
Near mengelap air matanya dan dengan mata penuh tekad dia secara perlahan-lahan menjulurkan tangannya memegang tangan Ardi "ayo kita tangkap penjahat itu dan selamatkan teman kita, temanku" ucap Near dengan mata berkaca-kaca sambil tersenyum
Ardi dengan tangannya dia membantu Near berdiri. Terlihat Near kesakitan saat Ardi membantunya berdiri. Ardi yang melihat itu sebenarnya mau melarang Near untuk ikut karena luka ditangannya tapi ketika melihat tatapannya yang serius itu dia memilih diam.
"Ayo kita cari Kanna, ada salah satu tempat yang kucurigai lebih baik kita langsung kesana." Ucap Near sambil berjalan cepat
"Hmm..(tersenyum kecil)Sepertinya kita memilki pemikiran yang sama " ucap Ardi mengikuti Near
******
Guru-guru sedang berkumpul, mereka menunggu dengan khawatir. Mereka takut akan terjadi seseatu pada ketiga murid mereka. Dalam keadaan hening itu polisi datang denga penyamaran.
"Selamat malam, kami mendpat laporan bahwa ada seorang penjahat yang sedang menyekap seorang murid. bisa seseorang menceritakan bagaimana kejadian terjadi" ucap polisi yang sudah datang
"Itu pak saya akan menceritakannya... " ucap wali kelas kanna sambil berdiri
Wali kelas kanna menceritakan kejadian dimana dia meminta izin tapi cerita itu sedikit diubah oleh wali kelasnya. Untuk melindungi informasi bahwa kanna memiliki masalah akan ingatannya.
"Okee terima kasih atas penjelasannya, bapak. Semoga informasi ini bemanfaat" Ucap pak polisi kepada wali kelasnya
"Iya sama-sama" ucap wali kelas dengan syukur
Setelah mendengar cerita itu polisi itu segera memerintahkan anak buahnya.
"Segera siapkan pasukan bagi menjadi dua bagian salah satu regu mencari bom itu dan jinakkan. Untuk regu satunya segera mencari keberadaan para penjahat itu menyekap lalu utamakan sandra dan jangan sampai ketahuan sebelum bok dijinakkan semua. Mengerti!!!" Ucap polisi itu tegas
"Siapp pak laksanakan " ucap anak buahnya menerima
*******
Near dan Ardi sedang menuju ke belakang sekolah tempat mereka berkumpul. Dalam perjalanan Near meraba saku celananya dia mengeluarkan jam antik itu dan mengenggam erat.
(Tunggu aku kanna, tunggu aku. tenang saja aku akan kesana aku akan melindungimu. Bahkan jika aku harus mengulang lagi aku akan tetap melindungimu ) ucap Near dalam hatinya dengan penuh tekad
Ardi yang mengikuti Near dari belakang, dia sempat melihat Near mengeluarlan jam itu. Ardi sebenarnya bertanya-tanya akan jam itu tapi dihiraukannya karena sekarang dalam pikirannya hanya bagaimana cara menyelamatkan kanna.
******
Ayah Near pulang kerumah setelah bekerja, Dia mendapati ibunya Near termenung di depan televisi yang menyala. Ayahnya Near yang melihat itu menghampiri dan memeluknya. Mendapatkan pelukan itu ibunya Near menangis.
"Apakah Near sudah pergi?" Tanya ayah Near
ibunya Near hanya mengangguk. Ayahnya Near mengelus kepala ibunya Near dengan lembut.
"Aku tidak bisa melarangnya. Jika aku melarangnya, dia akan menyalahkan dirinya sendiri selama hidupnya jika terjadi seseatu di sekolahnya. Kenapa, kenapa, kenapa ini harus terjadi kepada anak kita ayah " ucap ibunya menangis
"Tenang saja paati Near bisa menghadapi masalah itu, dia kan sudah besar. Sudah saatnya dia mengambil jalan yang sudah dia putuskan sendiri. Kita hanya bisa mendukungnya dan berdoa saja agar Near tidak terjadi apa-apa." Ucap ayahnya Near sambil mengelus kepala ibunya Near menenangkan
Ibunya mendengar kata-kata itu hanya bisa mengangguk berdoa agar Near baik- baik saja.
