadian bos yang kedua ini dia seperti orang gila "ucap jambret itu


kedua preman itu hanya bisa menelan ludah ketakutan karena mereka teringat pernah mengajak bercanda.


"Mungkin kalian tidak percaya di kepribaduan yang kedua ini dia akan membunuh" ucap jambret itu


"Tapi kenapa kamu tidak pernah melihat boss berubah " ucap preman 1 bertanya-tanya


"Boss akan berubah kepribadiaanya jika dia marah, sampai saat ini dia belum pernah berubah kepribadiannya, karena aku biasanya menenangkannya saat dia mau marah sehingga dia masih dalam kepribadian pertama tapi jika sudah di kepribadian kedua. Dia akan mengejar targetnya walaupun apapun caranya. Entah apa yang akan terjadi kepada boss aku tidak tahu apakah sekarang dia akan jadi boss yang biasa kita lihat atau dia jadi orang lain" ucap penjambret itu dengan serius


Kedua preman itu saling mentap dan tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan boss


*****


Near masih kepikiran dengan acara perkemahan itu sehingga dia melamun dalam perjalanan pulang. Tiba-tiba dari belakang ada bisikan.


"Kenapa kau melamun.. " suara bisikan yang membuat bulu kuduk merinding


Near yang mendengar itu langsung menoleh dan didapati ada preman 3(boss preman) yang berbisik itu.


"Sebaiknya kamu ikut saja hahaha " preman 3 tertawa gila


Near yang melihat itu menjadi ketakutan setengah mati.