(Near pulanglah kerumah dengan selamat ya, melihat ibumu yang menangis ini dia pati sangat khawatir kepadamu. Cobalah buktikan kepada ibumu bahwa kamu bisa menghadapi masalah yang selalu menghadang) ucap ayahnya dalam hati
******
"Kamu awasi bagian belakang aku alan mengawasi bagian depan" ucap Near berbisik
"Okee... " ucap Ardi yang berbisik juga sambil mengacungkan jempolnya
Dalan cahaya yang minim itu mereka mencari kanna bersama-sama dengan gemetaran, setelah mencari diseluruh bagian belakang sekolah. Tidak ada satupun tanda orang disana. Antara senang atau sedih Near dan Ardi bingung, karena di salah satu mereka kecewa karena tidak bisa menemukan kanna tapi disatu sisi mereka senang tidak bertemu boss preman itu.
"Apa yang harus kita lakukan. Apakah kita kembali keguru-guru atau pergi mencari kanna " tanya Ardi dengan suara pelan
"Kita sebaiknya pergi mencari kanna karena kita belum mencari kanna diruangan lain. Jika kanna tidak ada di seluruh ruang disekolah ini maka kita kembali saja tapi aku yakin pasti kanna ada disuatu ruangan disekolah ini " saran Near berbicara pelan
"Oke aku setuju denganmu. Ayo kita cari Kanna, tapi hati-hati mungkin penjahat itu sedang mengawasi " ucap Ardi berbicara pelan
"iya terima kasih " ucap Near
Near dan Ardi mencari kanna disemua ruang sekolah dan dalam pencarian, mereka masih belum menemukan tempat kanna disekap. Near dan Ardi yang penuh tekad itu mengecek setiap ruangan tapi ketika mau ke suatu ruangan yang jarang digunakan mereka mendengar suara.
[Bruaaaak] suara bantingan
Near dan Ardi yang mendngar itu terkaget dan segera bersembunyi. Mereka berdua mengendap-endap menuju ke tempat suara. Mereka melihat boss itu sedang memarahi anak buahnya.
Tampak boss(preman 3) itu marah "Apaaaa tidak ada yang mengawasi tempat belakang " ucap boss itu sambil melempar barang disekitarnya
"Maafkan kami boss " ucap salah satu anak buahnya
"Haah apa " ucap boss itu dengan kesal
"Ma..ma..maafkan kami boss "ucap salah satu anak buahnya gemetaran menutup matanya
Dengan kesal boss memegang rambut mereka dan menamparnya [plaakkk]
"Aku tidak mau tau jika mereka tidak tertangkap maka nyawa kalian bayarannta " ucap boss itu mengancam
"I..i..iya boss " ucap salah satu dari anak buahnya gemetaran
"CEPAAAAT SANA PERGI!! " bentak boss itu kesal yang tidak ingin melihat muka mereka
beberapa anak buah boss itu segera melaksanakan perintahnya dan segera mereka pergi berlari kebelakang sekolah. Near dan Ardi yang mendengar mereka akan menuju kebelakang sekolah itu. Sesegera mereka berdua langsung bersembunyi lagi agar mereka tidak ditangkap.
[Plak...plakk...plakkk] suara langkah kaki para preman itu berlari
Setelah para preman itu pergi sedikit lebih jauh, mereka akhirnya bisa bernafas lega. Mereka berdua mencoba mengintip lagi kedalam dan mencari kanna.
"Dimana kanna berada " tanya Ardi berbicara pelan
"Iya ini sedang dicari " ucap Near pelan
"Ituuu kanna " Ardi menunjuk kearah kanna yang duduk dikursi sedang pingsan. Kanna diikat dengan tali sedangkan mulutnya diberi lakban. Melihat kanna yang tidak terjadi apa-apa itu membuat Near dan Ardi lega